Diet (Gaya Makan) Alami Manusia

lukisan manusia purba di gua menunjukkan perburuan binatang

Awal mulanya..

Nenek moyang kita pemakan daging (pemburu). Manusia mulai hidup di jaman paleolithic ratusan ribu tahun yang lalu, sedangkan jaman pertanian (gandum, jagung, nasi) itu hanya dimulai sekitar 10 ribu tahun yang lalu saja. 

Bahkan berbagai studi antropologi berdasarkan penemuan fosil-fosil, banyak ilmuwan sepakat bahwa perkembangan otak manusia dimulai dari penemuan api dan memasak makanan khususnya daging hasil buruan. 

Yang membedakan manusia dengan primata adalah manusia menggunakan api untuk memasak dan memakan banyak daging, organ hewan yang bergizi tinggi seperti hati serta lemak baik yang memacu perkembangan akal. Daging padat kalori dan memasaknya dengan api akan sangat efisien untuk pencernaan sehingga manusia punya banyak waktu untuk berpikir, bermusik, dan berbahasa. 

Bandingkan dengan sapi yang harus mengunyah puluhan ribu kali berjam-jam mengunyah dan mengunyah lagi, memamah biak seharian untuk mencerna makanannya yang dari tetumbuhan (terbantu dengan empat buah lambung yang mensekresikan enzim-enzim pencernaan khas makhluk herbivora dan usus yang panjang penuh dengan bakteri yang mencerna konversi selulosa rumput menjadi protein). 

 

sapi ususnya panjang & lambungnya ada 4
 
Manusia hanya terpaksa makan sayur dan buah jika musim saja dan kebetulan bukan jenis yang beracun (jadi sangat sedikit bahkan jarang sekali makan karbohidrat). Tubuh menganggap jika manusia memakan karbohidrat yang ada dalam tumbuh-tumbuhan berarti sedang masa sulit mendapatkan daging. 

Untuk keperluan berburu hewan di masa mendatang, karbohidrat yang dimakan akan disimpan sebagai cadangan energi. Dalam bentuk lemak tubuh. 

Tumbuhan pun sulit dicerna dengan banyaknya zat-zat anti nutrisi. Banyak racun dan alergen sehingga harus diolah. Kacang-kacangan harus direndam, sayur harus dimasak kalau tidak asam oksalat yang tinggi akan menimbulkan batu ginjal dan asam urat. Kadang kalau tidak dikunyah sempurna, sayuran akan tidak bisa dicerna sehingga kelihatan dari pembuangan feses. 

Serat-serat dan selulosa akan menimbulkan gas karena dicerna bakteri di usus dan nutrisi dari tumbuhan tidak terserap sempurna karena serat-seratnya dan zat-zat anti nutrisi yang terkandung di dalam tumbuh-tumbuhan. 

Kalau daging, ditelan bulat-bulat pun akan diserap sempurna gizinya, tidak menimbulkan gas oleh bakteri di usus seperti tumbuhan, karena daging dicerna di lambung oleh asam lambung dan enzim-enzim khusus manusia yang telah beradaptasi dan berevolusi ke arah karnivora. 

  
Maka dari itu usus manusia memendek sampai ada yang namanya usus buntu. Evolusi manusia dari primata omnivora menjadi manusia berakal yang memakan hewan. 

Dalam agama Islam, Tuhan meminta kaum muslimin berkurban minimal setahun sekali supaya orang miskin juga makan daging minimal setahun sekali. Jadi tidak ada orang yang malnutrisi karena kekurangan gizi dari daging. 

Kita juga kalau mampu makan daging lebih sering dan memberi lebih banyak lagi. 

Daging bergizi tinggi, bernutrisi lengkap, kita butuh daging untuk mendapatkan vitamin B12, cq10 dan memproses vitamin A, D, E, K2 serta mengandung Lemak Esensial dan asam amino (Protein) Esensial yang tidak ada di tumbuhan manapun. 

Sedangkan karbohidrat tidak ada yang karbohidrat esensial alias tidak vital untuk kehidupan.

  

Tanpa makan daging manusia akan malnutrisi sehingga bisa fatal dan membawa kematian. Tapi karbohidrat tidak ada yang esensial, manusia tidak akan mati kalau tidak makan nasi. 

Manusia sejak jaman pertanian ukuran tubuhnya menyusut karena kekurangan vitamin dan mineral akibat anti nutrisi yang terkandung di dalam produk-produk tumbuhan (gluten, phytate, lectin, asam oksalat, salisilat, dan saponin) misalnya dalam gandum, tepung, dll. Kekurangan kalsium mudah terjadi pada orang yang kebanyakan mengonsumsi anti nutrisi ini.

Lihat populasi manusia yang tinggal di sekitar ekuator seperti di Asia, sinar matahari ada sepanjang tahun sehingga tanaman bisa tumbuh sepanjang tahun mereka banyak mengonsumsi produk-produk pertanian tetapi kurang makan daging. 

Biasanya tubuhnya lebih kecil daripada orang-orang Eropa yang biasa makan daging dan keju. Padahal, nenek moyangnya sama; manusia purba yang perkasa. 

Manusia purba rata-rata badannya besar-besar, tinggi seperti yang diindikasikan oleh penemuan fosil. Mati hanya karena kecelakaan, dimangsa atau perang atau sakit infeksi (belum ada antibiotik). 

  

Manusia modern yang kebanyakan makan karbohidrat, ngemil, membuat gula darah dan insulin tinggi. Manusia purba tubuhnya sehat, jarang sakit karena kegemukan, jantung, kanker, dll. Biasanya mereka meninggal akibat kecelakaan, infeksi bakteri atau virus. 

Sedangkan orang di jaman modern sudah jarang yang meninggal karena infeksi karena ketersediaan antibiotika dan pengobatan yang maju. Di masa kini banyak penyakit akibat metabolisme tubuh sendiri seperti kegemukan, diabetes, sakit jantung dan kanker. 

Kebanyakan akibat konsumsi yang tidak sehat seperti merokok dan makan makanan yang terproses seperti gula serta tepung. Makanan yang menyebabkan lonjakan gula darah dan meningkatkan produksi insulin di dalam tubuh. Insulin sendiri bersifat merusak dalam jangka panjang. 

Insulin adalah hormon darurat yang keluar kalau gula darah tinggi. Gula darah kalau dibiarkan tinggi orang bisa mati. Makanya insulin keluar untuk menurunkan gula darah dan meneruskan ke sel-sel tubuh sebagai energi atau menyimpannya sebagai lemak. 

Tapi lalu insulin ini juga menimbulkan inflamasi, kanker (tumor yang sumber energinya juga dari gula), diabetes, jantung, stroke, alzheimer, dan banyak penyakit manusia modern yang tidak ditemukan di suku-suku pemakan daging (Inuit di Eskimo, Masai di Afrika, sebagian Suku Indian di Amerika, dan Aborigin di Australia serta Selandia Baru). 

Manusia sehat dan normal itu sebaiknya menjaga insulin tetap rendah sehingga mampu membakar lemak bukan menyimpannya terus-menerus dan mengundang penyakit degeneratif. Ikuti diet nenek moyang, diet manusia alami yang sudah beradaptasi dan menyesuaikan evolusi diri selama ratusan ribu tahun. 

Diet; makanlah daging, ikan, lemak hewani, dan telur. Hindari tepung dan gula serta makanan berkabohidrat tinggi yang telah diproses oleh industri makanan. Dan ingat, nenek moyangku.. Seorang pelaut!

Iklan