Mitos Kolesterol dan Fitnah Lemak

  

Banyak kesalahpahaman dalam pengetahuan ilmu nutrisi. 

  • Sayangnya banyak orang masih mempercayai beberapa informasi nutrisi yang keliru. 

Mereka hanya tahu dari dahulu, dari orang lain, dan jarang meng-update ilmu dengan mempelajari secara lebih teliti informasi mana yang sudah benar terbukti, mana yang ternyata terbukti salah.

Seperti pada tahun awal 1980-an, Amerika didera penyakit jantung yang meningkat. 

Penelitian-penelitian yang ada masih berupa observasi dan secara statistik belum sempurna. 

Dr Ancels Keys mengemukakan teori kolesterol dan lemak tidak baik untuk jantung. 

Sedangkan beberapa peneliti lain seperti Dr Yudkin menyatakan yang berbahaya adalah gula. 

  • Sayangnya, kongres di Amerika banyak di lobi kepentingan perusahaan makanan dan industri farmasi. 

Kolesterol dan lemak dianggap tidak baik untuk jantung. 

Padahal riset yang dilakukan tujuh negara setelah perang tidak melingkupi penelitian orang yang hanya makan daging. 

Yang diobservasi adalah makan daging yang berlebihan, padahal di negara itu mereka makan daging bersamaan karbohidrat. Bersama pasta dan roti misalnya. Dagingnya juga bukan yang alami banyak yang diproses dan berpengawet plus MSG, dll. 

Sejak tahun 1900an, konsumsi gula meningkat tajam dan sejak itulah juga manusia banyak yang kegemukan, sakit diabetes, jantung, dan kanker. 

  
Majalah Time di tahun 2014 pun sudah mengubah pandangannya dan memberitakan penelitian-penelitian terbaru bahwa lemak jenuh atau saturated fats tidak ada hubungannya dengan sakit jantung. 

Yang jahat adalah lemak trans, yaitu minyak yang dihidrogenasi karena terbuat dari biji-bijian seperti Canola oil, jagung, kedelai, benih, dll. 

  • Ini disebut minyak sayur padahal sangat tidak sehat. 

Begitu juga kolesterol dinyatakan berbahaya. Padahal ada yang namanya kolesterol baik, kolesterol jahat atau buruk, lemak darah. 

Dan telur dinyatakan tidak baik karena mengandung kolesterol hingga ratusan padahal tubuh kita memproduksi puluhan ribu. 

Kolesterol dari makanan hanya 20 persenan, sisanya tubuh kita yang jauh lebih banyak memproduksi (80 persen)

telur makan super bernutrisi lengkap

Tubuh memproduksi kolesterol banyak sehingga tampak menyumbat pembuluh darah oleh karena disebabkan konsumsi karbohidrat dan gula yang berlebihan. 

Gula darah akan diubah insulin menjadi lemak darah atau trigliserida dan mesti diangkut oleh LDL alias lipoprotein berukuran kecil yang dibilang kolesterol jahat. 

Jadi banyak makan karbohidrat, gula darah tinggi, gula darah diubah menjadi trigliserida yang banyak dan LDL menjadi meningkat. 

  • Padahal kebanyakan makan tepung dan karbohidrat yang tidak baik untuk kesehatan. 

Lalu insulin yang tinggi karena konsumsi gula yang berlebih akan membuat peradangan. 

Dan tubuh mengatasi inflamasi pada pembuluh darah dengan produksi kolesterol. 

 

resistensi insulin mengakibatkan inflamasi
 
Kolesterol sebenarnya seperti pemadam kebakaran dan inflamasi seperti kebakaran. 

Kita menyalahkan pemadam kebakaran (baca: kolesterol) yang menjadi banyak padahal masalahnya ada di kebakaran yang semakin besar.  

Parahnya, makanan yang dibuat rendah lemak rasanya akan tidak enak, makanya harus ditambah gula. 

  • Banyak produk-produk dibikin low fat tapi kandungan gulanya jadi tinggi. 

Lebih baik makan makanan alami yang sudah dikonsumsi manusia selama ratusan ribu tahun; daging, ayam, ikan, telur, dan segala lemak hewan alami (bukan minyak sayur hidrogenasi alias trans fat). 

Telur dan daging mengandung nutrisi lengkap dan banyak melebihi buah atau sayuran.

liver mengandung vitamin lebih banyak dari buah!

Ilmu 50 tahun yang lalu hanya melihat orang yang kena serangan jantung memiliki kolesterol yang tinggi. 

Tapi setelah sekarang diteliti lagi, sakit jantung itu bukanlah akibat kolesterol yang tinggi. 

Justru orang yang rawan sakit jantung itu memiliki peradangan atau inflamasi dan kolesterolnya jadi meningkat akibat tubuh mencoba mengatasi peradangan itu dengan produksi kolesterol lebih banyak lagi.  

Kolesterol ada di semua sel tubuh kita. 

Kolesterol membantu produksi membran, mengelola hormon-hormon, diperlukan dalam penyerapan Vitamin D, penting untuk sistem reproduksi, sistem imun tubuh, meregulasi gula darah, air dan elektrolit. 

Kolesterol sangat penting jika kita kekurangan kolesterol kita rawan sakit kanker, depresi, stres, darah mengental, dan rentan penyakit hingga fatal (bisa menyebabkan kematian).

Lemak juga sangat berguna untuk tubuh, membantu pencernaan dan penyerapan vitamin khususnya A, D, E, K. Aneh kalau ada susu rendah lemak, berarti vitamin D yang ada menjadi sia-sia. 

Setiap malam kita membakar lemak sehingga tidak perlu bangun tidur untuk makan.

  
Jika saja kita terus membakar lemak, kita akan cepat langsing. 

Sayangnya, sekali kita makan gula atau karbohidrat (ketika sarapan dengan sereal, nasi uduk, atau donat misalnya), tubuh akan berhenti membakar lemak dan menggunakan mode metabolisme membakar gula.

Kalori yang bisa dicadangkan dalam bentuk gula di dalam tubuh hanya bisa disimpan beberapa ribu, sedangkan cadangan lemak yang disimpan bisa sebesar puluhan bahkan ratusan ribu (apalagi jika tinggi berat badannya).

Dan juga, pada mode pembakaran gula (memetabolisme karbohidrat/gula untuk tenaga), jumlah gula terbatas karena banyak gula yang dikonsumsi malah menjadi cadangan tenaga berbentuk lemak. 

Lebih baik memakan lemak dan mengaktifkan mode metabolisme pembakaran lemak untuk tenaga.

Sehingga lemak-lemak yang ada di tubuh sebagai cadangan energi ikut terbakar dalam memetabolisme tenaga. 

tapi makanan tinggi lemak akan semakin membantu pembakaran lemak tubuh

Lemak dibutuhkan untuk kekebalan tubuh, sumber energi, mencerna vitamin dan nutrisi penting, kelancaran kerja hormon-hormon, membantu hati atau liver. 

Karbohidrat yang kebanyakan akan menjadi gula di darah yang diubah menjadi trigliserida hingga membuat penyimpanan lemak (yang dari gula) banyak menumpuk di organ-organ tubuh seperti fatty liver sampai hati bisa mengeras. 

Orang yang kekurangan lemak akan meninggal. 

Ada beberapa lemak yang esensial seperti omega 3 dan banyak lagi. 

Empedu akan menghasilkan batu, pencernaan tidak sempurna, kurang lemak menyebabkan kelaparan akut atau malnutrisi karena banyak vitamin yang tidak terserap. 

Lemak penting untuk kehidupan. 

Lemak trans atau minyak buatan dari biji-bijian yang berbahaya. 

Maka dari itu, jangan takut makan enak. 

Ikuti PANTANG DIET; hindari pati, akar, nuts atau biji-bijian, tepung, dan gula, serta makanlah daging (sapi, kambing, ayam, bebek), ikan, lemak hewani, telur (kalau tidak alergi).

Tambahan:

“Insufficient evidence of association is present for intake of … saturated or polyunsaturated fatty acids; total fat … meat, eggs and milk.”

Mente A, et al. A systematic review of the evidence supporting a causal link between dietary factors and coronary heart disease. Arch Intern Med. 2009 Apr 13;169(7):659-69.

“There were no clear effects of dietary fat changes on total mortality or cardiovascular mortality…”

Hooper L, et al. Reduced or modified dietary fat for preventing cardiovascular disease. Cochrane Database Syst Rev. 2011 Jul 6;(7):CD002137.

“…no significant evidence for concluding that dietary saturated fat is associated with an increased risk of CHD or CVD.”

Siri-Tarino PW, et al. Meta-analysis of prospective cohort studies evaluating the association of saturated fat with cardiovascular disease. Am J Clin Nutr. 2010 Mar;91(3):535-46.

“The observational evidence does not support the hypothesis that dairy fat or high-fat dairy foods contribute to obesity or cardiometabolic risk…”

Kratz M, et al. The relationship between high-fat dairy consumption and obesity, cardiovascular, and metabolic disease. European Journal of Nutrition, Online First™, 18 July 2012

Sumber;

http://www.dietdoctor.com/low-carb 

http://www.progressivehealth.com/cholesterol-is-not-bad.htm

 http://www.health.harvard.edu/staying-healthy/the-truth-about-fats-bad-and-good

Iklan