Cara Menurunkan Berat Badan dengan Enak dan Sehat

Ada banyak cara menurunkan berat badan, mulai dari olahraga, menggunakan obat kimia, operasi, dan yang paling berpengaruh (80 persen) adalah mengatur asupan makanan alias diet.

Tapi kebanyakan diet gagal.

95 persen mereka yang berdiet dan berhasil turun berat badannya, akan kembali seperti semula bahkan nambah berat badannya setelah setahun dua tahun.

riset peneliti UCLA
Mengapa begitu? Hal ini dikarenakan berat badan kita ada set poinnya yang cenderung tetap malah meningkat seiring usia.

Set poin adalah berat badan dengan kisaran kurang lebih 2 sampai 5 kilogram dan metabolisme tubuh seseorang akan selalu mengusahakan agar berat badan berada dalam jangkauan set poin ini.

set poin berat badan +/- 5 kg
Jadi, orang gemuk makan sedikit apapun metabolisme tubuhnya akan menyesuaikan.

Metabolisme tubuh secara cerdas mengurangi atau menambah pengeluaran energi sesuai dengan asupan makanan.

Orang yang megurangi makanannya, metabolismenya juga akan menurunkan pengeluaran energi dan merasa lapar (reaksi hormonalnya) sehingga kembali ke set poin berat semula.

Sehingga diet apapun yang mengurangi kalori menimbulkan rasa lemas, lapar, pusing, dan kurang bertenaga.

Orang yang langsing juga jika makan banyak paling hanya naik beratnya sebentar, metabolismenya jadi meningkat dan setelah beberapa waktu berat badannya turun lagi ke set poin semula.

Apa yang menentukan set poin ini?

Yaitu hormon insulin.

Tepatnya adalah tingkat sensitivitas reseptor insulin di setiap sel-sel.

Semakin sering terpapar insulin, sensitivitasnya semakin rendah. ini disebut resistensi insulin. Kebanyakan orang gemuk sudah insulin resisten.

Artinya produksi insulinnya harus sangat banyak dalam memetabolisme makanan.

Tugas insulin salah satunya adalah mengurangi gula darah yang meningkat akibat makan (khusunya makan makanan berkarbohidrat tinggi termasuk gula).

Insulin memasukkan glukosa ke dalam sel-sel sebagai sumber energi, menyimpan sebagian dalam bentuk glikogen di liver serta otot, dan mengubah gula darah menjadi lemak (trigliserida) ke dalam sel-sel lemak sebagai cadangan energi.

Bisa dikatakan, insulin adalah hormon yang membuat seseorang membesar (termasuk salah satu hormon pertumbuhan) dan juga meningkatkan berat badan karena menambah lemak di tubuh.

Bahkan orang gemuk tingkat insulinnya cenderung tinggi bahkan sebelum makan dan tetap tinggi berjam-jam setelah makan.

Orang langsing cenderung insulinnya rendah dan naik hanya pas makan setelah sejam dua jam turun lagi.

kadar insulin orang normal dan yang insulinnya tinggi; kegemukan/obesitas

Selama insulin tinggi, tubuh memetabolisme gula darah dan kebanyakan menyimpannya sebagai cadangan lemak.

Orang yang gemuk cadangan lemaknya banyak tapi dia selalu kelaparan karena tidak dibakar cadangan lemaknya.

Insulin yang tinggi malah menyimpan makanannya sebagai cadangan lemak.

Maka dari itu, orang yang kelebihan berat badan dengan kadar insulin tinggi sering merasa lapar.

Lapar adalah sinyal dari tubuh kalau kekurangan nutrisi.

Orang gemuk yang kebanyakan insulin jadi ingin selalu makan banyak. Begitu seterusnya menjadi lingkaran setan.

Tetapi makan sebanyak apapun, insulinnya yang tinggi akan menyimpan sebagian besar makanannya sebagai lemak di tubuh. 

Apalagi kalau makan banyak karbohidrat termasuk minuman manis, semua akan menjadi gula di dalam darah.

Gula adalah kalori kosong, tidak bernutrisi apapun. Jauh lebih bergizi makan daging yang berlemak dan mengandung protein & lemak esensial beserta banyak vitamin.

Kebanyakan gula di dalam darah berbahaya, bisa pingsan dan jatuh koma. 

Gula darah yang tinggi meningkatkan kekentalan darah dan merusak organ-organ tubuh.

Hormon insulin adalah hormon darurat untuk menurunkan gula darah itu dan memasukkan ke sel-sel. Jika sel-sel sudah resisten kebanyakan gula, maka sel-sel lemak akan menampung gula sebagai trigliserida.

Dan selama tingkat insulin tinggi, tubuh tidak akan membakar lemak tapi menyimpannya.

Kalau saja insulin turun, maka tubuh akan mulai membakar lemak.

Orang yang puasa misalnya, tubuhnya malah menaikkan metabolisme sehingga cadangan lemak pun akan dibakar.

Cara lainnya adalah berpantang makan karbohidrat dan gula. 

Kalau kita tidak makan karbohidrat dan gula, insulin akan tetap terjaga rendah.

Tubuh juga akan beralih mode, dari metabolisme membakar gula menjadi metabolisme membakar lemak.

Tubuh akan memproduksi keton sebagai pengganti kebutuhan gula pada otak dan beberapa organ lainnya.

Jadi tubuh kita benar-benar tidak perlu karbohidrat.

Ini disebut ketosis.

Bedakan dengan ketoacidosis yang merupakan penyakit. Ketosis adalah kondisi alami manusia.

Dari jaman ratusan ribu tahun bahkan jutaan tahun manusia purba memakan banyak daging. Bisa dilihat dari temuan fosil dan lukisan gua. Pertanian baru ada puluhan ribu tahun saja. Bayi juga mulai dari mode ketosis, ASI mengandung kolesterol dan lemak tinggi.

Lemak dan kolesterol baik untuk kesehatan.

Seluruh membran sel-sel tubuh membutuhkan kolesterol, hormon dan kerja enzim beserta transportasi sebagian besar vitamin adalah tanggung jawab lemak. 

Otak kita terdiri dari lemak dan kolesterol.

Jangan takut makan lemak dan kolesterol, takutlah makan/minum gula seperti minuman manis dan karbohidrat.

Saya makan daging berlemak tiap hari berat badan saya turun hampir 20 kg. Trigliserida, tekanan darah, dan LDL juga turun. Kolesterol baik seperti HDL naik.

Jadi jangan takut kolesterol.

Kolesterol 80 persen diproduksi tubuh. Makanan tidak berpengaruh banyak hanya 20 persen. 

Tubuh akan memproduksi kolesterol lebih banyak jika kita makan karbohidrat dan gula yang tinggi.

Kok bisa begitu?

Begini, kalau kita makan karbohidrat dengan indeks glikemiks tinggi, insulin akan naik.

Hal inilah yang akan menimbulkan inflamasi atau peradangan pada pembuluh darah sehingga tubuh memproduksi kolesterol lebih banyak untuk mengatasi peradangan itu.

Ketika saya makan enak seperti Steak, saya merubah diri saya menjadi pembakar lemak.

Saya berhenti membakar gula dengan berpantang makan karbohidrat dan juga menghabiskan cadangan gula di tubuh dengan puasa.

Ketika mode metabolisme tubuh kita membakar lemak kita akan turun berat badan dengan sehat. 

Oleh karena, yang dibakar adalah cadangan lemak kita.

Ada dua mode utama pembakaran energi, dari bahan bakar gula atau lemak.

Banyak program diet yang turun cepat hanya menurunkan berat air bukan lemak. Oleh karena, selama diet tubuh masih dalam mode membakar gula bukan lemak.

Bahkan lebih bahaya lagi kalau sampai kurang makan dan tubuh malah membakar protein.

Yaitu mengurangi massa otot padahal otot terpenting adalah jantung.

Jangan sampai kita membakar protein yang sangat dibutuhkan tubuh. 

Berhentilah membakar karbohidrat/gula.

Jadilah pembakar lemak.

Jika tubuh masih membakar gula, dan insulin terus menerus tinggi, bisa terjadi masalah metabolisme seperti kegemukan atau obesitas.

Metabolisme yang bermasalah adalah sumber penyakit degeneratif lainnya seperti diabetes, sakit jantung, tumor, kanker, darah tinggi, radang sendi, ketidaksuburan, kepikunan, dan banyak lagi.

Makanlah makanan enak seperti daging berlemak. Yang jahat adalah lemak trans fat dari biji-bijian, itu adalah minyak buatan yang terhidrogenasi, tidak baik untuk kesehatan.

Lebih baik lemak sehat seperti yang ada di daging, minyak ikan, minyak zaitun, minyak kelapa, dan butter.

Lemak dan protein sangat vital untuk kehidupan.

Bisa mati seseorang jika kekurangan lemak dan protein.

Makanya ada essential fatty acids (lemak esensial) dan essential amino acids (protein esensial) tapi tidak ada karbohidrat atau gula esensial.

Esensial karena tubuh manusia tidak bisa memproduksinya. Seperti omega tiga dan beberapa lemak serta 9 protein esensial lainnya. 

Sedangkan gula bisa dibuat oleh liver dengan proses glukoneogenesis menggunakan protein dan lemak untuk keton sebagai pengganti gula yang dibutuhkan otak dan organ lainnya. 

Sebaliknya tidak akan mati orang jika tidak makan karbohidrat/gula, malah sebaliknya, bisa berumur lebih panjang dengan berpantang makanan yang menaikkan gula darah.

Tepung dan gula baru ada selama ribuan tahun saja dan sejak itu juga timbul banyak penyakit degeneratif seperti serangan jantung, diabetes, tumor, dan kanker.

Banyak suku-suku di dunia yang masih makan makanan alami seperti daging dan ikan tidak terdapat penyakit metabolisme seperti obesitas, diabetes, jantung, dan kanker. 

Bahkan gigi mereka bagus karena tidak mengkonsumsi gula yang merusak gigi.

Tapi di Amerika, dan kebudayaan lain yang mulai mengkonsumsi makanan modern, buatan pabrik atau industri pertanian massal seperti tepung & gula; terdapat banyak penyakit metabolisme seperti serangan jantung nomer satu di Amerika.

Bahkan di Asia seperti China yang katanya sehat, walau serangan jantung setengah dari Amerika namun serangan stroke bisa empat hingga lima kali lipat Amerika.

Banyak negara yang tingkat kegemukan penduduknya naik padahal dahulu masih rendah. Ini disebabkan konsumsi makanan yang tidak berhenti.

Mengemil setelah makan misalnya, jadi tidak ada jeda.

Masalahnya insulin akan terus naik selama kita masih makan apapun. Dahulu kala, orang hanya makan pada waktunya, setelah sarapan tidak akan makan lagi sampai makan siang, sekarang orang tidak berhenti mengunyah.

Puasa adalah kebiasaan yang menyehatkan.

Menurunkan baseline produksi insulin dan meningkatkan proses penyembuhan sel-sel (otopagi).

Jadi sebaiknya berpuasa seminggu sekali atau dua kali, dan berpuasa di antara jam makan (antara makan siang dan makan malam, misalnya).

Selain puasa, kita juga harus PANTANG; Pati, Akar/umbi2an, Nuts/kacang2an/biji2an, Tepung dan Gula (yang paling berbahaya).

Tepung dan gula seperti racun atau narkoba, tidak ada kadar sedikit yang tidak berlebihan, harus dijauhi total. Tepung mengandung gluten dan lectin, serta opiate peptide yang menimbulkan kecanduan, sama seperti gula.

Maka dari itu, untuk berhenti makan karbohidrat sama seperti orang sakau (pencandu narkoba yang mendadak berhenti lalu timbul beragam gejala yang tidak mengenakkan).

Harus berusaha keras berhenti konsumsi karbohidrat walau kepala pusing atau badan lemas, biasanya gejala sakau akan hilang jika puasa atau makan daging selama 3 hari sampai seminggu.

Makanlah makanan alami sejak ratusan ribu tahun, DIET; Daging (sapi/kambing/ayam), Ikan, Essential fatty acids atau lemak sehat, dan Telur (jika tidak alergi).


Coba saja selama 2 minggu dijamin akan kelihatan hasilnya, lemak berkurang. Diukur dari lingkar pinggang bukan hanya kilogram saja. Selamat mencoba!

Iklan

One Comment

Komentar ditutup.