Bahaya Gula

Dalam lifestyle pantang diet; gula adalah yang paling utama dipantang. Bersama tepung (yang juga akan menjadi gula di darah), gula mengandung bahaya besar yang seringkali diremehkan. 

Semua yang dipantang (PANTANG: Pati, Akar/umbi-umbian, Nuts/kacang-kacangan/biji-bijian, Tepung, dan Gula) adalah karbohidrat yang akan meningkatkan gula di dalam darah jika dimakan. 

Makanlah makanan yang rendah karbohidrat, kalau bisa tanpa ada kandungan gulanya. Biasanya ada pada makanan alami bukan yang buatan pabrik atau telah diproses. Dan banyak dari makanan bersumber hewani memiliki kadar karbohidrat hampir nol.

Maka dari itu yang harus dimakan setiap hari adalah DIET: Daging (sapi/kambing/ayam), Ikan (dan segala macam hewan laut), Essential fatty acids (minyak ikan, butter, dsb.), dan Telur (jika tidak alergi) sangat minimal dalam meningkatkan gula darah serta insulin. 

Mengapa gula itu sebaiknya dihindari?

Padahal otak, sel darah merah, retina, ginjal, dan beberapa organ membutuhkan gula. 

Kita sebenarnya tidak membutuhkan gula dari makanan, liver bisa membuat gula dari lemak dan protein (disebut gluconeogenesis). 

Kita tidak akan mati jika tidak mengkonsumsi gula atau karbohidrat, tapi kita pasti mati kalau tidak mengkonsumsi lemak dan juga protein. 

Makanya ada 9 asam amino esensial (protein) dan lemak esensial yang tidak bisa diproduksi manusia, kalau gula atau karbohidrat tidak ada yang esensial.

Bukankah gula itu sumber energi?

Sebenarnya ada sumber energi yang lebih bagus, efisien, dan tersedia melimpah di dalam tubuh kita. 

Sumber energi tersebut adalah lemak. 

Bahkan semua orang termasuk yang mayoritas metabolisme pembakar gula juga menggunakan lemak sebagai sumber energi. Misalnya di saat sedang tidur dan tidak makan apapun. 

Tapi bagi yang masih mengkonsumsi karbohidrat dan gula, tubuh akan menyingkirkan gula terlebih dahulu. Misalnya pada orang yang masih makan karbohidrat bersama lauk-pauk berupa protein dan lemak. 

Gula dari minuman dan makanan (karbohidrat) langsung digunakan sebagai sumber energi atau disimpan dalam bentuk glikogen di otot serta liver, dan dijadikan lemak darah (trigliserida) atau cadangan lemak tubuh. 

Sementara lemaknya sendiri yang dari makanan jadi banyak beredar di dalam darah dan disimpan jadi lemak tubuh juga karena sudah menggunakan gula sebagai sumber energi bahkan sampai berlebihan dan disimpan sebagai lemak. 

Jadi kenapa tidak langsung menjadi pembakar lemak saja? 

Tubuh kita sebenarnya lebih sehat menjadikan lemak (dan ketone bodies dari lemak) daripada gula sebagai sumber tenaga. Saya sudah membahasnya dalam artikel sebelumnya

Banyak orang masih saja menjadi pembakar gula. 

Metabolismenya masih menggunakan gula sebagai sumber energi utama. 

Makanannya masih kebanyakan gula atau karbohidrat   

Masalahnya kalau kebanyakan, gula akan disimpan sebagai cadangan energi alias lemak tubuh. Kebanyakan makan gula akan membuat kecanduan dan craving yang manis-manis. 

Dan jika sering makan karbohidrat akan meningkatkan kadar insulin. Insulin dibutuhkan untuk memetabolisme gula kepada sel-sel sebagai sumber tenaga dan cadangan energi. 

Semakin lama sensitivitas reseptor insulin di sel-sel akan berkurang dan pankreas akan memproduksi insulin lebih banyak agar lebih berpengaruh kepada sel-sel. Sampai akhirnya terjadi resistensi insulin. 

Orang yang tingkat insulinnya tinggi akan cepat merasa lapar lagi, oleh karena banyak makanannya yang dimakan malah disimpan sebagai lemak. 

Hyperinsulinemia adalah awal dari obesitas, diabetes, darah tinggi, kanker,dan beragam penyakit metabolisme lainnya. 

Berikut adalah beberapa masalah kesehatan yang ditimbulkan oleh konsumsi gula berlebihan beserta sumber studi ilmiahnya. 

  • Gula Membuat Kelebihan Berat Badan (Kegemukan)

Peningkatan konsumsi gula secara signifikan akan meningkatkan berat badan dan anak yang minum minuman manis walau hanya sekali sehari akan menambah resiko obesitas. 

SUMBER: http://www.bmj.com/content/346/bmj.e7492

Gula secara tidak disadari akan menyebabkan konsumsi kalori yang berlebihan dan membuat kecanduan. 

Gula membuat makanan apapun menjadi lebih enak bahkan makanan yang tidak enak menjadi tolerable seperti junk food, bahayanya dengan nutrisi yang kosong gula sulit dibatasi sehingga menambah asupan kalori yang lebih banyak dibandingkan makanan yang tidak mengandung gula. 

Minuman manis sulit mengenyangkan, jadi seseorang bisa berlebihan mengkonsumsi gula dengan minum minuman manis. 

Salah satu minuman ringan berkarbonasi bisa mengandung gula hingga setengah botolnya!

  • Gula meningkatkan resiko diabetes (yang biasanya dimulai dari kelebihan berat badan selama bertahun-tahun).

Dalam sebuah penelitian tingkat dunia, peningkatan gula walau dalam bentuk kecil akan secara signifikan menambah kemungkinan diabetes. 

Dan secara definisi diagnosis, orang diabetes adalah orang yang kelebihan gula di dalam darahnya diatas rata-rata ukuran normal. 


Maka dari itu penyakit diabetes biasa disebut penyakit kencing manis. 

Dari diabetes ini bisa komplikasi infeksi jamur, kebutaan, amputasi karena luka yang susah sembuh lalu membusuk, sampai kepada kegagalan beragam organ seperti ginjal (sampai harus cuci darah atau bisa fatal). 

SUMBER: http://www.plosone.org/article/info:doi/10.1371/journal.pone.0057873

  • Gula yang menyebabkan penyakit jantung bukan lemak jenuh. 

Riset membuktikan tidak ada hubungan dari makan lemak jenuh dengan sakit jantung. 

Para peneliti menyatakan bahwa makanan yang tinggi karbohidrat atau gula yang meningkatkan kadar LDL. 

SUMBER: http://iquitsugar.com/saturated-fat-heart-disease/

Gula meningkatkan resiko jantung, jika dikonsumsi, gula dan beragam karbohidrat lainnya akan meningkatkan kadar trigliserida darah. 

Trigliserida ini menggunakan LDL sebagai sistem transportasinya. 

Dan trigliserida serta LDL adalah ukuran yang digunakan dalam menilai resiko sakit jantung serta pembuluh darah. 

Bukan hanya gula dalam bentuk karbohidrat dari makanan, tapi juga dari minuman manis akan meningkatkan resiko penyakit jantung. 

Studi dilakukan oleh Harvard School of Public Health. 

SUMBER: http://circ.ahajournals.org/content/early/2012/03/09/CIRCULATIONAHA.111.067017.full.pdf+html

  • Gula meningkatkan resiko kanker (dan makan lemak malah mencegah atau memperlambat pertumbuhan sel kanker)

Cara makan Pantangdiet yang rendah karbohidrat tapi tinggi lemak terbukti efektif dalam mengurangi pertumbuhan tumor otak dalam suatu studi. 

Silahkan Google : ketogenic diet and Cancer. 

Dalam penelitian sistemis lainnya ditemukan bahwa gula merusak mekanisme pertahanan tubuh dan mengganggu kinerja antioksidan alami sehingga meningkatkan resiko kanker. 

Dalam beberapa riset ditemukan bahwa gula dalam bentuk fruktosa menjadi sumber energi sel kanker untuk memproduksi DNA dan RNA yang dibutuhkan dalam pertumbuhan tumor.  

Intinya, gula yang tinggi memicu insulin tinggi. Insulin adalah hormon pertumbuhan yang bisa memacu pertumbuhan sel-sel termutasi seperti kanker, menambah kista, metastasis tumor, dan sumber energinya tumor untuk berkembang adalah gula. 

SUMBER: http://www.time.com/time/health/article/0,8599,1662484,00.html

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22922366

http://www.cancer.ucla.edu/index.aspx?recordid=385&page=644

  • Gula meningkatkan proses penuaan dan kerutan

Gula bisa menurunkan fungsi otak, penglihatan, penyaringan oleh ginjal, membuat radang sendi, asam urat, mempercepat proses penuaan secara umum serta menambah kerutan. 

Dan semakin cepat tua (renta) seseorang, semakin besar kemungkinan (rentan) meninggal dunia. Kan gawat!

SUMBER: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16366738

http://ajcn.nutrition.org/content/58/5/779S.abstract?sid=b85d7c0e-2337-4e2e-944b-f43a974ecab2

Bagaimana dengan pemanis buatan? 

Pemanis buatan walau tidak mengandung gula atau kalori, tetap menaikkan insulin. 

Banyak pemanis buatan yang mengandung bahan-bahan kimia yang berpotensi karsinogenik (menyebabkan kanker) dan merusak metabolisme. 

Walaupun pemanis pengganti gula yang dianggap sehat dan alami seperti Stevia, tetap akan menaikkan insulin dan secara psikologis tetap membuat kecanduan karbohidrat. 

Selanjutnya tentang buah dan susu, walau dianggap sehat, juga mengandung gula walau tidak setinggi tepung dan makanan karbohidrat lainnya. 

Buah mengandung fruktosa yaitu gula buah yang menyebabkan peningkatan insulin. 

Susu mengandung laktosa, yang merupakan gula susu yang juga meningkatkan produksi hormon pertumbuhan sejenis insulin (IGF-1, insulin-like growth factor).

Jadi sebaiknya, susu dan buah dikurangi konsumsinya. 

Apalagi buah-buahan di jaman modern ini sudah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga mengandung gula yang tinggi, dihilangkan atau diminimalkan/dikecilkan bijinya, dibesarkan kandungan isinya (gula) supaya lebih manis. 

Lihat saja sendiri bedanya. Jagung awalnya hanya seperti ranting kecil dengan lima bonggol/biji, beda dengan jagung jaman sekarang yang besar-besar dan banyak bijinya. 


Link inspirasi: iquitsugar.com

Iklan