Gemuk di Luar Lapar di Dalam

Kegemukan adalah kelaparan di dalam tubuh.

Konsumsi karbohidrat (termasuk gula) memang mengandung energi tapi prosesnya malah mengganggu oksidasi lemak sebagai bahan bakar energi, merusak mitokondria sebagai generator tenaga, membuat resistensi insulin dan leptin sehingga mudah lapar terus, gula menggantikan makanan lain yang lebih bergizi malah mencerna gula bisa mengganggu penyerapan nutrisi. 

Orang yang kebanyakan konsumsi karbo/gula akan kekurangan nutrisi, kurang tenaga sehingga malas berolahraga juga dan akhirnya kelebihan berat badan tapi kekurangan energi dan gizi. 

Alias gendut diluar lapar di dalam. 

Bahkan walaupun makan jenis karbohidrat yang termasuk kompleks pun semuanya menjadi gula setelah dicerna. 

Lalu disimpan dalam bentuk lemak alias trigliserida. 

Selama tubuh merasa kekurangan asupan nutrisi, tubuh kita akan menahan lemak-lemak di badan. 

Susah turun berat badan khususnya berat lemak yang ada malah kelaparan. 

Hormon insulin yang berlebihan membuat orang bisa kelebihan berat badan atau kelebihan lemak di tubuh, di dalam darah, pada organ-organ dan sebagainya. 


Hormon insulin dikeluarkan pankreas ketika gula darah tinggi setelah mencerna makanan khususnya karbohidrat termasuk gula. 

Bahkan sebelum makan pun tubuh sudah menyiapkan hormon insulin fase pertama untuk persiapan, ini disebut chepalic response.

Parahnya, pada orang yang kegemukan hormon insulin ini tetap tinggi bahkan beberapa jam setelah makan. 

Begini kerja insulin: 

  1. Lemak (fatty acids) selalu beredar dan bersirkulasi dari dan kembali ke sel-sel lemak dan disimpan sebagai trigliserida. 
  2. Jika konsumsi karbohidrat tinggi, setelah dimakan akan menaikkan kadar gula di darah karena karbohidrat dicerna menjadi glukosa. 
  3. Tugas insulin adalah menurunkan kadar gula darah ini supaya tidak tinggi dan membahayakan. 
  4. Insulin memberikan sinyal-sinyal kepada sel-sel untuk menyerap glukosa di darah menjadi energi (dibakar) atau disimpan dalam bentuk glikogen di otot dan liver.
  5. Insulin mengatur enzim lipoprotein lipase (LPL) khususnya di sel-sel lemak untuk menyerap dan menahan lemak lepas bersirkulasi dengan menonaktifkan enzim HPL (hormon-sensitive lipase). 
  6. Insulin juga memompa glukosa dari sel lemak untuk dibuat menjadi trigliserida dan membangun sel-sel lemak baru untuk menyimpan lemak-lemak tambahan. 
  7. Insulin menahan otot untuk membakar lemak dan protein serta memprioritaskan pembakaran gula serta penimbunan lemak oleh liver yang berasal dari glukosa yang berlebihan. 
  8. Sementara itu gula darah kembali turun bahkan cenderung rendah kalau hormon insulin seseorang sudah berlebihan. 
  9. Lalu tubuh membesar karena sel-sel lemak bertambah tapi tubuh tidak bisa menggunakan lemak ataupun protein sebagai energi, sementara gula di dalam tubuh pun sudah berkurang. 
  10. Jika insulin masih tetap tinggi, sel-sel di dalam tubuh tidak bisa menggunakan lemak dan protein bahkan cadangan gula atau glikogen di otot dan liver sebagai energi karena insulin menahan itu semua, akibatnya sel-sel tubuh merasa kelaparan khususnya jadi menginginkan karbohidrat karena selama insulin tinggi gula adalah sumber energi yang bisa digunakan karena lemak diprioritaskan untuk disimpan. 

Jadi, masalahnya ada di hormon insulin yang berlebihan (serta kortisol sebagai hormon stres yang mengaktifkan LPL jika insulinnya tinggi, tapi mengaktifkan HSL jika insulin rendah, makanya ada orang yang stres jadi makan banyak ada yang stres malah jadi kurus, kembali lagi tergantung insulinnya).

Insulin hiper membuat rasa lapar ingin makan banyak karbo/gula, padahal insulin paling banyak dipicu oleh karbo/gula, jadi seperti lingkaran setan.

Lingkaran yang semakin membesar, lemak yang bertambah banyak, membuat kelebihan berat badan. 

Orang gendut bukan karena makan banyak, justru kegemukannya membuat dia jadi makan banyak (karena insulinnya dipastikan sudah berlebihan). 

Jadi yang dikurangi adalah hormon insulinnya yang sudah berlebihan bukannya berusaha mengurangi makanan atau kalori lewat diet dan olahraga.  

Kalau kita coba berdiet, alias mengurangi makan dan kalori, kita akan kekurangan protein dan lemak, tubuh akan menurunkan metabolisme dan masuk ke starvation mode

Karena merasa kekurangan asupan nutrisi, pemasukan gizi tidak cukup atau konstan, maka tubuh malah menahan lemak-lemak yang ada di badan jadi susah turun berat badannya.


KELAPARAN 

Orang yang kebanyakan makan karbohidrat akan mudah merasa lapar dan susah merasa kenyang. 

Ini disebabkan fluktuasi gula darah dan kelebihan hormon insulin serta hormon leptin yang sudah resisten. 

Seringkali begitu gula darah turun karena hiperinsulinemia dan semua sisa gula dari karbohidrat yang belebihan dijadikan simpanan lemak, maka rasa lapar akan timbul. 

Dan juga, selama asupan protein kurang maka tubuh akan mengirimkan sinyal lapar sampai kebutuhan protein itu tercukupi. 

Sayangnya banyak orang sinyal lapar ini bukannya makan protein cukup malah ngemil atau makan karbo/gula untuk menghilangkan rasa lapar. 

Padahal lapar itu tubuh minta protein. 

Selanjutnya, jika sudah berlebihan lemak di darah (trigliserida) dan di liver, hormon leptin sebagai pengatur rasa kenyang akan terganggu sinyalnya membuat orang susah merasa kenyang. 

Jadi makan terus, lama rasa kenyangnya baru timbul karena leptin resistan sampai akhirnya makan berlebihan. 

Maka bisa dibilang orang gendut makan berlebihan bukan karena dia rakus, memang gara-gara metabolisme sendiri yang sudah kacau khususnya hormon insulin dan leptinnya akibat konsumsi karbohidrat termasuk gula yang berlebihan. 

Tapi kalau kita konsumsi cukup protein, tubuh akan menaikkan metabolisme ini disebut thermic effect, protein akan menjadi otot dan tambahan energi disamping tenaga dari lemak, dan membuat mudah kenyang dengan metabolisme basal tetap tinggi. 

Sangat susah makan berlebihan protein dan lemak itu. Jangan takut kelebihan sampai jadi lemak atau gula darah karena protein plus lemak itu sangat mengenyangkan tapi tidak bikin gendut (asal makannya tidak dengan karbo/gula seperti nasi, roti, mie, kentang, dll.)

Jadi, jangan takut makan protein juga, protein itu makronutrisi terpenting. 

Makan lemak tinggi boleh, malah harus sebagai sumber energi alias kita juga harus makan atau bakar lemak tubuh sendiri juga selain lewat konsumsi. 

Total hitungannya lemak yang dibakar itu lemak dari makanan ditambah lemak di badan. 
Konsumsi protein moderat itu yang susah. 

Kita kira sedang-sedang aja ternyata malah kekurangan. Jadinya badan mudah lelah, capek, lemas, males beraktivitas karena lean body mass kita tergerus. 

Padahal menurut penelitian, protein yang berlebih malah jadi otot atau tenaga atau dibuang lewat urin (dalam bentuk nitrogenous waste atau urea), kecuali bagi yang metabolismenya udah kacau dan fungsi ginjal di bawah 40 persen. 

Itu juga tetap harus makan protein sampai kebutuhan hariannya terpenuhi hanya saja dibatasi dengan jeda atau puasa berkala. 

Kalau karbohidrat sih jangan ditanya, harus seminimal mungkin karena tidak ada karbohidrat yang esensial untuk dimakan, tubuh kita bisa mensintesis glukosa sendiri sesuai kebutuhan.

INTINYA: MAKANLAH PROTEIN HEWANI DENGAN LEMAKNYA PANTANG KARBOHIDRAT

Makan lemak juga jangan takut, gerakan low fat baru mulai di Amerika Serikat berkat penelitian yang bias terhadap 7 negara oleh Ancel Keys (tapi tidak memasukkan Perancis dan Jerman yang banyak makan daging). 

Dia melobi kongres dan anggotanya yang memiliki kepentingan dalam industri makanan, minuman, dan farmasi. 

Mereka berkonspirasi untuk memberikan rekomendasi piramida makanan dimana karbohidrat harus tinggi, lemak harus rendah. 


Terciptalah industri makanan dan minuman rendah lemak (tapi tinggi gula) serta sarapan sereal atau oats. 

Padahal dulu sarapan orang Amerika itu daging seperti sosis atau sepek/bacon dan telur. 

Sehat tidak seperti jaman sekarang yang tinggi angka orang kelebihan berat badan, hingga obesitas serta diabetes. 

Sayangnya pobhia lemak dan kolesterol semakin menjadi-jadi, padahal lemak itu sehat dan kolesterol itu jauh lebih banyak diproduksi oleh tubuh sendiri daripada dari makanan berlemak. 

Coba renungkan:

KENAPA TAKUT LEMAK?

Kalau lemak itu jahat kenapa kelebihan kalori dari makanan disimpan dalam bentuk lemak di tubuh? 

Apakah Tuhan itu jahat sengaja menciptakan tubuh manusia jadi penyimpan lemak yang buruk bagi kesehatan? 

Lemak itu tidak buruk asal yang alami seperti pada daging berlemak. 

Yang jahat itu lemak bikinan manusia yaitu trans fat dimana biji-bijian sengaja dibikin minyak dengan dihidrogenasi. 

Minyak dari kedelai, minyak jagung, grapeseed, dll. Itulah lemak yg dihindari, trans-fat, hydrogenated oil yang menyebabkan inflamasi atau peradangan dan merugikan kesehatan khususnya pembuluh darah dan jantung. 

Tapi bukan berarti semua lemak dihindari, minyak hewani dan minyak kelapa atau zaitun atau sawit masih mending namun karbo/gula udah pasti perlu dipantang demi kesehatan jantung dan pembuluh darah. 

Profil kolesterol darah lebih bagus pada pemakan lemak tinggi daripada pemakan karbo/gula tinggi. 

Glukosa yang tinggi menambah peradangan, menekan sistem imun, menciptakan glikasi pada dinding arteri. 

Memakan karbo/gula berlebihan akan membuat gula darah naik, lalu kelebihan glukosa ini diubah menjadi lemak jenuh alias trigliserida.

Trigliserida yang banyak ini diangkut LDL alias kolesterol buruk ikut naik juga sehingga beresiko terhadap kesehatan khususnya pembuluh darah dan jantung. 

Lemak alaminya adalah bahan bakar tenaga yg utama untuk manusia, bahkan karbo/gula pun kelebihannya disimpan sebagai cadangan bahan bakar energi dalam bentuk trigliserida untuk ditimbun sebagai lemak di tubuh. 


Jadi, kalau mau sehat yg bener adalah pantang karbo/gula karena kelebihan glukosa akan memicu insulin tinggi sebagai sumber masalah kesehatan metabolisme. 

Stop semua karbohidrat dan gula, biarkan tubuh menyeimbangkan hormon-hormon semua. 

Khususnya insulin, leptin, dan kortisol (selain ghrelin, adrenalin, dan glukagon juga) supaya sehat serta berbadan ideal.

Insulin berlebihan plus gula tinggi adalah penyebab kelebihan berat badan, obesitas, diabetes, kalaupun kurus tetap beresiko kolesterol, fatty liver, stroke dan serangan jantung, tumor, pcos, kista, kanker, alzheimer serta dementia, asam urat hingga radang sendi, dll. 

Cukup makan dengan protein plus lemak sesuai kebutuhan dan berpuasa kalau tidak lapar. Dengarkan insting alami kelaparan dan kekenyangan, supaya hormon leptin berjalan sesuai tugasnya. 

Istirahat yang cukup, jangan minum kopi atau teh kalau malah susah tidur. 

Usahakan tidur 8 jam semalam dan dalam keadaan gelap. 

Kalau siang hari beraktivitas lebih rajin misalnya dengan berjalan kaki minimal 10 ribu langkah (kalau mau langsing 20 ribu langkah jalan santai aja dicicil seharian) dan usahakan terpapar sinar matahari minimal 20 menit dalam satu hari. 

Ini akan menjaga ritme sirkadian yang mengatur hormon kortisol serta adrenalin dan sistem saraf parasimpatik-simpatik tetap seimbang. 

Tak perlu berdiet dan berolahraga keras. 

Itu hanya akan menurunkan metabolisme basal dan meningkatkan rasa lapar (sekresi hormon ghrelin meningkat). 

Tapi cukup dengan beraktivitas lebih banyak seperti jalan kaki lebih jauh dari 10 ribu langkah per hari, dan kalau sudah stuck alias tidak turun berat badan (plateau) coba berolahraga seperti angkat beban berat sebentar saja atau HIIT exercises seperti sprint atau lari cepat yang diselang-seling dengan berjalan santai.

Tujuannya untuk meningkatkan sensitivitas sel-sel terhadap insulin. 

Karena hampir semua masalah metabolisme manusia ada pada ketidakseimbangan hormon insulin.

Insulin yang ketinggian hingga resistan sehingga sel-sel sudah kurang sensitif dengan insulin. 

Hiperinsulinemia dan resistensi insulin adalah yang bikin kelebihan berat badan di lemak tubuh hingga obesitas, bisa diabetes, bahkan walau kurus tetap berisiko serangan stroke dan jantung karena tinggi lemak darah, fatty liver dan fatty pancreas, asam urat dengan radang sendi, alzheimer & dementia alias kepikunan, rawan tumor, kista, serta kanker. 


Cara menormalkan fungsi insulin ini adalah dengan berpuasa, stop makan karbohidrat termasuk gula, dan olahraga secukupnya kalau sudah konstan berat badannya tapi selama masih masa penurunan berat badan sebaiknya banyak beristirahat saja. 

Biarkan tubuh mengatur kesehatan dengan optimal dan kita cukup memberikan bahan bakar yang ideal serta tidak membebani daya tahan tubuh dengan makanan dan kegiatan yang menekan sistem imun. 

Sehat itu sederhana sekali: 

Eat meat drink water. 

Pilihan Anda?

It’s your move!


Iklan