Mitos Diet Alkaline dan Kanker serta Hubungannya dengan Glukosa 

MITOS DIET ALKALINE

Menurut diet yang merupakan mitos ini, kita harus banyak makan makanan basa daripada yang asam seperti daging. 

‘Katanya’ kita bisa terlindung dari osteoporosis hingga kanker. 

‘Dokter Alkaline’ Robert O. Young yang mempopulerkan diet “Keajaiban pH” sudah ditangkap dan dipenjarakan. 

Tahunya pH kita basa atau alkali itu diukur dengan tes pH urin atau liur.  

Makanan dan minuman memang bisa mempengaruhi pH urin tapi ini bukan indikator kesehatan. 

Ini karena urin adalah pembuangan, dan sisa dari protein hewani seperti fosfat dan sulfur membentuk keasaman sedangkan sisa dari sayur/buah seperti kalsium, magnesium, dan potasium membuat alkali atau basa tapi gula, lemak, serta pati itu netral karena tidak mengandung mineral. 

Mengubah pH urin dari makanan sama aja dengan minum air alkali atau air dengan campuran baking soda, sisa pembuangan di urin kita akan menjadi sedikit basa. 

Tapi pH urin tidak mencerminkan pH tubuh secara keseluruhan. 

pH dalam tubuh kita dijaga ketat, bahkan sedikit aja ada perubahan pH atau keasaman di darah bisa berbahaya dan membawa dampak yang sangat serius hingga kematian. 

PH DARAH SELALU DIJAGA TUBUH DI KISARAN 7,4

Darah kita diatur supaya pH nya sedikit basa 7,4 dan dijaga supaya terus berada dalam jangkauan segini. 

Kita bisa aja minum baking soda yang banyak dan pH darah sedikit berubah basa tapi itu sementara, tubuh akan secara cerdas mengembalikan ke pH yang netral sedikit basa 7,4. 

Kalau pH darah menjadi asam biasanya karena penyakit seperti Ketoasidosis dan sakit ginjal kronis bukan gara-gara makanan aja. 

Urin bisa juga mengandung kalsium saat banyak makan daging serta waktu minum suplemen aja, jadi sebenarnya makan daging yg bergizi tinggi malah membuat kita banyak mendapatkan kalsium dan bagus untuk kesehatan tulang dalam jangka panjang.

OSTEOPOROSIS ATAU KESEHATAN TULANG DAN OTOT

Beberapa penelitian menunjukkan orang tua atau lansia yang banyak konsumsi daging lebih jarang mengalami cedera tulang dan osteoporosis, silahkan baca jurnal2 ilmiah lainnya juga di bawah ini. 

Sama juga dengan kesehatan otot, karena di urin ada ekses atau kelebihan asam bukan berarti massa otot kita berkurang karena makan daging namun justru itu hanya waste urea, kelebihan atau sisa yang dibuang. 

Otot seseorang akan bertambah malah jika banyak makan daging. 

Kekurangan protein hewani akan membawa defisiensi vitamin (B12, D, A karena sebagian orang tidak bisa mengubah beta karoten di wortel jadi retinol) dan mineral seperti zat besi, zinc, EPA & DHA, kalsium dan yang lainnya. 
SOAL KANKER
Klaim lain adalah diet alkalin ini menyembuhkan kanker. 

Sekali lagi, pH makanan tidak ngaruh ke tubuh. 

Makanan yang dimakan kena asam lambung yang asam dan cairan empedu & pankreas yang basa membuat makanan yang dicerna jadi netral serta pH darah dijaga sama ginjal lalu nafas juga membuang keasaman (karbon dioksida).  

Bahkan kanker pun bisa bertumbuh dalam lingkungan yang basa/alkali. 

Kanker memang bertumbuh di lingkungan asam di dalam tubuh tapi kanker itu sendiri. 

Jadi bukan tubuh yang asam lalu kanker tumbuh, terbalik justru gara-gara kanker itu tumbuh dia membuat kondisi lingkungan sekitarnya jadi asam. 

Begitu sebuah tumor timbul, dia meningkatkan glikolisis dan membatasi sirkulasi darah di sekitarnya  jadi kankernya yang menyebabkan kondisi asam. 

Soal kolesterol, obesitas, dll juga spekulasi dan observasi aja. 

MAKAN DAGING SEHAT (DAGING 70% KALORINYA DARI LEMAK BAIK )

Pada beberapa suku seperti Masai di Afrika yang diamati Dr Weston Price, walau mereka banyak makan makanan yang menyebabkan keasaman seperti daging dan kurang sayur dan buahnya mereka memiliki kesehatan yang prima. 

Kecuali mereka yang bermasalah ginjalnya, makanan yang asam seperti daging tidak apa2 malah bagus untuk kesehatan karena bernutrisi tinggi. 

Yang penting makanannya alami, bukan olahan dan membatasi asupan gula serta karbohidrat lalu hindari minyak trans fat hydrogenated oil.

KANKER dan GLUKOSA 

Di tahun 1970an, Prof. John Yudkin mencatat bahwa lima negara dengan angka kematian akibat kanker payudara pada wanita yg tertinggi adalah:

Secara berurutan; Inggris, Belanda, Irlandia, Denmark, dan Kanada.

Dan kelima negara ini merupakan yang tertinggi dalam konsumsi gula dengan urutan: Inggris, Belanda, Irlandia, Kanada, dan Denmark.

Negara2 yg rendah angka kematian akibat kanker payudara pada wanita secara berurut adalah; Jepang, Yugoslavia, Portugal, Spanyol, dan Italia. 

Juga merupakan negara2 dengan konsumsi gula yang terendah dengan urutan; Jepang, Portugal, Spanyol, Yugoslavia, dan Italia. 

Apakah hanya kebetulan? 

Kanker itu paling utama dihindari adalah glukosa, walau tubuh kita bisa memproduksi sendiri glukosa itu.

Sama aja dengan glutamine, walau terindikasi bisa dimanfaatkan sel kanker, glutamine banyak dihasilkan oleh diri kita sendiri walau tidak makan daging merah. 

Bahkan beberapa jenis kanker dan stadium tertentu, bisa beradaptasi memakai lemak! 

Lalu, apakah kita stop makan semuanya? (bagus juga sih berpuasa, nanti saya tuliskan dibawah mengapa terapi puasa bisa mendukung bahkan membuat remisi/kesembuhan) 

Glukosa, protein dalam glutamine, dan lemak, semuanya bisa dipakai sel kanker. 

Tapi ingat, yang paling utama adalah glukosa. 

Beberapa dekade lalu, Otto Warburg (pemenang nobel fisiologi/ilmu kedokteran) menyatakan ciri kanker adalah menggunakan glukosa sebagai energi. 

Dalam beberapa studi terkini, didapatkan semakin tinggi kadar gula darah pasien yang memiliki tumor, semakin rendah angka survival mereka. 

Data lainnya menunjukkan bahwa hal ini terjadi karena mutasi sel menjadi kanker membuat mitochondrianya defektif dan defisien. 

Defisiensi inilah membuat sel kanker bergantung pada glycolysis atau pemecahan gula untuk tenaga. 

Sel yang sehat juga bisa menggunakan proses ini (anaerobiosis) saat kurang oksigen seperti berolahraga berat dan mengeluarkan asam laktat efeknya otot jadi terasa sakit. 

Sementara sel kanker yg hypoxic ini menggunakan glycolysis walau ada oksigen (fermentasi), proses ini tidak efisien karena sebenarnya mitochondria mampu membuat ATP 20 kali lebih banyak daripada proses glycolysis. 

Sebenarnya, mitochondria ini bisa menumpas sel (apoptosis) yaitu membunuh sel2 yang sudah tua atau mulai malignant. 

Diet zerocarb atau ketogenic mendukung optimalisasi mitochondria ini dan produksi keton menyulitkan sel kanker untuk mendapatkan energi.

Oleh karena mitochondria sel kanker yang cacat (bahkan kanker bisa menonaktifkan mitochondria), glukosa jadi sangat diandalkan untuk memperbaiki kerusakan dari radikal bebas. 

Bahkan serangan radikal bebas banyak juga didapatkan sel kanker selain sel-sel kita yang sehat.

 Jadi yang utama adalah pembatasan glukosa. 

Kalaupun ada gula darah yang naik karena makan daging merah, itu personal, tiap orang beda-beda, tidak selalu dan tidak semua. 

Biasanya yang udah hiper insulinnya makan daging merah bisa glukoneogenesis tinggi, tapi kalau yang biasa aja itu proses demand-driven alias tergantung kebutuhan tidak akan berlebihan jadi glukosa jika makan protein. 

Tapi ada juga orang yang makan babi langsung naik gula darahnya dan insulinnya, makanya silahkan di cek aja terus, kontrol dengan alat ukur. 

Jadi ada juga yang naik gdp karena minum bone broth ada juga yang ngga, tapi sebaiknya dikonsumsi sebagai pelengkap makanan utama; protein dan lemak hewani supaya tidak menekan nafsu makan alamiah. 

Yang jelas, insulin itu paling tinggi melonjak karena makan karbohidrat dan gula, kalau daging masih ada pemicu glukagon sebagai pengimbang insulin. 

Jadi yang mesti dicegah ini adalah insulin yang reaktif khususnya dari konsumsi karbo/gula. 

Oleh karena, sel kanker memiliki insulin receptors seperti insulin growth factor receptor (IGF-1R) dan bisa mengikat insulin, dimana insulin ini disalurkan ke dalam darah saat kita mencerna karbohidrat. 

Studi terbaru menunjukan insulin yang tinggi membuat sel tumor bertumbuh dan berkembang dan diet ketogenic pada pasien kanker stadium lanjut terbukti menurunkan insulin pathway ini secara signifikan terhadap sel tumornya. 

Ada pathway lain yg perlu diperhatikan yaitu  AMP-K pathway yang mampu menghambat beberapa pathways yang diaktifkan insulin. 

Riset pada manusia menunjukkan penggunaan obat diabetes, metformin selain menghambat glukoneogenesis juga mengaktivasi AMP-K, ditambah dengan olahraga yang intens juga pantang karbohidrat juga. 

Beberapa uji coba suplementasi metformin ini sedang dilakukan kepada para pasien kanker payudara. 

AMPK = AMP-activated protein kinase ini juga dipengaruhi oleh puasa, selain itu puasa berkala (if) mampu menurunkan beberapa pathway molekular lainnya seperti IGF-1R, AKT, IRS, mTOR and PI3K sedangkan LKB1 and AMPK meningkat dengan puasa dan aktivasi ini memaksimalkan autophagy atau pembersihan selular.

Puasa juga mampu menguatkan sistem imun yang sedang tertekan ketika sedang diberikan terapi radiasi dan kemoterapi. 

Sistem imun bekerja maksimal jika karbohidrat dibatasi sehingga proses cerna dengan fermentasi bakteri berkurang dan sistem imun bisa fokus menguatkan daya tahan tubuh. 

Selain itu, rasio omega 3 pada makanan harus lebih tinggi dari omega 6, karena jika omega 6-nya yang ketinggian bisa menimbulkan inflamasi atau peradangan yang menekan sistem imun. 

Rasio omega 3 terbaik ada di daging merah dan ikan, jadi kalau masih takut makan daging silahkan makan ikan. 

Yang jelas harus meminimalisir asupan glukosa kalau perlu karbohidrat hampir nol sehingga tercipta keton sebagai pengganti gula (zerocarb atau ketogenic) 

Diet ketogenic/zerocarb yang membatasi glukosa akan membuat efektivitas terapi kanker meningkat terbukti dari sebuah penelitian tumor otak, diet ketogenic membantu kerusakan dari radikal bebas terhadap dna sel kanker. 

Keton juga dihipotesiskan mampu melawan kanker walau masih spekulatif tapi tampak pada beberapa suku di Afrika dan Inuit Eskimo tradisional di kutub utara yang makan daging merah dan ikan memiliki kasus kanker yang sangat jarang. 

Dr. Urquhart sebagai dokter bedah di daerah kutub utara mengungkapkan dalam 7 tahun dilengkapi mesin x-rays dan alat surgical mempublikasikan tidak ada satupun kasus kanker disana. 

Kanker ini sangat kompleks dan multi-faktor, sampai kini pun masih dipelajari dan belum ketemu kepastiannya. 

Tapi yang jelas, puasa dan diet ketogenic atau zerocarb sangat membantu dan berpotensi mereversal, bersama terapi potensial lainnya (hyperbaric oxygen, dll) 

Kita banyak belajar aja, baca2 lagi biar semakin tahu dan tidak disesati oleh katanya aja. 

Salam damai ✌ 

Jurnal ilmiah:

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/7797810

http://ajph.aphapublications.org/doi/pdf/10.2105/AJPH.26.11.1113

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/7797810

http://journals.cambridge.org/action/displayAbstract?fromPage=online&aid=8878808&fulltextType=RV&fileId=S0007114513000962

http://advan.physiology.org/content/33/4/275.full

http://journals.cambridge.org/action/displayAbstract?fromPage=online&aid=8878808&fulltextType=RV&fileId=S0007114513000962

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21719899?dopt=Abstract&holding=f1000,f1000m,isrctn

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20040895?dopt=Abstract&holding=f1000,f1000m,isrctn

http://link.springer.com/article/10.1007/s001980170095

http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1359/jbmr.090515/full

http://journals.cambridge.org/action/displayAbstract?fromPage=online&aid=8878808&fulltextType=RV&fileId=S0007114513000962

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19754972

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16373952

http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1359/jbmr.090515/full

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21529374

http://journals.cambridge.org/action/displayAbstract?fromPage=online&aid=8878808&fulltextType=RV&fileId=S0007114513000962

http://jn.nutrition.org/content/141/4/588.short

http://www.biomedcentral.com/1471-2474/11/88/

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20005315

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11842948

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/9925137?dopt=Abstract

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11914191?dopt=Abstract

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/8610662?dopt=Abstract

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20003625

http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0261561411000604

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/8989270

http://jcem.endojournals.org/content/94/2/645.long

http://ajcn.nutrition.org/content/50/4/746.full.pdf

http://link.springer.com/article/10.1007/s394-001-8348-1

http://ajcn.nutrition.org/content/87/3/662.full

http://journals.cambridge.org/action/displayAbstract?fromPage=online&aid=8878808&fulltextType=RV&fileId=S0007114513000962

http://jasn.asnjournals.org/content/8/5/784.short

http://www.biomedcentral.com/content/pdf/1550-2783-9-50.pdf

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/8605731?dopt=Abstract&holding=f1000,f1000m,isrctn

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18301995?dopt=Abstract&holding=f1000,f1000m,isrctn

http://www.nutritionandmetabolism.com/content/9/1/72

http://ajcn.nutrition.org/content/95/6/1438.full

http://ajcn.nutrition.org/content/97/3/612.short

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/17702734

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21046483

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20003625

http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0261561411000604

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21352078

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11842945

http://www.vivalis.si/uploads/datoteke/cms_48921ca478e63.pdf

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20003625

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/12450898

http://ajcn.nutrition.org/content/91/2/406.full

http://ajcn.nutrition.org/content/92/4/940.full
Sumber:

http://chriskresser.com/the-ph-myth-part-1/ 

http://chriskresser.com/the-acid-alkaline-myth-part-2/

Iklan