Ngomongin Penyakit: GERD, Diverkulitis, dan Batu Empedu

Berikut adalah beberapa penyakit yang umum diderita oleh orang yang mengkonsumsi karbohidrat tinggi yang pernah saya bahas di grup Facebook pantang diet;

GERD (Asam Lambung yang Naik)

GERD adalah Gastro Esophageal Reflux Disease dimana asam lambung naik ke kerongkongan atau esofagus bikin panas dan nyeri di ukuran hati hingga tenggorokan lama2 bisa berpotensi kanker esofagus!

GERD ini berawal dari bakteri2 yg di usus khususnya small intestine makanya dibilang SIBO (small intestinal bacterial overgrowth)

Bakteri2 ini berlipat ganda saat memfermentasikan serat dan karbo kompleks, karena ini makanannya mereka dan hasilnya menimbulkan gas..

Gas ini bikin kembung, kentut, kalau di usus kecil naik menekan lambung bikin asam lambung ke esofagus dan timbulah GERD,

Apalagi semakin tua semakin lemah otot penahan yang ada di perbatasan lambung dan esofagus.

Beberapa jenis karbo simpel seperti tepung dan gula tidak menimbulkan banyak gas karena langsung dipecah enzim amylase dan menjadi glukosa sederhana yang cepat diserap sehingga menaikkan gula darah dan insulin

Justru yg bikin banyak gas dan akhirnya GERD adalah karbohidrat kompleks seperti yang banyak seratnya yang lama dan susah diserap sehingga dibantu dicerna dan difermentasikan bakteri, istilahnya FP (fermentation potential)

Beberapa jenis nasi dan kentang bahkan bisa beda2 tingkat FP ada kentang yg bikin bergas ada yg ngga tapi walaupun begitu semua karbohidrat harus dibatasi untuk mengurangi bakteri sehingga daya tahan tubuh kuat dan gula darah tidak ketinggian serta keseimbangan hormon insulin terjaga.

Jadi solusinya diet rendah karbohidrat ala pantangdiet.com utk menurunkan tingkat FP  (fermentation potential) dan hasilnya GERD menghilang serta metabolisme aman serta sehat tidak kelebihan berat badan.

Kutipan dari dr Paul Mabry:

Manusia tidak diciptakan untuk mencerna serat dari tumbuhan.

Serat tumbuhan itu terbuat dari selulosa seperti pada kayu.

Selulosa adalah pati seperti amylopectin di tepung, amylopectin merupakan rangkaian molekul glukosa rantai panjang.

Masalahnya rangkaian molekul glukosa di serat tidak bisa dipecah rantainya oleh sistem cerna manusia karena tidak punya enzimnya.

Beda dengan amylopectin, manusia punya enzim amylase di mulut dan perut yang bisa memecah rantai molekul glukosa sehingga manusia bisa mencernanya dan membuat gula darah naik.

Beberapa serat dibantu cerna oleh mikroba seperti bakteri dan protozoa, menghasilkan gas, formaldehyde yang karsinogenik dan alkohol yang terkait juga dengan kanker.
Inflamasi atau peradangan juga dapet terjadi menyebabkan sistem cerna terpapar protein asing bisa beresiko sindrom Leaky Gut Syndrome dan sakit auto-immune.
Usus kita tidak diciptakan untuk dilewati oleh serat dan tekanan pergerakannya menimbulkan titik lemah yang bisa membuat partikel terperangkap sehingga menyebabkan pembengkakan dan infeksi.

Kondisi ini disebut diverticulosis.
Dulu di dunia medis penyakit ini dikira disebabkan oleh kurang serat dan harus pantang kacang2an dan biji2an supaya tidak terperangkap di diverticuli.

Ternyata dalam studi lebih lanjut justru diketahui sumbernya adalah serat yang kebanyakan.

Bedakan dengan serat dari hewani yang terbuat dari protein, sistem cerna kita memiliki asam lambung dan enzim-enzim yang dibutuhkan untuk memecahnya menjadi asam amino bernutrisi tinggi.

MASALAH PENCERNAAN, ASAM LAMBUNG, DAGING, KARBOHIDRAT YG BASA, CHYME, & PYLORUS, GASTRIC ULCERS & AUTOIMMUNE DISEASE..

Lanjut membahas masalah pencernaan di lambung dan usus akibat konsumsi karbohidrat.

Kalo GERD itu masalah katup antara esofagus dan lambung kebuka ke atas lalu asam lambung naik gara2 gas hasil fermentasi karbohidrat kompleks oleh bakteri

Kali ini kita bahas katup bagian bawah (pylorus) antara lambung dan usus yg kebuka terlalu dini serta asam lambung yg kurang gara2 karbohidrat juga.

Lambung dirancang utk menampung asam lambung dengan ph rendah 1~3 gunanya utk mencerna daging sampai lumer menjadi cairan (chyme)

Asam lambung ini juga membantu melawan mikroba yg masuk dari makanan mencegah infeksi, aktivasi enzim pepsin utk mencerna protein.

Protein di-breakdown (proteolysis) dgn enzim pepsinogen jadi asam amino (polipeptoda) siap dicerna di usus jg dgn enzim tripsin,

Semua makanan termasuk karbohidrat di lambung dicerna jadi chyme yg siap lanjut ke usus dengan ph atau tingkat keasamaan chyme sebagai sinyalnya.

Pyloric sphincter adalah katup di bawah lambung menuju usus halus, nah chyme alias makanan yg dicerna di lambung memicu pembukaan katup ini.

Tingkat keasamaan atau pH dari chyme akan memicu rilis sodium bicarbonate atau cairan basa dan enzim dari pankreas utk menetralisir keasamannya.

Kalau makan daging aja tanpa #karbo, asam lambung bekerja normal, pyloric sphincter terbuka sesuai waktunya, chyme udh halus pH-nya udah pas

Makanan berkarbohidrat tidak dicerna di lambung, tapi di usus dgn enzim amylase dipecah jadi gula dan difermentasi mikroba usus malah serat2nya tak tercerna.

Karbohidrat seperti pati, gula, dan sayuran yg basa membuat asam lambung berkurang keasamannya, pH chyme jd kurang tp pylorus kebuka lebih cepat.

Pylorus kebuka lebih dini karena karbohidrat harus dicerna di usus masalahnya chyme yg tidak terlalu asam tak memicu cairan basa dari pankreas.

Kalau makan karbohidrat nya bareng daging, daging jadi tak tercerna sempurna di lambung keburu ke usus karena pylorus udah kebuka terdorong chyme.

Chyme yg kurang asam dan protein yg kurang tercerna membuat banyak masalah pencernaan, usus halus dan 12 jari bisa teriritasi, gara-gara karbohidrat.

Lalu yg disalahkan makan daging bikin asam di usus padahal chyme yg kurang asam, cairan basa jadi ngga keluar di usus gara2 karbohidrat yang basa.

Karbohidrat tinggi bikin radang/inflamasi usus, partikel2 yg belum tercerna picu leaky gut & autoimun, alergi, jerawat, perut kembung, diare, sembelit, gastric ulcer.

Semua masalah pencernaan dari GERD, maag, sakit usus & imun, karena karbohidrat maka stop makan karbohidrat yg tak esensial itu, makan aja daging!

 

 

Sakit Batu Empedu & Makan Berlemak

 

Empedu adalah organ yg mengeluarkan cairan untuk mencerna lemak.

Jika seseorang sebelumnya jarang makan lemak alias pola makan tinggi karbo kemungkinan sudah terbentuk batu empedu.

Batu empedu ini adalah akibat kristalisasi cairan empedu yg jarang dikeluarkan karena makan tinggi karbo tapi rendah lemak.

Jadi begitu makan lemak, batu empedu itu terdorong keluar.

Sebetulnya masalahnya adalah di kurang makan lemak, pada diet tinggi protein juga menimbulkan batu empedu jika kurang asupan lemak.

Kebanyakan org yg udah obesitas udah punya batu empedu,

Orang yg bertahun-tahun makan karbo kurang lemak juga bisa punya batu empedu,

Maka makan banyak lemak bisa mendorong cairan keluar dan batu empedu jadi ikut keluar kesannya lemak itu yg menyebabkan.

Padahal sebabnya adalah kurang makan lemak sebelumnya jadi mengkristal cairan empedu yg dorman/kurang aktif.

Sebenernya batu empedu kayak kasus batu ginjal, kan kalo sakit batu ginjal disarankan banyak minum

Jadi pas sakit batu ginjal banyak minum itu supaya batu2nya cepet keluar walau sakit..

Batu empedu juga gitu, banyak makan lemak supaya kalo ada batu bisa cepet keluar,

Lah ini malah ditakuti, disarankan jangan makan lemak supaya ngga sakit,

Sama saja seperti menyarankan orang sakit batu ginjal agar jangan banyak minum..

Padahal banyak yang sembuh akhirnya dari masalah batu empedu ini berkat pola makan tinggi lemak,

Banyak faktor lain juga yg mempengaruhi pembentukan batu empedu ini, umur dan jenis kelamin pun pengaruh.

Kayak obesitas, kehamilan, obat2an, pil kb, konsumsi alkohol, penurunan berat badan mendadak, inflamasi di Liver yg merembet ke empedu, dll.

Sumber penyebab yang paling banyak tetap  tetap karbo, karbohidrat tinggi akan meningkatkan kolesterol sebagai pembentuk batu empedu,

Serta menciptakan tekanan oksidasi atau oksidatif stres di empedu yg diakibatkan makan karbo/gula dengan glikemix yg tinggi.

Kesimpulan: pola makan rendah karbohidrat adalah yg terbaik untuk kesehatan cerna kita.
Bacaan lanjutan: https://www.facebook.com/groups/1085642831500964/permalink/1211982508866995/

GERD: Treat it with a low- or high-carb diet

Info jurnal ilmiah:
http://www.gastrojournal.org/article/S0016-5085(11)01509-5/abstract
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2303985/ http://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/alcohol/alcohol-fact-sheet

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/2669662

http://www.nejm.org/doi/full/10.1056/NEJM198812153192403

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/9665682

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1774557

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15888792

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC329589/pdf/jcinvest00481-0168.pdf

Iklan