Gula Berlebih dan Resistensi Insulin 

SESENDOK GULA DI DARAH 

oleh Reza Wahyu Ismail

Di dalam darah kita yg sekitar 5 liter terdapat sesendok gula aja (5 gram) 

Diagnosis diabetes ditegakkan pada ukuran gula darah puasa di atas 125 mg/dL. 

Tapi kalau sudah menyentuh angka 100 mg/dL itu udah dianggap pra-diabetes,

Karena 1 liter sama dengan 10 deciliter kita kalikan dengan 100 mg/dL maka kita dapat angka 1000 milligram alias 1 gram per liter darah dengan total darah 5 liter, berarti kadar gula darah total pra-diabetes itu adalah 5 gram.

Sesendok gula aja.. 

Kalau kita ingin sehat tidak pra-diabetes sebaiknya angka gula darah puasa kita di bawah 80 mg/dL. 

Beda dengan yg diabetes (>125 mg/dL) hanya seperempat sendok gula.. 

Hanya seperempat sendok! 

Yang mengerikan adalah seporsi kentang goreng ukuran medium di restoran cepat saji mengandung karbohidrat sebanyak 47 gram. 

Hampir 10 sendok! 

Bayangkan, tubuh kita harus mengelola kelebihan gula darah hanya seperempat sendok, ini mesti mengatasi kelebihan 40 kali lipat dari itu.. 

Kerja keras banget kan metabolisme kita, dengan hormon insulin yang mau ngga mau harus jadi berlebihan dan akan membuat masalah seperti resistensi di kemudian hari jadi diabetesi. 

Itu baru kentangnya, belum minumannya yg manis dan bersoda, plus karbohidrat dari roti burger, juga makanan penutup kayak eskrim. 

Gula berlebihan (excess glucose) adalah penyebab insulin berlebihan (hyperinsulinemia) sampai jadi resisten alias penyebab obesitas dan diabetes. 

Sedihnya 60% masyarakat Indonesia tidak sadar mengidap diabetes.. 

Indonesia selalu masuk 3~10 besar negara penderita diabetes terbanyak dengan 10 juta orang yg terdata.

Bagaimana yg ngga terdata dan belum sadar?

Untuk mereka yg memiliki resiko terkena diabetes:

1. Seperti yg udah kegemukan (BMI>27) atau 

2. Tak mesti gemuk tapi perutnya udah buncit (>85 cm) itu resiko 7 kali lipat, 

3. Yg udah hipertensi, tekanan darah tinggi (>140/90mmHg) serta, 

3. Lemak darah seperti asam palmitat dan trigliserida udah tinggi (>250 mg/dL) padahal HDL-nya <40 mg/dL

Atau bagi mereka yg udah beresiko karena riwayat kesehatan, mulai seringnya pipis, haus, dan lapar.

Sumber: https://proteinpower.com/drmike/2005/08/31/a-spoonful-of-sugar/

60 Persen Masyarakat Indonesia Tidak Sadar Mengidap Diabetes

Insulin & Kelebihan Berat Badan 

Orang gemuk dan orang kurus bisa saja punya gula darah yang mirip, sebelum dan setelah makan tidak jauh berbeda.. 

Lalu apa yang membedakan si langsing dan si buncit? 

Itu adalah kadar hormon insulin. 

Sebelum makan, kadar hormon insulin puasanya aja udah dua kali lipat tingginya dari yang normal. 

Setelah makan insulinnya bisa berlipat ganda, hingga empat kali lipat lebih banyak! 

Salah satu fungsi utama hormon insulin adalah menghambat pembakaran lemak. 

Jadi orang gemuk tidak akan pernah membakar lemak selama insulinnya terus tinggi. 

Makanya jadi ngga bisa kurus-kurus.. 

Ketika si buncit tidak bisa mengakses simpanan lemaknya sendiri untuk tenaga, maka akan mudah lapar lagi. 

Pada level selular, mitokondrianya hanya akan mampu membakar glukosa saja. 

Selalu membakar glukosa, selalu craving carbs untuk gulanya, lapar terus, sering makan, suka ngemil, tapi mudah lelah dan mengantuk. 

Karena insulin yang tinggi membuat orang yang gemuk hanya menyimpan saja, tidak pernah membakar lemak2 di badannya. 

Inilah penjelasan fenomena obesitas, yang membedakan si langsing dengan si perut buncit. 

Pada diabetesi tipe 1 yang kurus karena tidak bisa produksi hormon insulin mencukupi akan kurus dan terbukti suntik insulin membuatnya bisa naik berat badannya. 

Semuanya perlu tahu tentang insulin ini..

Sumber; dokter Ted Naiman

INSULIN DAN RESISTENSI INSULIN 

​Banyak orang, termasuk para ahli menganggap resistensi insulin itu karena diet tinggi lemak! 

Mari kita lihat benarkah begitu.

Tapi sebelumnya kita bahas dulu soal hormon insulin:

Apa yg menentukan thermostat berat badan? Mengapa orang kurus makan banyak tetap kurus, yg gemuk diet turun beratnya bisa balik lagi?

Berdiet mengurangi makanan/kalori, tubuh akan mengurangi juga output energi, berhemat, jadi metabolisme turun, sebaliknya juga begitu. 

Yang menentukan thermostat atau set poin berat agar selalu stabil malah cenderung naik adalah hormon insulin buktinya ada pada studi diabetes. 

Org diabetes tipe 1 tidak bisa produksi insulin badannya sangat kurus sebelum disuntik insulin, org yg disuntik insulin akan menjadi gemuk. 

Jadi semakin tinggi kadar hormon insulin seseorang, dia akan cenderung memiliki berat badan yg belebih di lemak subkutan dan visceral Fat. 

Hormon insulin meningkat saat makan, khususnya karbo karena naikin gula darah dan protein (sedikit saja kecuali udah sindrom metabolisme)

Hasil cerna karbo berupa glukosa diarahkan insulin ke sel2 & pembakaran lemak untuk tenaga ditahan, tujuannya supaya gula darah normal lagi. 

Glukosa ini diarahkan insulin ke sel2 utk dibakar sebagai energi, disimpan sebagai glikogen dan sisanya diubah jadi lemak (lipogenesis)

Gula darah jadi normal kembali, cenderung rendah berkat insulin walau makan karbohidrat banyak, sensitivitas sel kepada insulin masih bagus. 

Sebaliknya jika ada sel2 tidak peka terhadap insulin maka disebut resistensi insulin yg pada kadar tertentu masih normal dalam metabolisme. 

Misalnya sedikit resistensi insulin di sel2 otot supaya tidak semua glukosa diserap otot tapi bisa untuk otak dan gula darah tidak nge-drop

Tapi resistensi insulin yg tinggi membuat kadar insulin semakin banyak diproduksi pankreas (di sel2 beta) untuk menggempur resistensi sel

Produksi insulin yg berlebihan ini karena resistensi akan selalu tinggi (hyperinsulinemia) sehingga pembakaran lemak badan terus tertahan. 

Dan Liver yg juga sudah mulai resistensi insulin akan semakin meningkatkan proses de novo lipogenesis sehingga lemak jenuh semakin banyak. 

Sehingga insulin yg bermasalah (hiper & resisten) menimbulkan masalah / sindrom metabolisme (buncit, darah tinggi, obesitas, diabetes, dll)


Ciri insulin bermasalah: mudah lapar & makan berlebih karena hormon leptin resisten dan hormon lapar ghrelin meningkat, ngantuk abis makan

Ciri2 lainnya: Susah fokus, kembung, hipertensi, depresi, inflamasi tinggi, lemak darah (trigliserida) dan/atau asam palmitat naik insulin

Resistensi insulin juga berkaitan dgn mutasi, obat, obesitas, kortisol, infeksi, pcos, usia tua, malas bergerak, kehamilan, hipertensi dll. 

Penyebab resistensi insulin ini masih diselidiki ada studi pada tikus yg menyebutkan karena pola makan tinggi lemak. 

Kembali soal resistensi insulin, dugaan makanan berlemak sumber masalahnya terbantahkan oleh studi diabetes Eskimo. 

Diet Eskimo tradisional yg tinggi omega 3 di daging merah dan ikan mencegah diabetes yg diawali resistensi insulin. 

Org Eskimo yg kena diabetes krn resistensi insulin adalah mereka yg udah mulai makan karbo dan makan olahan yg tidak imbang rasio omega 3:6

Pd studi tikus yg tinggi lemak lalu kan resistensi insulin (RI) masih menggunakan metabolisme pembakaran glukosa dimana ada konsumsi karbo

Jadi adanya konsumsi karbo plus lemak tinggi, insulin tetap terpicu dan pembakaran lemak ditahan malah lemak ditumpuk, disimpan & bertambah

Memang tingginya kadar lemak (free fatty acids) & trigliserida sebabkan resistensi insulin https://t.co/zMJSiCIoW3 https://t.co/hcdzaXPpjx

Tapi studi menunjukkan trigliserida bisa tinggi karena pola makan tinggi karbohidrat tapi rendah lemak insulin. 

VLDL pun naik dari peningkatan trigliserida yang berasal dari konversi sukrosa dan fruktosa di hati oleh proses de novo lipogenesis insulin. 

Studi terkini membuktikan bahwa fruktosa (kayak pada gula) yg paling berperan dalam menimbulkan resistensi insulin. 

Ini karena fruktosa langsung dimetabolisme di hati menjadi trigliserida, lemak darah naik memicu resistensi insulin. 

Inilah yg dimaksud resistensi insulin oleh lemak, yaitu trigliserida yg berasal dari konsumsi karbohidrat dan gula. 

Resistensi insulin dan obesitas sebenarnya adalah mekanisme tubuh memproteksi diri dari lipotoxixity akibat kelebihan lemak & excess glucose. 

Pola makan tinggi karbo/gula dan rendah rasio omega 3:6 (trans fat) seperti pada junkfood memicu resistensi insulin. 

Selain pola makan, gaya hidup yg stres, jarang bergerak, dan kurang vitamin D bisa mempengaruhi resistensi insulin.  

Nantinya gula darah yg tinggi akibat resistensi insulin akan menimbulkan glikasi dan radikal bebas, lipotoxixity di pankreas bikin diabetes. 

Merasa gula darah dan trigliserida oke? 

Cek asam palmitat di darah dan indikasi inflamasi CRP & IL-6, ketahui resistensi insulin sejak dini!

Resep terbaik utk mengurangi insulin dan RI, meningkatkan sensitivitas sel yaitu dgn makan rendah karbo/gula & olahan, olahraga, dan puasa.

Basal Insulin Tinggi Sebelum Makan

Masalah sindrom metabolisme (kelebihan berat badan hingga obesitas, diabetes, kolesterol, darah tinggi, penyakit pembuluh darah/stroke serta jantung, kanker dll) 

Diawali dengan insulin yg ketinggian atau hyperinsulinemia yang mengarah ke resistensi insulin. 

Insulin tinggi ini disebabkan oleh makanan khususnya karbohidrat yang meningkatkan gula darah serta sebagian oleh protein murni seperti bubuk whey. 

Tapi masalahnya, setengah dari kadar insulin bukan berasal dari makanan. 

Ini disebut sekresi insulin basal atau insulin sebelum makan. 

45~50% insulin diproduksi setiap harinya bahkan sebelum makan. 

Berat badan seseorang ditentukan oleh kadar hormon  insulin ini. 

Misalnya orang yang obesitas bisa hingga 7 kali lipat lebih tinggi insulinnya dari orang dengan berat normal. 

Dari sebelum makan insulinnya udah tinggi, sehabis makan makin tinggi, dan setelah makan masih tinggi lama turunnya. 

Maka, untuk menurunkan insulin yang ketinggian ini tidak cukup hanya dengan berpantang makan karbo/gula atau sekedar diet rendah karbohidrat. 

Ayo kita sama2 bangun kesadaran dan pemahaman, mari berkontribusi demi Indonesia yg lebih baik, amiin! 

HELP ME TO HELP OTHERS! 

# Rek Mandiri 1550009463657

Sumber: http://www.buttermakesyourpantsfalloff.com/fasting-and-fifty-percent-insulin-problem/

Iklan