Kenapa Kacang Dipantang Bagian 2

#TELEMINAR tentang kacang/biji/benih, 
Join juga grup fb pantang diet dan telegram.me/pantangdiet simak: 

Benih-Benih (Kacang/Biji) Bergizikah?


Sebelumnya saya tuliskan sebaiknya kacang dipantang (https://pantangdiet.com/2016/10/02/kenapa-kacang-dipantang/) karena ketinggian lemak omega 6 daripada omega tiganya membuat rasio FADH2:NADH kacau sehingga lemak-lemak ini tersimpan dalam sel lemak bikin susah turun berat badan dan menyebabkan peradangan.

Di Jaman Purba juga manusia kesulitan mengumpulkan kacang banyak-banyak, belum kupasnya repot kalau untuk makan, kenyang ngga tapi capek ngumpulinnya karena pohonnya misah-misah ngga jadi satu di kebon kayak kebon kacang..

Walaupun begitu, sebagian manusia primitif ada yang makan kacang (manusia spesies neanderthal yang sudah punah) dari temuan gigi geligi dan beberapa suku primitif ada yang makan kacang juga tapi tetap makan daging lho.. 

Sumber: http://www.pnas.org/content/108/2/486.short

Nah kita bahas kacang-kacangan dan biji-bijian ini (grains, beans, nuts, seeds, legumes, dll.) yang semuanya adalah BENIH.

Gandum, jagung, beras, oats, adalah benih rerumputan dan ilalang.

Pea/Kacang, lentils, kedelai, adalah benih dari legumes, kalau benih dari kacang pohon seperti walnuts, hazelnuts, pecans, ada juga biji-bijian seperti biji bunga matahari, wijen. 

Semuanya benih: termasuk kacang tanah dan almon, kacang mete, hingga QUINOA.

Banyak yang diproses dan diolah menjadi TEPUNG ini sudah sangat jelas dipantang dalam PD.

Benih ini bagian paling berharga menurut tanaman karena inilah anak-anaknya, embrio, bayinya yang sangat dijaga dan dilindungi.

Benih ini bisa kuat dan tahan tekanan dari lingkungan, bisa selamat dari pencernaan, harus bisa melawan panas dan dingin, serangga dan cacing, bakteri dan jamur, hama serta pemangsa lain hingga bisa berkecambah, berakar dan tumbuh jadi tanaman baru.

Tanaman tidak bisa bergerak, maka dibuatlah zat-zat kimia untuk melindungi dari yang beracun, mengganggu kesehatan, hingga yang manis kayak buah-buahan dengan harapan bijinya bisa dibawa pemangsa untuk tumbuh di tempat lain.

Zat-zat kimia di banyak benih/biji/kacang ini ada yang berpotensi menggangu kesehatan jika tidak diatasi dengan benar misalnya seperti aflotoksin di kacang tanah rawan infeksi hingga kanker (sumber ilmiah: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23761295) dan lectin-nya yang beresiko sakit pembuluh darah dan jantung (atherosclerosis), sumber: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/9727614)

Studi yang bilang gandum utuh bagus karena risetnya dibandingkan dengan gandum prosesan atau tepung yang memang lebih parah, tapi bukan berarti sehat karena sama-sama mengandung keburukan bagi kesehatan.

Kelihatan ada protein tapi asam amino esensial sangat rendah dan tidak lengkap serta sulit diserap tubuh karena strukturnya yang defensif.

Salah satu protein di kacang/biji dan beberapa jenis tanaman lain adalah lectin, yang bisa bikin serangga mandul serta pada manusia membuat usus kita leaky atau bocor halus dengan mengikat glycoprotein di dinding usus.

Lectin bisa membuat darah menggumpal dan meningkatkan resiko penyakit autoimun seperti rematik, celiac, multiple sclerosis, gangguan tiroid, diabetes tipe 1 (sistem imun menyerang pankreas yang dikira sama dengan lectin)

Lectin ini juga mengacaukan sistem imun hingga bisa membuat sel-sel kanker bertumbuh dengan menjadi mitogens serta mengikat T-cells, misalnya kacang tanah bisa membuat kanker kolon bertumbuh.

Lectin bisa berkurang dan dihilangkan (di non-aktifkan) dengan merendam, memasak hingga mendidih, baking atau roasting alias dipanggang (75% mengurangi lectin) dan menumbuhkan kecambahnya tapi ini hanya mengurangi kalau mau dihilangkan harus direbus dalam waktu lama.

Studi  ilmiah: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/12381157

Banyak juga umbi-umbian, kentang, dan buah-buahan yang mengandung LECTIN ini: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/7001881

Maka kita harus hati-hati dengan yang namanya lectin ini kalau bisa dihindari aja, baca: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1115436/

Jenis protein lain yang ada di kacang/biji atau benih adalah GLUTEN, ada di gandum, malt/barley, rye, dll.

Gluten ini protein untuk nutrisi tanaman bertumbuh dari benih menjadi kecambah, dan banyak orang sensitif hingga sakit CELIAC yaitu kondisi autoimun serius, untuk yang tidak alergi tetap aja susah dicerna dengan kandungan prolamin yang menganggu sistem imun.

Gluten yang dicerna menimbulkan toksin dari gliadinnya, membuat sistem cerna bermasalah dan kecanduan di reseptor otak kita.

Lectin dan gluten serta protein lainnya susah dicerna manusia karena benih mengandung penghambat enzim-enzim seperti protease, amylase atau enzim cerna protein, tapi kalau dimasak lumayan mengurangi inhibitor atau penghambat enzim-enzim cerna ini.

Namun ada satu anti nutrisi yang TIDAK BISA DIHILANGKAN DENGAN DIMASAK, yaitu asam fitat.

Kandungan asam fosfor di tanaman atau fitat ini tidak bisa dicerna manusia, kalau sapi dan kambing bisa cerna asam fitat.

Efek asam fitat adalah menghalangi penyerapan zat besi, zinc, dan mineral lainnya serta mengganggu sistem cerna termasuk pepsin, amylase, tripsin jadi sulit mencerna proteinnya.

Termasuk ada juga di sayuran dan coklat, beragam jenis makanan nabati tapi utamanya di kacang/biji atau bagian benihnya tanaman.

Sebagian asam fitat bisa dikurangi dengan direndam dan dikecambahkan juga difermentasikan. Baca aja: http://www.phyticacid.org/soaking-beans/

Asam fitat ini menghambat penyerapan banyak nutrisi membuat makanan dari kacang/biji/benih dan sayuran jadi kurang bergizi: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/17585036

Dan kebanyakan kacang bisa bikin banyak gas dari bakteri (kentut & GERD)
Kacang bahkan lebih tinggi fitat-nya dari biji-bijian seperti gandum: http://www.ajcn.org/content/47/2/270.full.pdf

Namun biji-bijian tinggi karbohidrat atau pati dalam bentuk amylose atau amylopectin yang merupakan rangkaian molekul glukosa dan bisa meningkatkan gula darah (seperti pada gandum dan beras, walaupun nasi putih sudah berkurang zat-zat anti nutrisinya tinggal karbo/gulanya aja)

Bahkan kacang/biji ini bisa mengandung RACUN SIANIDA, seperti almon liar yang pahit, marzipan, singkong mentah, kacang luma, sorghum, biji aple dan pir yang menyebabkan KERACUNAN, HIPERTIROID, hingga KANKER dari kimia seperti glycosides yang bercambur dengan enzim aktif, bisa di non-aktifkan dengan menggiling, mrebus, dan merendamnya.

Intinya: mending makan DAGING, jauh lebih bergizi, tidak mengandung anti nutrisi, dan bebas dari karbohidrat atau gula yang bikin sakit-penyakit.

Makan kacang/biji mengandung anti nutrisi seperti fitat yang mengganggu penyerapan zat besi, bikin anemia, butuh vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi ini, mengandung protein lectin dan gluten yang sulit dicerna dan beresiko leaky gut alias usus bocor halus hingga rawan sakit autoimun, mesti repot-repot direbus lama untuk menghilangkan lectin ini belum karbonya membusuk difermentasi bakteri bikin banyak gas alias KENTUT sampai naik ke lambung terus esofagus alias GERD!

Itulah mengapa kacang sebaiknya dipantang, minimal dikurangi dengan dibatasi serta diproses rendam, masak, kecambahkan sesuai bukti-bukti ilmiah yang sudah saya paparkan.

Sekian dan Terimakasih!

Sumber bacaan: https://proteinpower.com/drmike/2016/07/27/are-nuts-paleo/ dan http://www.diagnosisdiet.com/food/grains-beans-nuts-and-seeds/

*silahkan berdonasi ke rek bca 3450150079 untuk riset dan pengembangan ilmu pola makan sehat alami tanpa obat; Pantang Diet

**epesanEBOOK PD dan e-Magazine Pantang Diet via WA 087878105050 

Iklan