Sebab Sakit Jantung (Bagian: 1)


#TELEMINARabu: Sebab Sakit Jantung (sumber: dokter Malcolm Kendrick, peneliti sakit jantung selama 30 tahun)
Oleh Reza Wahyu Ismail

Tingkat kolesterol rata-rata di Rusia 197 mg/dl (5.1 mmol/l) memiliki tingkat kematian 834% lebih tinggi dari Swiss dengan tingkat kolesterol 248 mg/dl (6.4 mmol/l)

Studinya; https://www.bhf.org.uk/publications/statistics/european-cardiovascular-disease-statistics-2008

Dari data ini jelas bukan kolesterol tinggi yang menyebabkan sakit jantung, dimana Rusia yang memiliki rata-rata kolesterol lebih rendah dari Swiss tapi memiliki kematian akibat sakit jantung yang lebih tinggi.

Paradigma lama adalah lemak khususnya lemak jenuh bisa menyumbat pembuluh darah.

Lemak jenuh memang naikin LDL tapi tidak pengaruh ke sakit kardiovaskular, seperti yang akan saya bahas apa itu penyebab utamanya, akar masalahnya.

Lemak jenuh yang di dalam tubuh justru banyak dari konversi karbohidrat yang berlebihan, gula darah dijadikan lemak jenuh oleh hati kita lewat proses yang namanya de novo lipogenesis atau pembentukan lemak dari dalam diri (teknisnya: acetyl-CoA dari glukosa hasil cerna karbohidrat menjadi malonyl-CoA menjadi palmitat alias calon lemak jenuh yang akan jadi trigliserida) dan konversi gula jadi lemak ini tidak bisa sebaiknya alias satu arah aja, kalau udah jadi lemak tidak bisa jadi glukosa atau disimpan di glikogen melainkan jadi akumulasi lemak.

Lemak tak jenuh tunggal (monounsaturated fatty acids/MUFA) malah dianggap baik seperti minyak zaitun, dan setengah kandungan lemak di daging merah malah MUFA ini!
Yang buruk adalah lemak tak jenuh rantai ganda (polyunsaturated faat acids/PUFA) khususnya yang tinggi omega 6 membuat rasio omega tiga turun adalah minyak nabati seperti yang dari biji-bijian dan lemak kacang-kacangan: kanola, biji bunga matahari, minyak jagung, safflowe, soya yang membuat rasio asam linoleat jadi berbahaya (EPA/eicosapentaenic acid dan DHA/docosahexaenoic acid menjadi kurang proporsinya dibandingkan AA/arachidonic acid. 

Hal ini menimbulkan inflamasi atau peradangan, memicu resistensi insulin dan meningkatkan resiko sakit jantung.
Sebaliknya, pola makan yang tinggi omega tiga dengan rasio yang berimbang dengan omega 6 bersifat melindungi, membuat sensitivitas insulin makin tinggi hingga insulin yang dibutuhkan jadi turun/rendah, serta menurunkan resiko sakit kardiovaskular ini, studinya: http://www.nejm.org/doi/pdf/10.1056/NEJM199301283280404

Lemak yang esensial omega tiga tidak bisa dibuat di dalam tubuh, mesti dimakan dan banyak di ikan serta daging merah.

Sebaliknya, diet rendah lemak malah akan meningkatkan konsumsi karbohidrat dan peningkatan karbohidrat khususnya yang prosesan akan meningkatkan resiko penyakit jantung ini yaitu makanan karbo olahan seperti tepung dan gula (bukan sayur dan buah)

Konsumsi karbohidrat tinggi akan meningkatkan lemak darah atau trigliserida sebagai hasil konversi glukosa ke lemak di proses de novo lipogenesis, peningkatan trigliserida ini akan diikuti oleh kenaikan jumlah VLDL yang akan menjadi LDL jenis kecil yang rawan teroksidasi dan menyebabkan peradangan di dalam pembuluh darah karen pencernaan karbo jadi gula meningkatkan jumlah radikal bebas dari reaksi oksidasinya serta rawan glikasi alias penempelan glukosa pada protein tanpa regulasi enzim sehingga berpotensi merusak.

Total kolesterol dan LDL rendah ngga jaminan bebas serangan jantung dan stroke.. 

Justru menurut studi pada 137 ribu pasien yg beresiko itu trigliseridanya tinggi dan HDL sebagai pembersih plak rendah!

Penyakit Kardiovaskular (sakit jantung & stroke) utamanya dicegah dengan pola makan dan gaya hidup, yang pertama bisa dilakukan adalah STOP MEROKOK

Merokok menyebabkan trigliserida tinggi, HDL rendah dan LDL naik.

Walaupun begitu, kolesterol tinggi adalah tanda tubuh tidak sehat (atau sedang beradaptasi) jadi bukan sebab utama..

Jadi apa penyebab utama sakit jantung?

Utamanya adalah disfungsi endothelial karena menurunnya produksi sintesis Nitric Oxide (NO)

Misalnya saja: pada negara maju terdapat pengurangan jumlah kematian akibat sakit jantung, itu karena berkurangnya polusi dari logam berat: timbal dari kendaraan bermotor, pipa air, dll. 

Timbal ini menyebabkan disfungsi endothelial dan penurunan NO.

Studi: Natalia V. Solenkova et al: ‘Metal pollutants and cardiovascular disease: Mechanisms and consequences of exposure.‘ Am Heart J 2014;168:812-22 dan Weisskopf MG, Jain N, Nie H, et al. ‘A prospective study of bone lead concentration and death from all causes, cardiovascular diseases, and cancer in the Department of Veterans Affairs Normative Aging Study’. Circulation 2009;120(12):1056-64.

Dalam perbaikan dinding pembuluh darah ini, Vitamin C sangat penting dalam sintesis kolagen untuk jaringan di seluruh tubuh, sama seperti gejala sariawan, peradangan di pembuluh darah adalah karena kurang Vitamin C.

Kita bukannya kurang konsumsi Vitamin C melainkan kebanyakan konsumsi karbo/gula karena awalnya Vit C adalah gula tapi manusia tidak seperti sapi yang bisa membuat Vit C dari dalam diri, harus diasup, masalahnya karena memiliki reseptor GLUT-1 yang sama dengan gula, kalau kebanyakan makan karbo/gula akan menghalangi penyerapan Vit C.

Selain itu, konsumsi karbohidrat berlebihan akan menimbulkan banyak radikal bebas dari oksidasi glukosa membuat kebutuhan anti oksidan melonjak termasuk Vit C.

Serangan jantung dan ischaemic stroke terjadi karena gumpalan darah.

Gumpalan yang menyumbat arteri di jantung dan/atau otak.

Setiap terjadi peradangan di dalam pembuluh darah (misal karena stres, inflamasi tinggi) akan terjadi gumpalan darah yang menyempil di retakan dinding pembuluh darah yang meradang ini, membuat plak atau kerak yang makin menyempitkan pembuluh darah.

Dan parahnya, insulin yang tinggi mengeraskan otot-otot di dinding pembuluh darah membuat lebih kaku dan rapuh.

LDL atau lipoprotein, sebenarnya adalah transporter, yang mengandung kolesterol dan lemak darah atau trigliserida. 

LDL ada beberapa jenis misalnya yang memiliki protein seperti apolipoprotein B-100 dan apolipoprotein (a) atau Lp(a)
Dan jika Lp(a) ini tinggi, gumpalan darah makin besar dan susah dipecah, padahal gumpalan ini terjadi ketika kerusakan di dinding pembuluh darah butuh sumpalan.

Masalahnya, ketika gumpalan darah (blood clots) ini menempel di dinding pembuluh darah akan diserap untuk diluruhkan, tapi ketika banyak gumpalan yang terjadi berulang-ulang dan lebih banyak dari penymbuhannya, maka terjadilah plak yang makin bertumbuh besar dan menyempitkan arteri, timbulah resiko atherosclerosis.

Penyembuhan plak atau kerak di dinding pembuluh darah inilah yang membutuhkan Vitamin C dan mesti turunkan Lp(a) serta L-carnitine bisa membantu penurunan Lp(a) ini.

Intinya: Bukan Lemak dan Kolesterol dari makanan yang menyebabkan sakit kardiovaskular.

Untuk mengurangi resiko sakit jantung (ingat, tetap bisa kena kayak perokok bisa aja terhindar dari kanker paru-paru) kita tetap bisa lakukan
Lindungi endothelium (lining pembuluh darah) dari radang.

Kurangi pembentukan gumpalan darah khususnya di area kerusakan endothelium itu.

Turunkan ukuran dan permudah peluruhan gumpalan darahnya.
Ada banyak cara dalam melakukan tiga hal di atas dan mereparasi atau menyembuhkan peradangan serta menghancurkan gumpalan darah yang membentuk plak, tapi yang utama adalah nitrogen monoksida (NO: nitric oxide)
Segala hal yang mendukung stimulasi sintesis NO akan melindungi dari resiko sakit jantung dan stroke.

SINAR MATAHARI langsung ke kulit akan memicu produksi NO
Berjemur terbukti meningkatkan elastisitas arteri, menurunkan darah tinggi, mengurangi kolesterol yang berlebihan serta Vitamin D yang penting dalam sintesis NO di sel-sel enothelial, selain juga memperbaiki plak lewat produksi NO, vit D juga mencegah kanker lho!

Sekali lagi, berjemur kena sinar matahari akan melawan penyakit kardiovaskular.

Jangan takut kena kanker kulit karena eksposur kepada cahaya mentari melindungi diri dari segala jenis kanker dengan tingkat yang lebih tinggi dari yang bisa menyebabkan kanker, jelasnya baca: http://www.medscape.com/viewarticle/860805

Jadi jangan takut dengan lemak dan kolesterol, takutlah dengan karbohidrat dan gula, serta kurang jalan kaki kena sinar matahari.

Bahkan kaum Sami (inuit sejenis eskimo di Finlandia) banyak makan daging, LDL tinggi dengan banyak konsumsi lemak bahkan merokok! 

Tapi kaum Sami memiliki tingkat sakit jantung yang rendah, udah tahu kan kenapa?

Jadi, sakit kardiovaskular dan jantung ischaemic terjadi karena karbohidrat (juga alkohol bisa), justru makan lemak malah menurunkan resiko itu asal tidak konsumsi karbo/gulanya.

Sakit jantung atau myocardial infarction (MI) terjadi karena abnormalitas blood clotting atau gumpalan darah, akibat inflamasi atau radang di dinding pembuluh darah menjadi thrombosis dan NO adalah kuncinya.

NO berkurang akibat kebanyakan ADMA/asymmetricdimethylarginine dan ADMA ini dikurangi oleh DDAH/dimethylarginine dimethylaminohydrolase. 

Contohnya obat PPI atau proton pump inhibitor sebagai obat maag, GERD, kayak omeprazole bisa menigkatkan resiko sakit jantung karena obat PPI ini menghambat enzim DDAH jadi AMDA tinggi dan produksi NO rendah.

Studi: Shah NH, LePendu P, Bauer-Mehren A, Ghebremariam YT, Iyer SV, Marcus J, et al. (2015) ‘Proton Pump Inhibitor Usage and the Risk of Myocardial Infarction in the General Population.’ PLoSONE 10(6): e0124653. doi:10.1371/journal.pone.0124653

NO adalah molekul sangat vital dalam kesehatan jantung, NO melindungi endothelium atau dinding pembuluh darah, menstimulasi sel-sel progenitor untuk memperbaiki kerusakan dari pembentukan plak akibat abnormalitas gumpalan darah pada kerusakan endothelial.

Hal yang utama lainnya dalam mencegah sakit jantung adalah menurunkan tingkat stres.

Kecemasan atau ketakutan yang mempengaruhi otak khususnya di bagian Hypothalamic Pituitary Adrenal axis (HPA-axis) menyebabkan kekacauan hormonal stres seperti kortisol, glukagon, adrenalin/epinephrine, dan hgh yang memicu aktivasi sistem saraf simpatik, meningkatkan detak jantung, tekanan darah, pengerasan otot, kenaikan gula dan hormon-hormon stres ini membuat darah cenderung mudah menggumpal (hyper-coagulable), ingat sebab sakit jantung: 

Gumpalan Darah.

Misalnya kortisol, normalnya naik di pagi hari lalu turun pas sarapan (maka baiknya sarapan, tapi protein bukan karbohidrat yang naikin gula darah) nanti naik lagi pas sebelum makan siang, lalu turun hingga sore sampai malam sebelum tidur harus rendah.

Kalau kortisol terus tinggi, misalnya akibat stres dan kafein serta puasa yang kelamaan akan menstimulasi HPA-axis secara berelebihan, mengacaukan kortisolnya kembali, lanjut jadi perut buncit, darah tinggi, tingkat VLDL tinggi, HDL rendah, fibrinogen (pembentuk plak) banyak dan merusak sistem perbaikan penggumpalan darah.

Jadi, sakit jantung bukan sekedar pola makan saja.

Sakit jantung juga bukan sekedar angka kolesterol.

Penurun stres yang utama adalah keyakinan, kepercayaan, khususnya kepada Tuhan. 

Dengan berserah diri, orang-orang beragama memiliki tingkat kematian akibat sakit jantung yang lebih rendah, asal memang beriman dan menjalankan ritual, seperti solat atau yoga, berzikir atau meditasi, berdoa dan pasrah sama Yang Maha Kuasa akan menurunkan stres sangat signifikan.

Soal kolesterol misalnya, bukan penyebab sakit jantung tapi hanya gejala, sebab utama: gumpalan darah, dan LDL serta VLDL tinggi dengan hypercholesterolemia terkait erat dengan penggumpalan darah sedangkan HDL memiliki dampak anti penggumpalan (membersihkan plak) jadi utamanya, tingkatkan HDL dan turunkan VLDL dari menurunkan trigliserida yang dari hati hasil konversi karbohidrat karena trigliserida ini diangkut oleh VLDL, kalau trigliserida dari makanan diangkut oleh chylomicrons tidak meningkatkan LDL malah naikin HDL.

Total kolesterol dan LDL rendah ngga jaminan bebas serangan jantung dan stroke.. 

Justru menurut studi pada 137 ribu pasien yg beresiko itu trigliseridanya tinggi dan HDL sebagai pembersih plak rendah!


Trigliserida tinggi dan hdl rendah meningkatkan potensi sakit jantung. Gaizano et al. Circulation. 1997;96:2520-2525 (sumber; intensivedietarymanagement.com dr Jason Fung)

Dan soal obat penurun kolesterol sebenarnya membantu menurunkan resiko sakit jantung bukan dari penurunan kolesterolnya tapi dari efek penurunan koagulasi atau penggumpalan darah, namun tetap tidak disarankan karena statin/lipitor berefek samping buruk seperi malah bikin diabetes, kepikunan, dan kanker.

Resiko sakit jantung lebih terkait dengan HDL yang rendah daripada LDL yg tinggi. HDL rendah sama dengan trigliserida tinggi karena mengakuisisi enzim CETP yang menurunkan HDL. Naikin HDL; pola makan.

Pola makan rendah karbohidrat akan naikin HDL dan menurunkan trigliserida, tidak ada obat yg bisa kecuali dengan efek samping berbahaya. Mending turunkan trigliserida dan naikin HDL secara alami dengan makan ala pantang diet

Sumber: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/3524931
http://europepmc.org/abstract/med/23199546
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16877876
https://www.karger.com/Article/Pdf/93221
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24891399
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22278047

Nanti bagian 2 masih banyak lagi sebab sakit jantung kayak: diabetes, resistensi insulin, jenis-jenis penyakit, infeksi bakteri, dehidrasi, gagal ginjal, rematik, efek samping obat-obatan (sudah disinggung soal obat maag & GERD, belum tentang obat sakit kepala/demam), dan lanjut soal VItamin C serta Vitamin D, juga tentang NO.

Utamanya: kerusakan endothelial yang memicu pembentukan gumpalan darah, yang makin besar dan sulit luruh malah menjadi plak/kerak yang menyumbat dan menyebabkan sakit jantung (MI) dan serangan stroke.

Serta akan terkait dengan olahraga juga nantinya…

Oke Sekian teleminar dan dilanjutkan bagian ke-2 nanti, 

Terima Kasih!

Sumber: teleminar  di telegram.me/pantangdiet setiap Rabu.

Iklan