Teori Alternatif Kanker


#teleminar 13/3/2018

Teori Alternatif Kanker

by: Reza Wahyu Ismail

Ada banyak teori tentang penyebab sakit kanker, perubahan sel-sel yang normal di dalam tubuh menjadi ganas dan berbahaya hingga berujung kematian, namun yang utama ada dua teori utama dalam menyatakan penyebab akar masalah utama sakit kanker yaitu: 

Teori Genetika dan Teori Metabolisme.

Selama 50 tahun terakhir, riset-riset mayoritas berfokus pada teori genetika alias Teori Mutasi Somatik, yaitu bahwa kanker disebabkan mutasi DNA di dalam inti sel.

Seorang pakar biologi selular, Theodor Boveri, di tahun 1914 menerbitkan jurnal ilmiah tentang: Somatic Mutatuin Theory of Cancer (SMT)

SMT ini utamanya bahwa kanker muncul dari satu sel somatik yang sibabkan oleh mutasi DNA yang berakumulasi seiring waktu, sel-sel kanker ini tumbuh dan berlipat ganda.

Sudah banyak uang dikeluarkan untuk menyelidiki jenis-jenis mutasi dan disesuaikan dengan tipe kankernya namun para peneliti tetap kesulitan menyembuhkan kanker.

Perawatannya meliputi operasi, radiasi, kemoterapi, potong-bakar-racuni, hingga kanker itu mengecil dan kadang hanya memperpanjang usia pasien walau mesti menanggung derita pada saat perawatan.

Teori alternatifnya, mulai dari seratus tahun yang lalu, disebut Metabolic Origins Theory (MOT)

MOT menyatakan bahwa mutasi genetika pada kanker bukan sebab tapi efek dari kerusakan metabolisme di dalam sel khususnya sistem respirasi di dalam sel sehingga sel tersebut tidak stabil secara genetika dan rawan bermutasi.

Jadi perbedaan SMT dan MOT adalah seperti menentukan mana yang duluan: telur atau ayam?

SMT atau teori genetika percaya bahwa kerentanan genom dalam sel sehingga sel bermutasi menyebabkan kanker dan kerusakan sistem respirasi, sehingga genetikanya semakin parah bermutasi.

Sebaliknya, MOT atau teori metabolism menyatakan bahwa kerusakan sistem respirasi sel menyebabkan ketidakstabilan genetika sehingga bermutasi.

Pada sel yang normal, dalam kondisi anaerobik atau tanpa oksigen, gula dimetabolisme dengan proses glikolisis atau pemecahan glukosa dan menghasilkan asam laktat.

Dan ketika oksigen tersedia, glikolisi anaerobik berhenti (efek Pasteur)
Namun pada sel-sel kanker, asam laktat terus diproduksi bahkan walau ada banyak oksigen, ini disebut efek Warburg.

Perbedaan inilah yang utama terpantau di sel-sel kanker, bahwa dalam menghasilkan tenaga, sel-sel kanker menggunakan sistem anaerobik atau berfermentasi, dan hal ini disebabkan dari kerusakan mitokondria sebagai penghasil energi di sel-sel normal ketika kekurangan oksigen.

Kerusakan dalam sistem produksi energi di dalam sel-sel ini biasanya menyebabkan kematian sel, namun sel-sel yang berhasil bermutasi, bertahan dan menolak mati, menjadi sel-sel kanker yang terus hidup dan berkembang, tumbuh dan menjadi banyak (menyebar serta membesar)

Sel Kanker menolak mati…

Sel-sel yang sehat biasanya terprogram untuk mati saat bagian-bagiannya rusak atau menua, program kematian ini disebut apoptosis, mati lalu digantikan oleh sel-sel baru yang beregenerasi secara sehat dan normal.

Sel kanker malah terus saja bertumbuh dan berlipat ganda, menyebar, dan membesar alias menjadi tumor atau sel-sel yang membengkak.

Mutasi yang terjadi pun aneh-aneh, beragam dan berbeda-beda.

Walau jenis kankernya sama, tapi pada tiap orang bisa berbeda-beda, acak-acakan perubahan genetikanya.

Makanya sulit untuk mencari satu obat yang tepat dan sesuai untuk satu jenis kanker saja karena perbedaan individual yang sangat beragam.

Tumor menciptakan asupan darahnya sendiri, untuk bertahan dan makan, maka pasokan bahan bakar dibuat dengan sebutan angiogenesis yaitu pembuatan pembuluh darah baru untuk memasok nutrisi ke sel-sel kanker ini.

Kanker menyebar atau disebut metastasis, tidak hanya di jaringan tempat sel awalnya saja tapi bisa ke jaringan lain lewat aliran darah dan lymphatic.

Diferensiasi pada sel-sel kanker pun menyebabkan banyak ketidaknormalan seperti penampakan gigi, rambut, tulang, dan struktur lainnya dalam tumor itu.

Keanehan penampakan ini disebut teratoma, misalnya tumor yang memiliki rambut dan gigi padahal di jaringan otak atau rahim!

Semuanya berasal dari kerusakan sel dalam menghasilkan energi atau ATP.
Mari kita tinjau beberapa cara sel-sel memetabolisme bahan bakar:

Paling sederhana adaah glycolysis atau pemecahan glukosa menjadi 2 pyruvate dan 2 ATP saja (sangat sedikit), ini adalah cara kuno sekali dari jaman bumi belum beroksigen glikolisis sudah ada: pemecahan glukosa (molekul 6 karbon) menjadi2 molekuk pyruvate (molekul 3 karbon) dan 2 ATP sebagai energi dengan bantuan enzim dan mineral magnesium tapi tanpa perlu proses yang rumit dengan peralatan khusus, terjadi di sitoplasma di dalam sel.

Glikolisis ini tidak efisien karena hanya menghasilkan energi yang sedikit (2 ATP per glukosa) dan menghasilkan pyruvate yang dikonversi jadi lactate atau asam laktat dengan proses anaeronik atau tak perlu oksigen alias fermentasi, sebuah cara yang primitif dalam menghasilkan tenaga.

Bakteri dan ragi melakukan fermentasi ini, misalnya seperti proses susu menjadi yogurt atau kefir, tanpa adanya oksigen.

Ketika ada oksigen, sel-sel yang sehat bisa mengambil satu glukosa menjadi 36 ATP (8 kali lipat lebih banyak daripada glikolisis), proses ini disebut respirasi selular atau menurut istilahnya: oxidative phosphorylation.

Oxidative Phosphorylation atau OxPhos menghasilkan sekian banyak ATP dengan peralatan di dalam sel berupa mitokondria (ada banyak mitokondrion di dalam sel)

Misalnya sel-sel jantung kita itu banyak sekali mitokondrianya, karena otot jantung tidak boleh berhenti berdetak atau kita akan mati, dan mitokondrianya menghasilkan energi yang dibutuhan untuk berdetak, kebanyakan dari pembakaran lemak dan keton yang lebih banyak lagi menghasilkan ATP daripada pembakaran glukosa.

Mekanisme produksi energi dengan mitokondria ini udah tingkat lanjut dalam respirasi sel-sel.

Walaupun begitu, ada sel-sel yang tidak punya mitokondria seperti sel-sel darah merah dan sebagian sel-sel di retina mata, maka mereka masih melakukan glikolisis dan fermentasi.

Namun banyak sel-sel di tubuh, menggunakan ATP sebagai sumber tenaga atau energi yang dihasilkan oleh mitokondria.

Jika bahan bakar yang digunakan adalah lemak dan keton, maka mitokondria membutuhkan oksigen untuk memproses bahan bakar lemak dan keton ini supaya bisa menjadi energi.

Respirasi selular di dalam mitokondria ini menggunakan acetyl CoA yang bisa berasal dari glukosa, lemak, dan keton alias karbohidrat serta lemak (walaupun kita bisa juga membakar protein sebagai tenaga, biasanya tubuh lebih mengutamakan protein untuk regenerasi dan bahan baku enzim-enzim kecuali bahan bakar sedang langka aja, maka protein digunakan)

Pembakaran lemak dan keton membutuhkan oksigen untuk dikonversi menjadi tenaga (ATP) oleh mitokondria, kalau glikolisis atau pemecahan gula secara sederhana/fermentasi tidak membutuhkan mitokondria, cukup dengan sitoplasma.

Inilah intinya: jika sel tidak memiliki mitokondria, rusak atau tidak cukup, maka sel tersebut tidak bisa mendapatkan tenaga sesuai kebutuhannya dan hanya bisa menggunakan glukosa untuk bahan bakar produksi energinya.

Respirasi selular atau Oxphos bisa menghasilkan banyak ATP, ketika pemecahan glukosa atau glikolisis menghasilkan 2 ATP dan 2 pyruvate, maka dengan oksigen, 2 pyruvate ini tidak berfermentasi menjadi asam laktat melainkan diproses menjadi acetyl CoA di dalam suatu siklus yang menghasilkan 36 ATP.

Sehingga pembakaran glukosa menghasilkan 38 ATP (2 ATP dari glikolisis dan 36 ATP dari suatu siklus dalam proses respirasi selular/Oxphos)
Siklus ini disebut Krebs cycle atau Citric acid cycle atau TCA di dalam matriks pada mitokondria.

Dalam mitokondria terjadi siklus ini pada suatu sistem transportasi eletron yang akhirnya menghasilkan ATP.
Nah biar ngga ribet, kita persingkat saja: dalam sistem transportasi elektron ini ada di suatu struktur membran pada mitokondria.

Mitokondria yang sehat membutuhkan beragam lemak supaya tetap elastis dan membrannya lancar melakukan proses transfer elektron.

Makanya perlu keseimbangan dalam jenis makanan khususnya tipe lemak.

Tanya: Buat para mastah..makan cumi boleh kan ya..bener ga sih cumi tinggi kolesterol dan bisa asam urat..

Jawab: Sama seperti teori kanker yang sedang saya bahas ini bahwa penyebabnya bukan mutasi genetika itu hanya dampak, akar masalahnya adalah kerusakan metabolisme pada mitokondria khususnya, sama juga soal kolesterol pada orang sakit jantung dan stroke hanya dampak dari kerusakan pembuluh darah.. 

Apalagi makan makanan berkolesterol malah bagus dan membantu, justru kalau kurang makan makanan berkolesterol membuat tubuh memproduksi kolesterol lebih banyak, tapi tetap masalahnya bukan di kolesterol tapi di kerusakan yang terjadi.

Fokuslah pada kerusakan, kenapa mitokondria bisa jadi rusak?

Khususnya pada membran di dalam mitokondria sebagai tempat dimana okasidasi terjadi (pembakaran molekul makanan seperti lemak)

Metabolisme yang sehat wajar mengalami oksidasi, itu proses fisiologis biasa yang menjadi masalah jika kapasitas tubuh menahan dan memperbaiki kerusakannnya.

Sama aja kayak pembuluh darah itu biasa terjadi penggumpalan pada kerusakan dindingnya sehingga terjadi plak dan kolesterol pada ngumpul, tapi selama proses perbaikan terus lebih banyak aman-aman saja.

Bahkan cara tubuh kita bertahan dari serangan patogen, sistem imun kita meng-oksidasi dan menetralkan serangan itu, tanpa perlu anti oksidan banyak-banyak.

Maka, wajar dari tekanan oksidatif berupa radikal bebas yang reaktif karena elektronnya tidak berpasangan, ini disebut reactive oxygen species (ROS)

Contoh ROS yang kebanyakan dan merusak ada pada minyak sayur yang dipanaskan tinggi dan berulang, toksin atau racun dari lingkunga, dan yang paling besar sumber ROS/radikal bebas ini adalah:…

Metabolisme selular kita sendiri, sistem transpor elektron itulah sumber ROS atau radikal bebas terbanyak.

Kebocoran radikal bebas ini karena membran yang tidak bagus bentuknya, defisiensi nutris tertentu yang dibutuhkan untuk mengantar elektron seperti CoQ10 yang banyak di sumber makanan seperti DAGING, hati, jantung (C0Q10 juga adalah anti oksidan)

Obat-obatan penurun kolesterol malah mengurangi jumlah CoQ10 ini.
Serta yang banyak juga menghasilkan radikal bebas:…

Konsumsi karbohidrat dan gula yang berlebihan!

Kebanyakan glukosa akan menurunkan anti oksidan, jadi butuh banyak vitamin A, C, E dan kolesterol serta CoQ10 bagi pemakan karbo.

Selain itu racun dari lingkungan juga menghambat OxPhos atau respirasi selular seperti: polusi, beragam racun termasuk produk-produk kosmetik juga bisa, zat-zat tambahan di makanan, anti nutrisi dalam makanan, dll.

Kerusakan mitokondria juga bisa dimulai dari sakitnya mitokondria karena kurang banyak bergerak, kalau kita aktif maka terjadi biogenesis mitokondria misalnya seperti berolahraga, berjalan yang diselingi lari cepat, tapi hati-hati: berolahraga terlalu berat juga menghasikan tekanan oksidatif juga!

Dan.. kebanyakan makan!

Khususnya kalau kita makan karbohidrat, akan memicu insulin paling tinggi dan membuat sel-sel lemak menimbun kalori serta gula darah fluktuatif, menciptakan kondisi kelaparan di dalam tubuh jadi selalu craving, ingin makan terus-menerus karena awalnya makan tinggi karbo/gula.

Awalnya sel-sel sehat menjadi kanker dan tumor dimulai dari abnormalnya mitokondria beserta membrannya, mitokondrianya menjadi aneh.

Bahkan mitokondria pada sel-sel yang berpotensi jadi kanker menjadi berkurang terlebih dahulu, sehingga tidak cukup untuk sel-sel melakukan respirasi selular/Oxphos dan terpaksa berubah struktur.

Semakin disfungsional mitokondria di dalam sel, maka semakin ganas sel-sel kanker/tumornya.

Aktivitas fermentasi atau produksi laktat dan glikolisis atau pemecahan glukosa meningkat pada sel-sel kanker atau tumor ini.

Penyebabnya adalah krisis tenaga, mitokondria kurang atau banyak yang rusak dan berubah, jika sel merasa kekurangan energi atau ATP akibat disfungi mitokondria, sel ini bisa menolak mati dan melakukan glikolisis.

Metabolisme pemecahan glukosa ini terus terjadi walau ada oksigen, karena sel kanker memiliki mitokondria yang rusak dan tidak bisa memetabolisme lemak dan keton secara efektif lagi, maka satu-satunya bahan bakar yang bisa digunakan adalah: glukosa.

Makanya tumor membuat pasokan darahnya sendiri (angiogenesis) yaitu untuk membajak aliran gula darah, dan enzim hexokinase yang digunakan untuk memecah glukosa dibuat bentuk alternatifnya oleh sel-sel kanker, yang membuat sel-sel ganas ini tergila-gila sama gula.

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/9387094

Enzim hexokinase II pada sel-sel kanker ini bisa dihambat oleh 3-bromo-pyruvate (3-BP) inilah kuncinya, sama seperti obat statin menghambat enzim HMG CoA reductase sehingga produksi kolesterol dalam diri berkurang, ada harapan dalam mengurangi glikolisis pada sel-sel dengan mitokondria yang rusak atau tidak cukup ini.

Kembali soal kanker, sel-sel ganas ini berfermentasi dengan banyak walau ada oksigen padahal harusnya sel-sel sehat itu melakukan respirasi selular tapi karena tidak punya mitokondria yang sehat, sel-sel kanker ini melakukan fermentasi walau ada oksigen (efek Warburg)

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24343361
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25069036

Makanya sel-sel kanker yang banyak berfermentasi menghasilkan banyak asam laktat, jadi bukan karena asam menjadi kanker tapi karena kanker maka jadi asam (teori asam-kanker)

Sedangkan sel-sel sehat yang memetabolisme lemak untuk bahan bakar tenaganya menghasilkan air dan karbon dioksida bukan zat asam laktat, 

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24343361

Jadi, supaya tidak banyak asam sebaiknya metabolisme kita adalah menjadi pembakar lemak sejati.. (Udah mulai ada petunjuk, nangkep ngga kira-kira?)

Asam yang kebanyakan dihasilkan oleh sel-sel kankernya ini akan menyebar dan mendorongnya berpindah atau metastasis dan menyerang sel-sel lainnya.

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/17879147
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2408928

Membuat sistem imun kita kesulitan melawan sel-sel kanker ini, karena secara aktif merusak lingkungan sekitarnya dan menyebarkan kerusakan.

Tapi kita tetap perlu menetralkan pH yang rendah (asam) ini membuatnya jadi basa (alkali) untuk menghambat metastasis.

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20381449

Tapi intinya tetap: produksi asam (laktat) yang berlebihan justru dari sel-sel kankernya itu sendiri akibat dari abnormalitas struktural di mitokondria atau ketidakcukupan mitokondria di dalam sel-sel kanker ini.

Oleh karena beberapa sel kanker juga hypoksia alias kurang oksigen, maka ada terapi yang bernama Hiperbarik Oksigen untuk memborbardir sel-sel dengan oksigen, padahal banyak sel kanker juga punya banyak oksigen hanya saja tidak digunakan karena malfungsi mitokondrianya.

Utamanya sel-sel kanker ini kayak pecandu glukosa, semakin banyak gula maka akan semakin besar ukuran tumor dan tingkat pertumbuhannya.

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/9387094
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21885251

Walaupun utamanya sel-sel kanker itu menggunakan glukosa sebagai mayoritas sumber tenaga, tapi karena masih memiliki sedikit mitokondria, sel-sel kanker ini tetap bisa memetabolisme lemak dan keton dalam jumlah sedikit.

Maka dari itu, diet ketogenik bukanlah mukjizat penyembuh ajaib untuk kanker!
Gula darah yang tinggi membuat sel-sel kanker makin menjadi-jadi.

Untuk mendapatkan banyak gula, sel-sel kanker meningkatkan aktivitas enzim glikolitik juga transporternya (GLUT: 1,3) 

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22029671
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20381449

Tanya: Konsumsi daging membuat PH tubuh ke arah basa, mas reza?

Jawab: Untuk terapi kanker, perlu gula darah yang sangat rendah. Daging, mengandung protein yang memicu insulin tapi gula darah tidak jadi rendah karena picu glukagon juga, hormon pembakar lemak yang juga naikkan gula darah jadi netral tidak turun atau naik terlalu jauh.

Untuk diagnosa kanker digunaka positron emission tomography (PET-scan) dengan glukosa radioaktif (FDG) dan sel-sel tumornya akan menyerap gula-gula ini sehingga terlihat terkonsentrasi pada lokasi terdeteksi kanker.

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/17879147
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19101634

Maka, jangan konsumsi karbohidrat dengan efeknya yang memicu insulin juga IGF1 (insulin-like growth factor) alias hormon pertumbuhan yang mendorong tumorigenesis atau pertumbuhan tumor.

Gula darah yang tinggi memfasilitasi pembentukan sel-sel kanker ini.

Bahkan, sekarang ini kita bisa saja memiliki beberapa sel-sel kanker dengan DNA yang termutasi, tapi sistem imun kita dan mekanisme apoptosis (program kematian sel), authopagy atau penggantian organel/parts sel-sel yang rusak, terus terjadi dan sel-sel kanker ini dinetralkan tanpa menjadi ganas lalu membentuk tumor.

Kalau kita meningkatkan kadar glukosa di dalam darah dengan makan karbo/gula, sama saja kita memberikan peluang sel-sel pra-kanker menjadi full kanker!

Jadi.. Intinya: Kanker bukan penyakit genetika dengan karakternya yang disalahpahami oleh paradigma mutasi genetika, melainkan penyakit dari metabolisme yang rusak.

Krisis energi pada mitokondria membuat mutasi ini, alias mutasi genetika merupakan efek atau dampak, dengan kekacauan DNA yang berbeda-beda.

DNA yang bermutasi menyebabkan sel-sel kanker merusak kesehatan hingga menyebabkan kematian, lalu apakah yang menyebabkan kekacauan DNA ini?

Replikasi DNA, transkripsi RNA, translasi kode genetika ini membutuhkan banyak energi, jadi kalau kurang tenaga maka bisa error, walau ada sistem reparasinya, tapi tetap kalau kurang energi/tenaga maka DNA tetap termutasi!

Jadi, diawali dari disfungi mitokondria sebagai penghasil tenaga yang utama di dalam sel-sel.. 

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3941741/

Kerusakan pada sistem respirasi selular yang memproses produksi energi 

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21885251
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3941741/figure/F1/

Buktinya: sel-sel yang normal diberikan inti sel tumor tetap bisa jadi normal, sedangkan sel tumor dengan sitoplasmanya diberikan inti sel normal menjadi sel tumor atau mati, bukti bahwa bukan diawali dari inti sel/mutasi genetika tapi memang itu hanya dampak.

Sehingga kanker adalah bentuk adaptasi dari kejadian metabolisme yang kacau. 

Mitokondria yang malfungsi!

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4215472/

Jadi kita bisa menggunakan diet ketogenik sejati (seperti level merah putih, bukan diet keto yang pakai minyak) juga meningkatkan produktivitas mitokondria kembali dengan konsumsi daging yang memicu pembakaran lemak dan keton untuk tenaga daripada bahan bakar gula.

Sama seperti lemak yang bertambah supaya kita bertahan hidup dari konsumsi karbohidrat yang banyak daripada membuat gula darah naik terus, maka dibesarkan dan diperbanyak lemak, sama juga dengan sel-sel kanker, mereka ada untuk bertahan hidup dari krisis metabolisme.

Utamanya dari inflamasi, radiasi, karsinogen, hipoksia atau kekurangan oksigen, kekacauan ritme sirkadian, racun dan infeksi bakteri atau virus, dan usia tua (semakin tua semakin banyak sel-sel kanker tapi fungsi perbaikan serta perlawanan oleh sistem imun menurun)

Makan banyak karbo/gula memberi kekuatan pada kanker tapi menguranginya tidak langsung membuat kanker mati.
Oksigen untuk sel-sel juga penting, maka ada harapan pada terapi hiperbarik, selain menggunakan pola makan sangat rendah karbohidrat.

Sumber kerusakan mitokondria khususnya di DNA di dalam mitokondrai yang menjadikan sel tempat mitokondria yang rusak jadi kanker bisa karena virus, maka kita harus mengoptimalkan sistem imun dengan nutrisi.

Beragam vitamin dan PROTEIN karena antibodi terbuat dari protein.
Sistem cerna yang baik, asam lambung yang bisa menetralkan bakteri-bakteri jahat, penting untuk daya tahan tubuh.

Kembali ke sistem imun, kekuatannya dibangun dengan latihan, jangan manja lalu pakai antibiotik sering-sering, atau terlalu memuja kebersihan.

Kuatkan sistem imun dengan vitamin D dari sinar matahari.

Sinar matahari akan menguatkan sistem imun untuk melawan kanker, hidup aktif dan rajin jalan kaki juga membantu tubuh mengantarkan oksigen dan nutrisi dengan lancar ke sel-sel.

Sistem limfatik adalah saluran utama untuk lemak dan nutrisi larut dalam lemak, sistem ini bergerak bukan seperti darah yang dipompa jantung, tapi sistem ini bergerak karena kita bergerak, alias jangan duduk-duduk aja!

Turunkan juga tingkat stres, karena kortisol yang naik terus-menerus akan menekan sistem imun dan melemahkan daya tahan tubuh.

Rajin berkeringat juga membuang toksin karena kulit adalah organ detoks, jika sering kena panas sinar matahari dan jadi hangat, maka sistem imun kita bisa menguat, bisa jalan kaki agak cepat juga supaya berkeringat.

Karsinogen lain (yang jelas bukan daging merah!) Yang menghambat enzim-enzim dalam sistem transpor elektron seperti: racun serangga, anti jamur, karbon monoksida, sianida, dll.

Ginjal dan liver yang sehat penting dalam melakukan detoksifikasi, jangan sampai rusak karena kekurangan protein.

Lemak-lemak di dalam badan yang banyak menyimpan toksin juga perlu diturunkan, mesti menghilangkan timbunan lemak yang tak perlu.

Hati-hati dengan produk pembersih dan kosmetik, kurang-kurangi zat-zat kimia, pakai saja baking soda dan cuka apel yang alami untuk pembersih.

Dan yang utama: menjaga pola makan dengan konsumsi karbohidrat sangat minimal kalau perlu zerocarb ala PD level 3 dan puasa serta berolahraga ringan (kalau terlalu berat juga membuat stres dan merusak) serta hindari hipoksia khususnya di sel-sel tubuh kita bukan hanya nafas.

Bernafas juga perlu benar, jangan kurang oksigen atau sering-seringlah bernafas dalam dan relaks, jangan merokok!

Cari oksigen, keluar ruangan kalau perlu ke alam bebas.

Hidup aktif dan membuat jantung sesekali berdetak cepat akan mengantarkan darah berisi oksigen ke seluruh tubuh, tapi jangan terlalu stres juga sih, yang penting tetap happy!

Sering jalan-jalan diluar ruangan, kalau perlu ketemu pohon di siang hari yang banyak oksigen, lalu bernafas dalam-dalam sambil kena sinar matahari adalah ide yang sangat bagus, makanya masuk protokol PD.

Olahraga ringan seperti jalan kaki dan plank atau angkat beban, dikombinasikan dengan pola makan rendah karbohidrat sehingga gula rendah di dalam tubuh adalah inti dari pola makan PD: zerocarb kalau perlu!

Kalau sudah kena kanker; level merah putih dan puasa sekuatnya serta ditambah terapi hiperbarik untuk mereka yang sudah kena kanker bisa sebagai pelengkap kemo, dan sebagai pencegahan lakukan juga PD level 3 ini yaa!

PD level tiga merah-putih-emas dan berpuasa dry fasting sekuatnya sampai makan lagi tapi tetap merah-putih misalnya selama sebulan akan mencegah kanker bahkan bisa melawannya! Amiin..

Sebenernya masih banyak lagi yang belum dibahas misalnya soal glutamin yang katanya banyak di daging, tapi percuma kalau kita pantang makan daging karena glutamin banyak di daging kita sendiri, makanya banyak pasien kanker yang berkurang massa ototnya kemakan sama kankernya!
Daging merah sering disebut penyebab kanker, 

Padahal kalau masih makan karbohidrat itu studinya pada manusia pemakan karbo juga yang makan daging merah prosesan yang kena kanker bukan yang alami jadi masalahnya di olahan itu yang mengandung pati dan makannya sama roti serta minuman yang manis karena kanker tenaganya dari gula. 

Studi2 pada tikus juga ada tapi ngga valid dan daging merah makanan manusia purba tapi manusia masih survive malah bebas kanker pada suku2 pemakan daging kayak inuit.
Banyak hal dibilang bisa menyebabkan kanker, daging prosesan bisa walau utamanya gula atau lebih ke karbohidrat yang merusak metabolisme selular dengan banyak produksi radikal bebas dari oksidasi glukosanya.

http://www.diagnosisdiet.com/meat-and-cancer/
Semua hal dibilang bisa aja bikin kanker, bahan pengawet, polusi, kosmetik, radiasi, stres, bahkan salah posisi tubuh, dll.

Kita harus liat, sebenernya kanker itu justru kita kurang apa? 

Kebanyakan itu kurang vitamin D, semua yang kena kanker kadar vitamin D turun.

Vitamin D adalah hormon yang terbuat dari kolesterol yang aktif kena sinar matahari dan dimetabolisme tubuh menggunakan lemak bersama vitamin lainnya yang penting untuk daya tahan tubuh serta anti oksidan.

Untuk itu kita perlu makan daging dengan gizinya yg tinggi, mengandung vitamin dan lemak esensial, juga kolesterol yang penting untuk pembentukan dan pencernaan vit D

Sekian, ah, ternyata sudah malam! Terima kasih yang mau menyimak, nanti kita lanjutkan lagi kalau ada pertanyaan disambung di teleminar tentang kanker bagian kedua, tapi next kemungkinan balik soal sakit jantung atau soal kesehatan lainnya, silahkan saja kalau ada usulan yaa…

Terima kasih juga untuk beberapa orang yang berdonasi, tak peduli jumlahnya berapa, dianggapnya kecil tapi bagi saya itu sangat berarti, bikin semangat terus menulis dan berbagi.. 

Seperti saya tidak sendirian bikin rajin terus meneliti dan share info2 lagi, yang mau berdonasi seikhlasnya aja ke rek bca 3450150079 tapi tidak wajib kok.. 

Semua ilmu pengetahuan tetap tidak ditagih bayaran, tapi silahkan aja berkontribusi berapapun juga, terima kasih!

Iklan