Sebab Sakit Jantung Bagian 2

#TELEMINARabu
“Sebab Sakit Jantung (Bagian. 2)”

Oleh: Reza Wahyu Ismail
http://annals.org/article.aspx?articleid=1846638

Sebuah meta-analisis (review dari banyak studi-studi ilmiah) pada setengah juta subyek penelitian dan diterbitkan di jurnal:

Annals of Internal Medicine telah menyatakan:
Bukti-bukti terkini dengan jelas tidak mendukung aturan kardiovaskular dimana konsumsi lemak jenuh harus dibatasi dan diganti dengan lemak tak jenuh rantai ganda.

Alias: tidak ada bukti dimana makan makanan berlemak jenuh tidak menyebabkan sakit jantung!

Negara Perancis memiliki tingkat konsumsi lemak jenuh tertinggi di Eropa dan terbukti memiliki tingkat sakit jantung yang terendah di Eropa.

Maka, jika konsumsi makanan berlemak (jenuh) itu tidak menyebabkan sakit jantung, maka tidak pengaruh kalau kolesterol naik karena makan lemak jenuh itu karena buktinya tidak mendukung teori makan lemak sebabkan sakit jantung.

Dan yang berbahaya adalah lemak jenuh dari dalam tubuh alias hasil konversi karbohidrat yang berlebihan sama hati dijadikan lemak lewat proses de novo lipogenesis, dan kolesterol yang berbahaya juga diproduksi di hati yang jenis partikelnya kecil digunakan sebagai transporter lemak hasil konversi karbo/gula ini, jika berlebihan makan karbohidrat termasuk gula.

Dokter-dokter peneliti yang sebelumnya mendukung teori lemak dan kolesterol sebabkan sakit jantung, dibayar oleh industri farmasi pembuat obat penurun kolesterol:

http://www.nhlbi.nih.gov/guidelines/cholesterol/atp3upd04_disclose.htm

Tapi apa teori alternatif dari hipotesis kolesterol sebabkan sakit jantung? Banyak sebenarnya, makanya jadi tidak semeyakinkan satu teori ini.

Salah satunya: stres.

Stres adalah penyebab nomer satu penyakit kardiovaskular prematur, tapi teori ini sangat kompleks dan rumit sekali.

Teori kolesterol lebih sederhana walau superfisial: makan makanan berkolesterol, di dalam darah kolesterol naik, lalu kelebihan kolesterol menumpuk dan disimpan di dinding pembuluh darah, membuat plak dan penyempitan, hingga menimbulkan gangguan di sirkulasi dan menyebabkan sakit jantung serta serangan stroke.

Sayangnya tidak sesederhana itu, misalnya ada studi dalam Jurnal Medis Inggris (BMJ/British Medical Journal) menuliskan bahwa orang-orang yang tinggal dekat dengan bandara meningkat resiko sakit jantung sebanyak 21% dan strok 24%, karena polusi suara saja, tidak ada hubungannya dengan makanan atau konsumsi kolesterol.

Mari kita lihat teori lainnya yang lebih meyakinkan, tapi kita mulai dari istilah: atherothrombosis (sumber: dr malcolm kendrick)

Konsep atherothrombosis sudah ada sejak tahun 1852 oleh karl Von Rokitansky, bahwa penebalan di arteri alias plak di dinding pembuluh darah adalah hasil dari thrombosis atau penggumpalan darah yang terbentuk di dinding arteri, oleh karena plak itu tampak sama dengan gumpalan darah yang terbentuk dari fibrin.

Plak ini berisikan banyak kolesterol, jadi kemungkinannya adalah kolesterol dalam darah yang kebanyakanlah sebabnya dan masuk ke dalam dinding pembuluh darah, teori kolesterol inilah yang dipakai jadinya.

Padahal, perkembangan dari atherosclerosis dimulai dari stimulasi pembentukan plak yang terdiri dari banyak lapisan dengan kumpulan platelet dan formasi thrombus adalah kuncinya.

Tahun 1992, bahkan perusahaan farmasi Pfizer mendokumentasikan teori proses thrombosis sebagai pemicu sakit jantung dalam dokumen: Pathologic triggers: new insights into cardiovascular risk by Medi Cine inc. for Pfizer Inc. Copyright 1992

Ini sebelum Pfizer memiliki obat penurun kolesterolnya sendiri: atorvastatin, setelah memproduksi obat ini dan mendapatkan keuntungan 50 Milyar Dollar, tidak ada lagi konsep atherothrombosis tapi semuanya soal kolesterol dan kolesterol saja.

Jadi, apa itu konsep atherothrombosis?

Pertama: lining atau saluran di arteri pada andothelium alias dinding pembuluh darah rusak atau cedera, lalu terjadi pembentukan gumpalan darah alias clot di area kerusakan/cedera, penggumpalan ini lalu berhenti berkembang dan jadi stabil, setelah itu sel-sel di dalam darah yang disebut EPC: endothelial progenitor cells, menempel pada permukaan gumpalan, menjadi besar dan melapisi thrombus sehingga thrombus ini ada di dalam dinding arteri, lalu beragam sistem reparasi alami memperbaiki dinding pembuluh darah hingga bersih dari thrombus.

EPC inilah yang membuat thrombus terbentuk seakan-akan di dalam dinding pembuluh darah padahal endothelium diformat ulang di atas thrombus atau bekuan/gumpalan darah ini.

Analoginya seperti ini: misal kita garuk keras-keras kulit kita hingga luka,

Lalu luka itu kering dengan darah beku dan terjadi scab atau keropeng yang berasal dari gumpalan atau bekuan darah yang menutupi luka di kulit,

Namun setelah kulit kita sembuh dari luka, keropeng atau scab yang terbuat dari bekuan darah mengering dan jatuh/dibuang.

Nah, analoginya di dalam pembuluh darah kita jika ada luka atau cedera makan akan terbentuk juga scab/keropeng dalam bentuk thrombus,

Tapi kalau thrombus ini jatuh/copot malah bahaya kan bisa menyusuri arteri dan rawan nyangkut (jadi stroke atau kena ke jantung)

Maka dari itu, dinding pembuluh darah tidak seperti kulit,

Jika kulit luka dan penyembuhan terjadi dibalik scab/keropeng dan jika sudah sembuh kulitnya bekuan darah ini akan copot/jatuh,

Tapi kalau bekuan darah copot dari dinding pembuluh darah bisa bahaya, disitulah cerdasnya tubuh manusia, daripada bekuan darah (clot) yang menutupi luka di arteri sampai sembuh maka dinding pembuluh darah yang rusak ini jika melakukan reparasi/penyembuhan, setelah sembuh si plak atau thrombus ini jangan sampai copot misalnya malah ke arah otak jadi stroke.

Maka itu disini teori EPC masuk, EPC mendatangi kerusakan endothelial dan menempel, menciptakan lapisan endothelium baru supaya thrombus tidak copot mengalir dan menyumbat nantinya di otak (stroke) dan di jantung (sakit jantung)

Nah, produksi EPC ini turun jika kita stres misalnya saja obat-obatan steroid atau yang naikin kortisol tinggi terus-menerus membuat produksi EPC berkurang, HDL juga turun, trigliserida malah naik dan darah tinggi serta perut buncit.

Nah, orang-orang yang tinggal di sekitar bandara memiliki tingkat stres negatif yang tinggi akibat polusi suara sehingga beresiko sakit jantung dan kena serangan stroke lebih tinggi, karena EPC yang sedikit.

Tapi teori soal gumpalan darah ini kalah dengan teori kolesterol, padahal studinya obat penurun kolesterol terhadap tingkat kematian akibat sakit jantung dengan hasil:

Statin 44,2% dan plasebo alias grup kontrol dengan obat palsu 43,9% hanya selisih 1,8%! Dan efek samping obat penurun kolesterol ini: rhabodmyolysis (peluruhan otot), gagal ginjal, keracunan hati, kepikunan atau memory loss hingga dementia alzheimer, diabetes sampai kanker, dan tetap saja ada orang yang kena serangan jantung walau kolesterolnya rendah.

Sedangkan banyak orang tua dengan kolesterol tinggi malah bisa terlindung dari sakit jantung dan kanker.

Sumber jurnal ilmiah:

Corti MC et al: Clarifying the direct relation between total cholesterol levels and death from coronary heart disease in older persons. Ann Intern Med. 1997 May 15;126(10):753-60

Jadi, apa penyebab sakit jantung?

Sakit jantung disini berarti penebalan dan penyempitan dinding pembuluh darah besar alias arteri yang terdapat atherosclerotic plaques, arteri yang menyalurkan darah ke jantung (arteri koroner) dan yang ke otak (carotid arteries)

Walau plak bisa terbentuk di tempat lain (misalnya di ginjal) tapi masalah yang terberat dan menjadikan sakit jantung adalah serangan di jantung dan stroke (ischaemic stroke)

Maka, istilah sakit jantung yang dimaksud itu adalah CVD: Cardiovascular Disease (serangan jantung dan stroke)

Sebabnya ada banyak faktor sebenarnya tapi yang diperhatikan hanya kolesterol saja, padahal harusnya lebih detail seperti HDL, dan banyak lagi yang berpengaruh seperti

Vitamin K, vitamin c, Vit D, lemak omega tiga, soal selenium, inflamasi, oksidasi, dll.

Umumnya, CVD dianggap dari kenaikan kolesterol yaitu LDL yang masuk ke dalam dinding pembuluh darah arteri dan terjadilah inflamasi sampai terbentuk plak, tapi bagaimana LDL bisa kesitu?

Memang di dalam plak ada kolesterol ditemukan, bahkan sel darah merah juga ada, malah kolesterolnya dari membran sel darah merah ini, tapi mengapa LDL tidak bisa masuk ke pembuluh darah vena? Atau tidak bisa masuk ke endothelial dinding pembuluh darah arteri di dalam otak?

Resiko sakit jantung itu banyak yang membuatnya naik, bahkan sekedar nambah umur (usia tua) meningkatkan kerawanan sakit jantung, juga merokok, penggunaan steroid, rematik, makai narkoba, diabetes, polusi udara atau logam berat, penyakit Cushing’s, sakit ginjal ,obat kanker, tingkat firbinogen yang naik, sakit Kawasaki, systemic lupus erythematosus (bisa beresiko hingga 5,500%!) banyak lah..

Tapi, kita cari penyebab utama selain usia tua, mengapa sakit jantung dipercepat, prosesnya seperti apa yang membuat CVD berkembang cepat dan terjadi pada banyak orang pada umumnya.

Sakit jantung atau CVD yang menyebabkan kematian dari serangan jantung (myocardial infarction) dan stroke (cerebral infarction) disebabkan utamanya dari pembentukan plak (atherosclerotic plaques)

Akar masalahnya adalah pembentukan clot atau gumpalan/bekuan darah

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20470277
http://bmjopen.bmj.com/content/6/1/e009535.full

Sebagian yang membuat resiko pembentukan gumpalan darah: bahkan bangun tidur di pagi hari bisa timbulkan clot! Juga merokok, stres tinggi, diabetes, sakit Cushing’s, menggunakan narkoba seperti kokain, tingkat fibrinogen tinggi, dehidrasi dan diabetes serta banyak lagi.

Yang menurunkan resiko pembentukan gumpalan darah; olahraga ringan rutin, yoga atau meditasi, rileksasi dan iman yang kuat penuh harapan dan pikiran positif, haemofilia, aspirin, clopidogrel, de-el-el

Bahkan statin, obat penurun kolesterol, membantu dari segi menurunkan resiko pembentukan gumpalan/bekuan darah.

Sakit jantung tidak selalu soal adanya plak, tapi adanya pembentukan gumpalan/bekuan alias clot di atas plak.

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24422578

Jadi, sebab sakit jantung itu banyak, bisa karena stres (yang utama), bisa karena depresi, merokok, tapi prosesnya semua sama:

Sakit jantung dari plak yang bersifat atherosclerotic yang menjadi clot atau gumpalan darah yang berbahaya dimulai dari endothelium…

Endothelium adalah lapisan di dinding pembuluh darah, dengan peran pentingnya dalam membuat NO (nitric oxide), inilah yang membuat pembuluh darah rileks dan menurunkan tekanan darah.

NO ini juga menghentikan penggumpalan darah, membuka arteri koroner jadi lancar aliran arah dan pasokan oksigen membaik.

Di dalam pembuluh darah, sel-sel endothelial memproduksi banyak NO dan jika endothelial rusak atau stres, maka pembuluh darah arteri menjadi menyempit dan darahnya beresiko menggumpal.

Inilah awal atherosclerosis, dari kerusakan endothelial dan kegagalan kecukupan dari ketersediaan NO

Sintesis NO ini paling banyak berasal dari BERJEMUR alias KENA SINAR MATAHARI

Dan yang merusak endothelial: GULA DARAH yang tinggi dan fluktuatif alias tiba-tiba rendah karena insulin yang berlebihan akibat resistensi insulin, merokok, sleep apnea akibat kegemukan, stres dan darah tinggi, serta tekanan lain di dinding pembuluh darah.

Kemudian, di dalam dinding pembuluh darah ada yang namanya faktor jaringan yang menciptakan gumpalan, aktivasi dari faktor jaringan ini sehingga membentu clot adalah platelet dan fibrin.

Jika jaringan pembuluh darah ada yang rusak, platelet nempel dan memulai pembentukan gumpalan, bekuan darah dari fibrin yang merupakan protein yang saling menjalin sekitar platelet jadi clot.

Lalu clot atau gumpalan/bekuan darah ini nyangkut di dalam dinding pembuluh darah seperti yang dijelaskan di awal teleminar.

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3721957/
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19797169

Di awal dijelaskan, gumpalan atau bekuan darah bisa jadi ada di dalam dinding pembuluh darah karena dilapisi EPC (endothelial progenitos cells) dan menjadi lapisan endothelium baru, membuat clot jadi ada di dalam dinding pembuluh darah.

EPC ini tidak selalu menjadi sel-sel endothelial yang membentuk dinding pembuluh darah tapi bisa jadi monosit lalu makrofag, nah macrophages inilah yang merupakan sistem imun tukang bersih-bersih untuk menyingkirkan clot sehingga plak bisa disingkirkan.

Dalam proses penyembuhan dibalik EPC ini, kolesterol turut membantu makofag untuk menyingkirkan clot sebelum jadi plak yang membesar.

Masalah terjadi jika kerusakan dinding pembuluh darah terjadi lebih banyak dan lebih cepat sehingga proses penyembuhan tidak bisa menangani semuanya jadi beberapa clot terbentuk jadi plak besar.

Akhirnya plak yang membesar ini menyempitkan pembuluh darah dan menyumbat membuat serangan jantung dan stroke oleh clot ini.

Harusnya penyembuhan clot oleh pelapisan endothelium dengan diluruhkan oleh monocytes dan macrophages terjadi tapi kalau dinding pembuluh darah terlalu sering dan sangat cepat cedera atau rusak, inilah yang membuat sistem reparasi menjadi kewalahan sehingga terbentuklah plak yang berbahaya.

Proses pembentukan plak ini disebut thrombogenesis, utamanya dari faktor jaringan dengan platelet dan fibrinogen/fibrin.

Yang mengganggu proses perbaikan dari thrombogenesis ini adalah trigliserida yang tinggi, intoleransi glukosa dengan tingkat inflamasi.

Semuanya membuat thrombolysis atau peluruhan clot terhambat, utamanya dari kebanyakan konsumsi karbohidrat yang menyebabkan kelebihan berat badan, diabetes, dan lemak viseral (perut buncit)

Pola Makan Pantang Diet, rendah karbohidrat akan menurunkan trigliserida alias lemak darah dan lemak viseral juga dengan lingkar pinggang yang mengecil, mencegah diabetes dengan menurunkan gula darah hingga normal dengan insulin yang rendah (insulin juga mengeraskan otot pembuluh darah jadi kaku dan keras)

Trigliserida tinggi, lemak dalam darah dan dalam perut (visceral fat) banyak alias buncit, darah tinggi (hipertensi), HDL rendah dan gula darah tinggi adalah faktor2 resiko sakit jantung yg termasuk juga ke dalam ciri2 sindrom metabolik alias metabolisme insulin yg bermasalah (hyperinsulinemia & resistensi insulin).

Indikasi untuk sakit jantung yang digunakan semua astronot dan presiden Amerika bukan melihat kolestrol tapi: skor CAC (kalsium di arteri koroner) inilah yang menunjukkan adanya plak dan merupakan ukuran yang lebih akurat dari prediksi sakit jantung sama kayak mammogram pada cek mammal (tumor payudara)

Coronary artery calcium scan atau cardiac calcium scoring adalah pengukuran yang paling efektif untuk menilai resiko sakit jantung secara lebih optimal daripada hitungan kolesterol karena terkait langsung dengan plak yang ada di dalam pembuluh darah

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2496978/#!po=62.8788

Selain itu: hindari rokok, tidur yang cukup, kelola stres dan kena sinar matahari penting untuk NO yang sehat di pembuluh darah (obat-obatan sakit maag/PPI juga bisa menghambat sintesis NO)

Bersambung lagi aja ya, masih banyak lagi yang akan dibahas dalam sebab sakit jantung ini, jadi tidak sesederhana kolesterol saja karena kolesterol yang ditemukan di dalam plak awalnya justru ada untuk membantuk penyembuhan/perbaikan dinding pembuluh darah yang cedera atau endothelium yang rusak itu (VITAMIN C penting juga dalam reparasi jaringan dinding arteri ini lho!)

Sekian Teleminar Sebab Sakit Jantung (bagian 2) kali ini, terima kasih!

Bagaimana prosesnya makan makanan berkarbohidrat tinggi, trigliserida tinggi juga lemak viseral bisa menghambat peluruhan gumpalan/bekuan darah atau malah bisa merusak dan bikin cedera dinding pembuluh darah?

Simak di lanjutannya nanti di Teleminar Sebab Sakit Jantung Bagian Ketiga…

*join juga grup fb pantang diet dan telegram.me/pantangdiet utk konsultasi dan entoring gratis!

**baca2 pantangdiet.com dan yang merasakan tulisan atau artikel pantang diet ini silahkan berdonasi seikhlasnya aja ke rekening bca 3450150079 untuk membantu riset-riset & maintenance website, tapi tidak harus karena tidak akan ditagih bayaran sebab sumbangan bersifat sukarela saja..

***Terima kasih!

Iklan