​Manusia Pemakan Buah?

Propaganda kaum vegan dan vegetarian mengatakan struktur mulut dan gigi manusia sama kayak kera, cocoknya makan buah-buahan.

Itu salah, faktanya memang manusia dan kera mirip secara DNA dan berbagi klasifikasi yang sama: primata.

Tapi kita manusia bukan monyet, banyak perubahan bahkan sejak jutaan tahun yang lalu kita sudah berbeda dengan kera sejak spesies homo erectus ada.

Kita harus lihat anatomi secara keseluruhan dari sistem cerna, yang ternyata manusia lebih cocok makan daging.

Baca pola makan yang optimal diet: di pantangdiet.com dan cek juga www.paleostyle.com serta zerocarbhealth.com, emperi.ca dll.

Kita memang bisa makan makanan sumber nabati atau dari tanaman (sebagian dan harus diolah kalau tidak keracunan atau defisiensi akibat adanya anti nutrisi dalam tumbuhan)

Kita bisa jadi omnivora jika terpaksa, dimungkinkan secara biologi, tapi kita bisa bertahan hidup hanya dengan makan daging dan tidak bisa hidup sehat tanpa protein hewani dalam jangka panjang alias kita itu sejatinya karnivora.

Soal gigi geligi yang kurang taring, atau rahang yang kurang panjang, itu karena manusia memiliki alat-alat; perkakas seperti pisau dan tombak.

Manusia tidak perlu membunuh dan memotong mangsanya dengan taring yang tajam, karena kita berakal bisa menciptakan senjata dan peralatan untuk mencerna, apalagi setelah bisa bikin api, makin mudah mencerna makanan hewani tanpa perlu taring atau cakar.

Otak kita yang besar dan berakal ini butuh banyak nutrisi dan kalori yang padat yang bisa dengan mudah diambil dari sumber hewani dengan Omega tiga yang cepat diserap; EPA & DHA yang tidak ada di sumber nabati manapun.

Berkat kepintaran manusia, tercipta bahasa dan mulut yang didesain untuk berbicara sehingga rahang harus lebih kecil daripada binatang apalagi karnivora tapi bukan berarti manusia tidak bisa makan daging (protein dan lemak hewani)

Justru otak itu secara kimia bisa berkinerja maksimal dengan dengan protein dan lemak hewani serta sedikit keton, lihat aja makanan bayi; ASI

ASI mengandung protein dan lemak susu dari ibu, beserta nutrisi yang dibutuhkan, bahkan bayi pun sedikit ketosis walau ada karbohidrat dari laktosa atau gula susu di ASI-nya, tapi sedikit keton bisa ada karena  disintesis dari konsumsi lemak susu itu.

Baca; http://www.ketotic.org/2014/01/babies-thrive-under-ketogenic-metabolism.html)

Secara ritme sirkadian juga otak kita mengambil kebutuhan energi yang besar, banyak kalori terbakar disaat kita tidur: maka lebih rasional untuk tidur cukup dan tak perlu makan banyak-banyak atau sering seperti herbivora karena usus kita pendek dan tidak banyak memfermentasi (hingga ada usus buntu karena kecilnya)

Sekali lagi, kita memotong dan memasak makanan kita: Daging.

Jadi kita tidak butuh menumbuhkan banyak taring dan gigi kita omnivora tapi bisa copot kalau kebanyakan makan tepung dan gula dengan tumbuh bakteri serta karang gigi.

Sedangkan herbivora selalu menumbuhkan gigi dan regenerasi geligi, giginya kuat tidak copot untuk mengunyah tanaman ribuan kali sehari.

Manusia tidak perlu mengunyah banyak, kita bisa langsung telan daging dan dicerna sempurna berkat asam lambung serta enzim-enzim yang khusus mengurai protein dan lemak di sistem cerna kita.

Ingat, asam lambung kita benar-benar asam dengan pH bisa mencapai 1~2 saja untuk mencerna daging baca: https://en.wikipedia.org/wiki/Gastric_acid

Malah kalau makan sayuran utuh susah dihancurkan asam lambung dan enzim-enzim cerna, kita butuh banyak bakteri dan bakal bersisa karena serat tak diserap beda dengan sapi atau gorila, manusia tidak punya banyak bakteri serta sistem pencernaan yang optimal untuk fermentasi nabati jadi energi.

Lihat saja usus besar kita, manusia berusus besar yang pendek dan ada di ujung jadi walau bakteri membantu cerna tanaman yang dimakan, itu tidak akan banyak diserap kebanyakan dibuang (80% isi feses kita adalah bakteri juga bahan tumbuhan yang tak bisa dicerna manusia)

Beda dengan sapi atau gorila dengan lambung dan usus yang besar sebagai wahana fermentasi, mencerna banyak selulosa serta bahan nabati menjadi energi secara tak langsung oleh bakteri menjadi lemak (volatile atau short-handed fatty acids) juga protein, manusia cukup langsung aja makan protein dan lemaknya dari sumber hewani.

Manusia juga punya organ-organ yang khusus untuk mencerna lemak seperti empedu dan hati, apalagi hanya manusia yang hatinya mampu membuat keton juga glukosa tanpa perlu makan karbohidrat, sungguh liver kita hebat!

Baca: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/1/15/Anatomy_Abdomen_Tiesworks.jpg.

Hati kita besar dan menghasilkan sumber tenaga dari glukosa dan keton hasil memetabolisme lemak, bahkan beruang pun saat hibernasi tak sampai ketosis, itu karena otaknya tak sebesar manusia!

Baca: http://caloriesproper.com/ketosis-in-an-evolutionary-context/

Dan terakhir, kalau manusia pemakan buah saja akan sangat kekurangan protein sedangkan kita butuh protein untuk regenasi sel-sel, membantu sistem imun dan kekebalan tubuh, serta kekuatan otot.

Manusia akan punah lama jika hanya makan buah tidak makan daging, apalagi saat jaman es dan perlu otot untuk berjalan jauh serta berburu binatang untuk bertahan hidup.

Kurang protein dan vitamin B12 (yang hanya ada dari sumber hewani), akan membuat manusia lemah ototnya serta otaknya mengecil, tidak jadi manusia melainkan kayak monyet aja..

Faktanya:

~Vegetarian cenderung menderita glikasi lebih lanjut yang lebih banyak, bahkan dari mereka yang omnivora!

*Studi:
Katarína Sebeková, Marica Krajcovicová-Kudlácková, Reinhard Schinzel, et al. Plasma levels of advanced glycation end products in healthy, long-term vegetarians and subjects on a western mixed diet. Eur J Nutr 2001; 40 : 275-281.

~Vegan otaknya menyusut, setelah bertahun-tahun defisiensi vitamin B12, bahkan lebih kecil dari pada mereka yang omnivora!

*Studi:
Vogiatzoglou A, et al. Vitamin B12 status and rate of brain volume loss in community-dwelling elderly. Neurology 2008; 71(11): 826-32

~Raw vegan/vegetarian yang memakan sayuran/buah mentah, kepadatan tulangnya malah berkurang…

*Studi:
Luigi Fontana, MD, PhD; Jennifer L. Shew, BS; John O. Holloszy, MD; Dennis T. Villareal, MD Low Bone Mass in Subjects on a Long-term Raw Vegetarian Diet. Arch Intern Med. 2005;165:684-689.

KESIMPULANNYA MANUSIA ITU SEBAIKNYA KARNIVORA (PALING OPTIMAL UNTUK KESEHATAN)

Join grup FB Pantang Diet dan like Page nya serta follow IG PD juga diskusi di telegram.me/pantangdiet untuk konsultasi dan mentoring gratis!

*info lebih lengkap baca ebooknya (Pesan via WA 087878105050) dan donasi seikhlasnya aja ke rekening bca 3450150079 untuk pengembangan ilmu yang bermanfaat, sumbangan ke yayasan anak yatim dan anak kebutuhan khusus… 

Iklan