Protein Penting

Protein: Penting! 

Awas defisiensi Protein; gula darah bisa naik malah karena resistensi insulin dan diabetes, serta rawan gejala sakit juga beresiko banyak jenis penyakit. 

Protein itu sangat penting, 

Protein merupakan satu-satunya makronutrisi esensial yang kita butuhkan dalam jumlah seratusan gram setiap hari! 

Sedangkan karbohidrat kita tidak butuh karena tidak esensial tapi bisa dikonsumsi untuk energi dan biasanya mengandung vitamin dan mineral, 

Namun kita hanya butuh vitamin dalam hitungan mikrogram dan miligram, sama juga dengan lemak yang esensial Omega tiga yang tidak perlu bergram-gram seperti protein. 

Kenapa kita sangat butuh protein? 

Protein itu penting untuk otot yang menunjang tubuh, penyambung bagian badan, juga yang halus di pembuluh darah serta sistem cerna. 

Struktur tulang juga tidak hanya kalsium tapi protein, termasuk juga kuku, serta kulit dan rambut itu seluruhnya terdiri dari protein. 

Hormon-hormon penting dan pembangunnya, semua butuh protein (insulin, glukagon, tiroid, HGH) juga enzim-enzim untuk semua proses di seluruh tubuh tidak hanya sistem cerna, metabolisme, semuanya terbuat dari protein. 

Sistem saraf dan neurotransmitters seperti serotonin, dopamine, norepinephrine, semuanya terbuat dari protein juga antibodies/imunitas. 

Jadi sistem imun atau daya tahan tubuh kita untuk melawan sakit penyakit, infeksi pathogen, virus dan bakteri, semuanya ditunjang protein. 

Proses untuk menghasilkan tenaga yang dibutuhkan dalam beraktivitas sehari-hari tidak hanya butuh karbo atau lemak tapi juga protein dalam proses biokimia selular untuk menghasilkan kalori atau energi. 

Orang yang makan kurang dari kebutuhan kalorinya atau yang berpuasa lama akan bisa menurunkan berat badan tapi bukan hanya lemak yang berkurang melainkan ototnya juga. 

Kita bisa memperlambat penurunan massa lemak dengan dalam kondisi ketotic jika dietnya low carbohydrate atau cukup makan karbohidrat jika dietnya low fat. 

Tapi ngga ada yang benar-benar bisa menjaga otot kecuali kita konsumsi protein yang cukup. 

Dengan mengutamakan makan protein, kita akan menjaga massa otot dan organ serta kesehatan seluruh tubuh dengan optimal. 

Bahkan jika makan banyak melebihi kebutuhan kalori, kita tetap bisa kehilangan massa otot dan organ jika kurang konsumsi proteinnya. 

Lihat studi di tahun 2012 oleh Bray et al.  dimana risetnya dilakukan dalam tempat yang terkontrol (metabolic ward) selama 8 minggu dan diberikan makan 40% lebih banyak daripada kebutuhan kalorinya. 

Dan dibedakan asupan proteinnya antara grup yaitu; 0.8, 1.6, or 2.4 g/kg/hari dan yang 0.8 g/kg kehilangan massa otot walau makan berlebihan kalorinya dari kebutuhan.

Sumber jurnal penelitian; https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22215165 

Sarapan tinggi protein membantu menurunkan berat badan dalam penelitian ini; 

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24923232
Jadi tidak masalah pagi-pagi sudah makan daging dan telur, protein akan mengenyabgkan untuk seharian beraktivitas! 
Bahkan manusia purba selama ratusan ribu tahun makan daging dari binatang buruannya, 

Suku Inuit tradisional di gurun es itu tinggi konsumsi protein hewaninya rendah karbo/gula, 

Mereka makan dagingnya, kalau lemak hewaninya tidak dimakan tapi dijadikan minyak lampu untuk penerangan juga pembakaran api untuk kehangatan, dietnya rendah lemak juga. 

Kaum inuit Eskimo ini tidak bisa kondisi ketosis karena mutasi genetik dan tak sanggup puasa. 

Manusia purba juga jarang yang berpuasa lama, mereka berburu banyak binatang hingga punah, dan berpindah tempat serta banyak berjalan.

Ketika belum dapat buruan, banyak makan buah-buahan dan madu serta hewanghewan kecil di sepanjang jalan, di hutan, ketika berburu binatang besar bisa untuk makan berhari-hari. 

Jadi tidak ada manusia purba berpuasa berhari-hari, ketika jaman berubah dan sulit berburu hewan darat mereka beralih ke hewan laut. 

Misalnya waktu Toba meletus dan banyak manusia purba pindah ke daerah pantai, kebanyakan jadi makan ikan dan Seafood. 

Ikan adalah binatang air yang tinggi protein, rendah lemak jenuh namun cukup lemak esensial Omega tiga, jadi vagus untuk diet. 

Suku-suku tradisional yang dekat dengan pegunungan lain yang tidak aktif seperti di Eropa utara, mulai beternak binatang. 

Khususnya yang menghasilkan susu seperti sapi dan kambing, jadi sumber proteinnya bukan hanya dari daging melainkan susu juga keju, segitu pentingnya protein bagi mereka. 

Jangan takut protein jadi gula (glukoneogenesis) justru lemak kebanyakan dipecah jadi gliserol dari trigliseridanya, dan kombinasi gliserol ini jadi gula juga. 

Glukoneogenesis protein itu tergantung kebutuhan bukan karena kelebihan makan protein, dan kebutuhan glukosa meningkat ketika diet rendah karbohidrat atau Keto, jadi semakin butuh protein kalau diet ketogenik. 

Daging memicu hormon insulin dan glukagon, insulin untuk menyalurkan nutrisi dari protein yaitu 9 asam amino esensial yang merupakan gizi penting untuk otot dan organ serta seluruh tubuh diantarkan oleh insulin ke semuanya. 

Insulin juga membuat gula darah turun sehingga hormon glukagon ada untuk mengimbanginya dan meningkatkan gula darah kembali normal dari suplai glikogenolisis. 

Cadangan glukosa atau glikogen dirilis dalam proses glikogenolisis yang dipicu hormon glukagon sehingga gula darah meningkat, 

Inilah yang seakan-akan protein meningkatkan gula darah, tapi glukosanya bukan dari protein melainkan dari glikogen yang ada di hati. 

Bagi yang diabetes atau sudah resistaai insulin, inilah yang membuat makan protein bisa naikin gula darah karena glukagonnya tidak diimbangi. 

Tapi justru, lama-kelamaan makan protein akan memperbaiki sel-sel beta penghasil insulin di pankreas dan meregenerasi jaringan otot yang menampung glikogen juga serta membakar glukosa untuk tenaga, sehingga gula darah akan jadi normal berkat makan cukup protein. 

Baca jurnal ilmiah dimana protein memperbaiki kadar gula darah bahkan bagi yang sudah diabetes di; http://m.ajcn.nutrition.org/content/78/4/734.full.html

Ingat, protein yang optimal ada di sumber hewani, lengkap serta tanpa anti nutrisi seperti lectin & fitat, juga protein nabati itu bisa kacaukan hormon (mengandung phyto-estrogen) serta protein nabati meningkatkan keasaman, bisa asam urat serta mengganggu ginjal, jadi sebaiknya protein hewani saja! 

Makanlah makanan alami bernutrisi tinggi dengan protein hewani yang cukup ala Pantang Diet (pantangdiet.com) hindari makanan olahan gula dan karbohidrat prosesan (crap) juga batasi lemak/minyak jika ingin menurunkan berat badan khususnya kurangi lemak badan. 

Informasi lebih lengkap baca EBOOK PD, berdonasi seikhlasnya ke rek bca 3450150079 

Iklan