Set Poin Berat Badan (Homeostasis Bagian 2)

Pertanyaan: Tubuh manusia bukan nya butuh ritme yg teratur…  kalau hari puasa trus besok gak… trus kalau mau indulging puasa dulu ah… apakah itu gak membuat bingung tubuh…?

Jawaban: Baca terlebih dahulu pantangdiet.com/homeostasis

Yang membuat orang gemuk terus gemuk dan orang kurus tetap kurus walau makan banyak karena tubuh punya titik keseimbangan. 

Jika kita ingin mengubah set poin berat kita maka kita harus mengubahnya dengan mengatur ulang hormon2 utamanya insulin dan leptin. 

Tujuan kita adalah menjadikan tubuh menjadi berat ideal sehat optimal..

Kalau hanya diet rendah kalori aja, makan teratur 3~6 kali sehari rendah kalori, hasilnya berat badan bisa aja turun tapi hanya sementara aja.

Tubuh akan beradaptasi, metabolisme menyesuaikan ikut turun dan hipotalamus di otak akan mengatur supaya kita kembalicke set poin berat semua.. Jadi percuma aja diet dengan aturan, keteraturan, dll.

Yang kita butuhkan adalah penurunan insulin yang ketinggian, dengan cara puasa, studinya puasa 3 hari menurunkan insulin 50 persen dan mayoritas dari 50 persen penurunan itu terjadi di 24 jam pertama saat berpuasa tanpa kalori sama sekali..

70 persen dari penurunan insulin terjadi di 24 jam pertama berpuasa.

Orang kegemukan memiliki tingkat insulin 50% lebih tinggi bahkan sebelum makan dan akan melonjak jauh lebih tinggi setelah makan.. Itulah orang kegemukan yang udah ga sehat badannya.

Jadi kalau belum makan aja insulin udah tinggi jadi mau makan apa? Maka satu-satunya solusi adalah berpuasa untuk menurunkan insulin,

Puasa 3 hari bisa menurunkan insulin hingga 50 persen dan 70% dari penurunan 50% ini terjadi pada 24 jam pertama puasa tanpa kalori apapun karena semua kalori memicu insulin walau itu dari lemak juga (apalagi karbo!)

Masalahnya, siapa yg kuat puasa selama itu?

Orang akan kuat berpuasa kalau dia udah fat-adapted alias bisa mengakses lemak badannya sendiri.

Untuk bisa akses lemak badan secara efisien (atau disebut fat-adapted) butuh waktu.

 
Proses fat-adaptation ini membutuhkan waktu beberapa minggu selama kondisi ketosis tapi ketonnya mayoritas dari lemak badan sendiri bukan makanan atau suplemen, bahkan kalau rendah karbohidrat biasa butuh waktu lebih lama lagi fat-adapted bisa bulanan, serta jangan lupa mesti cukup modal nutrisinya ketika nanti berpuasa, dengan makan daging yang banyak sebelumnya (step 1 PD)

Sehingga kalau sudah fat-adapted, di step 2 PD Blue-print kita bisa mencoba berpuasa tanpa menyiksa diri, atau maksa. Lalu akhirnya bisa puasa lama diselingi dengan makan daging untuk pemenuhan nutrisi.

Step 2 ini akan menurunkan set poin berat badan kita hingga ideal, menyeimbangkan hormon-hormon, insulin jadi normal sehingga homeostasis kita kayak orang langsing aja.. 

Setelah badan jadi ideal, sehat optimal berkat autophagy alias reparasi sel2 dengan berpuasa sejati (dry fasting bukan sekedar intermittent fasting) barulah kita bisa indulging, sesekali menikmati kehidupan, hingga diet-breaks yang bisa semingguan (untuk liburan misalnya) dengan metabolisme yang fleksibel, bisa balik lagi fat-adapted dengan mudahnya, tinggal puasa aja selama tiga hari.. Gitu!

Tambahan, kalau indulging itu puasa dulu, supaya kita kosongkan glikogen atau cadangan gula, sehingga indulging yang naikin glukosa tidak berubah jadi lemak badan hanya me-refill glikogen ini..

 Plus, indulging dan diet-breaks akan meningkatkan leptin sebagai hormon kenyang yang juga bisa meningkatkan  metabolisme kita, kelamaan diet ketat bisa defisiensi leptinnya, rawan yoyo alias berat badan bisa naik lagi karena LAPAR!
*MOHON DONASI KE REK BCA 3450150079 UNTUK MAINTENANCE WEBSITE INI YAA! 

Iklan