Kenapa Kalium Penting Khususnya Ketika Diet Rendah Karbohidrat? 

Mengapa kecukupan kalium sangat ditekan di pola makan Pantang Diet?

Kalium alias potassium adalah elemen mineral alkali yang dibutuhkan semua bentuk kehidupan ngga cuma manusia tapi semua hewan dan tumbuhan, penting banget!

Fungsi tubuh yang normal butuh kation intraselular dari kalium, dan sehari orang dewasa butuh 4700 mg, anak-anak bisa lebih rendah dan ibu menyusui lebih tinggi lagi.

Kalium penting dalam biokimia di dalam hati tubuh, sistem saraf, keseimbangan tekanan osmotic cairan di dalam sel dan antar sel, menyeimbangkan garam natrium/sodium juga.

Kalium penting dalam polarisasasi membran, khususnya di saraf dan otot, dan jika kalium rendah di darah bisa berbahaya, kalium ini berkurang jika banyak pipis, diare, muntah.

Kekurangan kalium juga beresiko kematian, minimal otot lemas, berasa lemah, keram dan nyeri, dan ingat: jantung kita termasuk otot juga, masalah jantung berdebar, masalah irama jantung, denyut turun atau kacau hingga sakit jantung itu bisa kurang kalium juga.

Gejala psikologi, stres, bete, depresi, anxiety, hingga halusinasi bisa karena kurang kalium.

Pusing, mual, susah bab juga gejala kekurangan kalium.

Kelebihan kalium juga tidak bagus, tapi sangat jarang terjadi, mayoritas hampir semua orang bahkan kekurangan kalium, hanya orang yang bermasalah dengan ginjal biasanya yang diabetes parah mesti hati2.

Tapi diabetes pun gara2 kurang kalium juga karena kalium membantu sensitivitas insulin pada sel-sel, membantu menormalkan kadar gula darah.

Dan..

Yang diet rendah karbohidrat seperti PD juga bisa kekurangan kalium, khususnya di masa-masa awal (gejala adaptasi)

Kalium itu memang ada di daging tapi jenis kalium sitrat yang mudah diserap dan membantu keseimbangan pH adalah yang dari nabati.

Kalium adalah mineral dari tanah, tentu paling banyak di umbi-umbian (layak kentang), juga ada di buah (seperti pisang dan alpukat yang terkenal berkalium) juga sayuran.

Tapi karena rendah karbo kita jadi pantang umbi-umbian dan buah buahan yang bisa naikin gula darah serta menperparah gangguan insulin.

Tapi karena rendah karbo kita jadi pantang umbi-umbian dan buah bahan yang bisa naikin gula darah serta memperparah gangguan insulin.

Untuk memenuhi kebutuhan kalium harian butuh belasan buah pisang jadi ketinggian gulanya, kalau alpukat butuh 5~10, jadi berlebihan lemak dan oksalat yang bikin asam urat.

Mending disarankan pakai garam nutri ber kalium kalium praktis, sesendok teh saja udah mencukupi kebutuhan harian, dan lengkap lagi dengan mineral lain (sodium/natrium, magnesium, kalsium, yodium) jadi sangat membantu diet yang rendah karbohidrat atau nabati.

Apalagi di awal-awal diet rendah karbo/nabati akan banyak kehilangan berat air, dari berkurangnya glikogen atau cadangan gula, seiring berkurangnya berat air, mineral-mineral yang penting untuk elektrolit ini juga turut berkurang.

Makanya ada istilah hc, keto-flu, diet rendah karbohidrat bikin lemas, pusing, mual, keram, susah bab, dll. Padahal itu masalahnya ada di kalium, sebagai master regulator elektrolit dari mineral-mineral lainnya, kalau kita cukup kalium tubuh kita jadi tidak butuh garam/sodium/natrium banyak-banyak, badan makin sehat!
Kalium & Penurunan BB:

Kunci Penurunan Berat Badan dalam Metode Pantang Diet ternyata ada pada Kalium.

PD sangat efektif dalam menjadikan seseorang menjadi pembakar lemak (fat-adaptation) jadi lemak badan banyak terbakar..

Tapi jika susah turun bb, struck, malah lemas atau keram otot, itu tanda kekurangan kalium.

Kalium penting dalam penurunan berat badan,

Karena kalium turut meningkatkan metabolisme, membantu tiroid, dan hormon insulin, jadi lebih sensitif dan pelepasan energi dari pembakaran kalori bisa maksimal dengan kalium.

Jika kurang kalium, otot menjadi sakit dan tidak optimal bakar kalori, bukannya kita jadi bisa melepaskan tenaga malah terjadi penyimpanan energi alias berat badan makin sulit turun. 

Dan ketika terjadi penurunan berat badan, adalah penting meningkatkan konsumsi kalium. 

Penurunan berat badan dapat mengurangi aktivitas enzim yang mengatur keseimbangan elektrolit, makanya butuh mineral kalium jika ada gejala pusing, mual, keram, lemas, susah bab, jantung berdebar.. 

Dan wanita yang sudah menopause serta berdiet bisa kehilangan massa otot (atropi) jika kurang kalium women lose tapi bisa mencegahnya malah menambah massa otot untuk membakar lebih banyak lemak dengan asupan kalium yang cukup. 

Dengan kebutuhan kalium sehari hingga 4700 mg, jika dipenuhi akan menjauhi diri dari rasa rakus, resistensi insulin, sehingga terhindar dari obesitas dan diabetes! 
Sumber jurnal ilmiah dari: 

1. Frassetto, L. American Journal of Physiology, 1996; 271:1,114-1,122

2. Pasquali R. Metabolism, 1988; 37:86-90

*pesan garam nutri ber kalium (lengkap dengan sodium/natrium, magnesium, kalsium dan yodium supaya optimal) silahkan wa 08118079977
Tambahan: seiring berkurangnya kualitas air dan tanah, kandungan kalium serta mineral lainnya juga sangat berkurang, makanya kita jadi ketergantungan garam ber yodium, padahal kalau kita diet rendah karbo/nabati, jadi butuh kalium 

(SILAHKAN hitung aja sehari butuh 4500~5000 mg, dari makanan dapat berapa? Belum kalau puasa.. 

Makanya pakai garam nutri ber kalium aja, atau sekalian yang bagus itu potassium citrate atau yang bicarbonate) 

Kenapa garam kalium? 

Kekurangan kalium, bisa menyebabkan hipertensi, ketidakseimbangan garam (sodium/natrium) dan kalium penting untuk mencegah batu ginjal.. 

Kecukupan mineral itu penting kalau tidak, terjadi gangguan insulin untuk pengaturannya.. 

Dan hati-hati jika tes di darah mendapatkan kadar mineral yang normal di darah, karena walau ada di range yang normal di darah tapi sebenarnya kurang kecukupan dari konsumsi, maka tubuh akan ambil mineral dari tulang kita, bahaya keropos! 

“In 2004, the Food and Nutrition Board of the Institute of Medicine established an adequate intake level (AI) for potassium based on intake levels that have been found to lower blood pressure, reduce salt sensitivity, and minimize the risk of kidney stones” http://lpi.oregonstate.edu/mic/minerals/potassium

Sumber jurnal ilmiah;  https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC301822/
Sekian.. 
Suka tulisan ini? Dukung dengan donasi sedikit yang penting ikhlas ke rekening bca 3450150079 terima kasih ya!

Iklan