Gula Baik untuk Otak! 

Tidak ada otak yang tidak butuh gula… 

Dan Studi terbaru 2017:

GULA BIKIN OTAK PINTAR! 

Ginieis, Rachel,  Elizabeth A. Franz, Indrawati Oey, Mei Peng. “The ‘sweet’ effect: Comparative assessments of dietary sugars on cognitive performance.” Phb (2017) – doi:10.1016/j.physbeh.2017.12.010

Yang jahat itu karbohidrat yang di PANTANG, Pati, Akar/umbi, Nuts/kacang/biji, Tepung, Gandum (jadi bukan gula lagi yang dipantang) 

Serta hindari lemak nabati yang menyebabkan sakit jantung, obesitas dan diabetes, dengan protein nabati yang berpotensi karsinogenik, kurangi juga lemak keseluruhan jika ingin turun berat badan walau lemak jenuh hewani itu baik. 

Ngopi sebaiknya abis/pas makan, jus jeruk oke, susu bagus banget, tapi utamakan protein hewani sehari 75~125 gram tergantung tingkat aktivitas, dapatkan dari DIET ala Pantang Diet. 

Makan; DIET, Daging (sapi & kambing), Ikan (seafood), kEju, Telur dan susu serta buah boleh asal rendah lemak dan makan hati sebagai multivitamin alami seminggu sekali itu minimal, jangan lupa elektrolit/garam kalium. 

Berjemur itu harus kena sinar matahari minimal dibalik jendela & jalan kaki aja olahraga jangan berat2, kecuali angkat berat itu santai, jangan endurance sport, olahraga berlebihan itu buruk.

Silahkan dicoba, kalau badan rasanya hangat dan nyaman udah bener berarti, ukur juga detak jantung permenit untuk indikasi metabolisme kita, nantikan rekomendasi lainnya nanti tahun 2018, tapi intinya fokus kita kepada kesehatan bukan soal turun atau naik berat badan aja tapi metabolisme turun, tangan dan kaki dingin, stres, rambut rontok, otot berkurang, tulang keropos, gampang emosi, mudah sakit, hc, dll. 

Mendingan Pantang Diet; AYO PD AJA LAGI!

Tambahan Soal Gula dan Hormon Insulin:

Mari kita review kembali sistem hormonal yang terkait metabolisme khususnya yang meregulasi glukosa termasuk soal hormon insulin (yang juga mengatur mobilisasi protein). 

Misalnya hormon estrogen yang mengganggu metabolisme glukosa juga hormon prolaktin, yang meningkat seiring dengan estrogen, telah terbukti terkait erat dengan kondisi diabates. 

Baik estrogen dan prolaktin meningkatkan pelepasan hormon dari pituitari adrenocorticotrophic (ACTH), yang lalu menyebabkan produksi kortisol meningkat. 

Kortisol inilah yang secara independen menginduksi resistensi insulin! 

Ketidakseimbangan hormonal ini bikin rambut rontok, dan gangguan hormon estrogen, prolaktin, dan kortisol terbukti menyebabkan hilangnya natrium dari cairan ekstraselular yang meningkatkan hormon aldosteron yang atur garam. 

Hormon yang kacau ini semua menginduksi resistensi insulin pada keadaan orang yang sehat. 

Dengan model bioenergi, kita temukan bahwa sekresi hormon2 yang berlebihan adalah mekanisme adaptasi terhadap stres yang sebabkan oleh tidak efisiennya produksi energi pada tingkat seluler hingga penurunan metabolisme ini mempengaruhi keseluruhan struktur organisme. 

Sementara budaya medis mainstream yang mengklaim “gula menyebabkan diabetes,” sukrosa itu berbahaya, mencandu, dll. 

Apalagi fruktosa difitnah sama seperti lemak jenuh dianggap berbahaya, padahal fruktosa yang banyak dari buah adalah jenis karbohidrat yang efektif untuk mendukung metabolisme oksidatif pada mitokondria kita.

Fruktosa malah bersifat melindungi hati, melawan toksin, menurunkan stres dan membantu metabolisme glukosa disaat banyak lemak bebas di badan (NEFA) menghambat metabolisme. 

Jadi, ada konspirasi biar bikin orang terus sakit, ketergantungan obat dan suplemen, takut sama lemak jenuh dan gula, malah sakit jantung & diabetes makin banyak! 

Tanya kenapa?

Referensi Ilmiah:
Matilainen, V., et al. Early androgenetic alopecia as a marker of insulin resistance. Lancet. 2000 Sep

30;356(9236):1165-6.
Schmidt, J.B., et al. Hormonal parameters in androgenetic hair loss in the male. Dermatologica.

1991;182(4):214-7.
Goodman, M.N., and Hazelwood, R.L. Short-term effects of oestradiol benzoate in normal, hypophy-

sectomized and alloxan-diabetic male rats. J Endocrinol. 1974 Sep;62(3):439-49.
Landgraf, R., et al. Prolactin: a diabetogenic hormone. Diabetologia. 1977 Apr;13(2):99-104.
Lager, I. The insulin-antagonistic effect of the counterregulatory hormones. J Intern Med Suppl.

1991;735:41-7.
Schmidt, J.B. Hormonal basis of male and female androgenic alopecia: clinical relevance. Skin Phar-

macol. 1994;7(1-2):61-6.
Arias-Santiago, S., et al. Androgenetic alopecia and cardiovascular risk factors in men and women: a

comparative study. J Am Acad Dermatol. 2010 Sep;63(3):420-9.
Garg, R., Low-salt diet increases insulin resistance in healthy subjects. Metabolism. 2011

Jul;60(7):965-8.
Brundin, T., and Wahren, J. Whole body and splanchnic oxygen consumption and blood flow after

oral ingestion of fructose or glucose. Am J Physiol. 1993 Apr;264(4 Pt 1):E504-13.
Niknahad, H., et al. Prevention of cyanide-induced cytotoxicity by nutrients in isolated rat hepato-

cytes. Toxicol Appl Pharmacol. 1994 Oct;128(2):271-9.
Niknahad, H., et al. Hepatocyte injury resulting from the inhibition of mitochondrial respiration at

low oxygen concentrations involves reductive stress and oxygen activation. Chem Biol Interact.

1995 Oct 20;98(1):27-44.

Iklan