DIET RENDAH LEMAK DI SELURUH DUNIA


Selama ini diet rendah lemak kalah sama diet rendah karbohidrat tinggi lemak dalam perbandingannya karena yang di studi2 itu lemaknya tidak cukup rendah,

Di dalam banyak penelitian diet rendah kek itu lemaknya bisa hingga 30% dari total kalori, selisih beda 5~10% doang dari rata-rata konsumsi orang modern.

Plus, diet rendah karbohidrat tinggi lemak menurunkan banyak berat air dengan cepat, makanya mudah dehidrasi, kurang elektrolit

Tapi dalam perbandingan jangka panjang (tahunan) efek penurunan berat badan sama,

Bedanya: diet rendah karbohidrat memperparah toleransi karbo/gula dan tidak menyembuhkan resistensi insulin secara total (kemasukan karbohidrat, gula darah melonjak)

Diet rendah lemak, efek terapi muncul dengan tingkat konsumsi yang sangat rendah, di bawah 10% dan hindari lemak PUFA,

Maka diet very low fat ini bisa menyembuhkan diabetes, toleransi karbohidrat naik, bahkan bisa makan karbo/gula banyak tanpa gejala hyperglycemia dan bebas sakit jantung, obesitas, fatty liver, dll.

~google: Rice & Fruit Diet oleh dokter Walter Kempner (tinggi karbohidrat rendah lemak) 

Suku yang di Papua nugini itu konsumsi karbo 90%, lemak hanya 3% dan bebas penyakit (tidak ada diabetes dan sakit jantung, kolesterol normal, tidak sakit asam urat),

Mereka langsing, meruntuhkan teori karbohidrat tinggi>insulin kacau>gemuk & sakit

Suku Okinawa yang berumur panjang sepanjang sejarahnya, konsumsi lemak 12% aja (http://okicent.org/docs/anyas_cr_diet_2007_1114_434s.pdf)

Suku Indian Taramuhara : 12% lemak (semuanya sehat & langsing, rendah kadar lemak badan, tampak berotot 😂)

Bangsa Thailand sebelum jaman industri (makanan bertepung, minyak2 hidrogenasi/pabrikan, fast food)

Saat orang Thai masih jaman makanan tradisionalnya, konsumsi lemak 8,9% dan tidak ada orang yang obesitas disana.

Orang Hawaii sebelum masuk makanan ala Barat (tinggi pati prosesan dan lemak/minyak) masih sehat dengan konsumsi lemak di 10% (http://www.pacifichealthdialog.org.fj/Volume%2011/no2/PHD11%202%20p250%20259%20Fujita%20orig.pdf)

Orang Taiwan, mulai meningkat sakit jantung tapi tetap terendah dibandingkan negara lain dengan konsumsi lemak < 16%

(http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/8770322)

Suku Afrika Bantu daerah tropis dan semi tropis, konsumsi 14~17% kalorinya dari lemak.

(http://www.jci.org/articles/view/103012/version/1/pdf/render)

Suku Pima, yang ditulis di buku Gary Taubes jadi gemuk gara-gara makan karbohidrat (prosesan/tepung),

Padahal sebelumnya malah pemakan karbo/gula juga, tapi cukup protein dan lemak malah rendah 8~12% dari total kalori makanan. 

Tapi begitu mereka konsumsi minyak dan makanan dengan lemak PUFA plus pati prosesan (tepung) baru banyak kena diabetes.

(http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/8422813)

Sebaliknya, suku Masai yang sehat, rendah tingkat sakit jantung katanya konsumsi lemak tinggi dari daging itu juga konsumsi karbohidrat dari susu juga buah..

Dan lemak yang dikonsumsi itu lemak jenuh dari daging dan susu bukan lemak PUFA serta hidupnya bebas stres (dukungan kelompok) rajin jalan kaki jauh (sehari bisa ber jam2)

http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0368131964800417

Suku Tokelau, tinggi lemak sehat bebas sakit jantung, karena lemaknya lemak jenuh juga (dari kelapa)

Baca: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/7270479

Tapi suku Tokelau lebih gemuk orang orangnya dibanding suku Puka Puka walau sama2 konsumsi lemak jenuh dari kelapa,

Oleh karena Tokelau konsumsi asam linoleat (PUFA) lebih tinggi dari suku Puka Puka, makanya jadi lebih gendut.

https://www.researchgate.net/profile/Clare_Salmond/publication/15927580_Cholesterol_coconuts_and_diet_on_Polynesian_atolls_A_natural_experiment_The_Pukapuka_and_Tokelau_Island_studies/links/0c96051a43acc4f878000000/Cholesterol-coconuts-and-diet-on-Polynesian-atolls-A-natural-experiment-The-Pukapuka-and-Tokelau-Island-studies.pdf

Jadi ngga ajaib juga makan lemak jenuh, bisa tetap kegemukan (suku inuit juga tidak ada yang langsing rendah kadar lemak badannya karena dibutuhkan untuk melawan suhu dingin ekstrim di kutub)

Suku Inuit/Eskimo banyak makan protein dan  lemak hewan, seafood, untuk menumpuk lemak badan supaya hangat, dan tidak bisa ketosis secara alami (mutasi genetika) supaya lemak-lemaknya tidak jadi keton tapi untuk simpanan.

Sebaliknya, suku Kitavan (deket daerah tropis kita juga, Papua) pada langsing dan sehat dengan makan karbohidrat, rendah tensi dan jarang yang kena sakit jantung, sangat langsing dan fit walau makanan banyak (tapi konsumsi lemak sangat rendah, karbohidratnya banyak)

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/9322559

Makannya ikan dan buah buahan, sayuran dan umbi2an masak, lemak jenuh dari kelapa.

Bebas obesitas & diabetes, tanpa sakit jantung &  kanker, bahkan giginya sehat & kuat!

Total kalori dari karbohidrat hingga 70% dari kebanyakan dari buah-buahan, umbi.

Suku yang tinggi karbohidrat tapi kena sakit penyakit yang terkait metabolisme, itu karena konsumsi tepung dan gandum, jadi sumber karbohidratnya yang tidak sehat!

Lemak yang sehat dikonsumsi suku-suku tradisional di seluruh dunia adalah lemak jenuh dari daging, susu, dan kelapa.

Tapi tidak ada suku yang konsumsi lemak tinggi di seluruh dunia,

Yang ada tinggi karbohidrat itu yang sehat atau kalau rendah karbohidrat makan tinggi protein seperti suku inuit Eskimo bisa makan daging sehari berkilo-kilogram (lemaknya digunakan untuk minyak lampu, bahan bakar untuk api penghangat) 

Dan kesimpulannya, mayoritas semua suku-suku tradisional sedunia raya, yang sehat itu makan karbohidrat utamanya yang sehat (persamaannya: semuanya konsumsi buah buahan) dan asup protein hewani dari daging, ikan, susu (atau keju di Eropa), dan telur.

Jadi, tau kan baiknya makan apa?

DIET plus susu dan buah (PD2018) 

Serta jaga lemak tetap rendah khususnya lemak tak jenuh ganda (PUFA) asam linoleat. 

Bersambung… *foto suku kitavan pemakan karbohidrat tinggi, ikan dan sebagian dari mereka malah perokok! Saya tidak anjurkan rokok tapi jalani kehidupan yang rendah stres.

Iklan