Reset Metabolisme agar Fit, Sehat dan Berat Badan Ideal Tanpa Diet

Beda orang beda metabolismenya, bagi yang metabolisme terganggu itu makan sedikit lebih banyak saja mudah sekali naik berat badannya.

Yang metabolismenya prima, makan berlebihan malah meningkatkan metabolisme jadi tidak mudah kelebihan berat badan.

Gejala lainnya adalah: suka ngidam; ingin makanan tertentu, susah menurunkan berat badan, merasa lelah atau emosional, kadang terbangun waktu tidur malam, perut terasa kembung atau begah setelah makan, pagi-pagi tidak semangat, kurang konsentrasi, gampang lupa; perhatian mudah teralihkan, tangan dan kaki terasa dingin, rambut banyak yang rontok, suka malas, dll.

Ketika metabolisme tidak optimal, bahan bakar tenaga dari makanan dan cadangan lemak badan kurang maksimal menghasilkan energi untuk semua sel-sel dalam beraktivitas dan menjalani kehidupan.

Berita baiknya, metabolisme ini bisa diperbaiki, kuncinya ada di hati sebagai organ inti metabolisme, bagian di sel yakni mitokondria sebagai produsen 90% energi dan kelenjar tiroid sebagai regulatornya.

Hati memproses semua yang diserap, menyaring racun-racun, detoksifikasi, menyimpan nutrisi, membantu pencernaan serta hormonal, mengatur kadar gula darah serta menyediakan bahan bakar (kalori dari glikogen, lemak keton, dll.) serta gizi (protein, vitamin, mineral, dst.) plus ribuan fungsi lainnya; hati adalah kunci.

Hati yang tidak sehat, menumpuk lemak dan racun, membuat buncit dan menjadi organ paling berat, menyulitkan upaya menurunkan berat badan apapun dietnya.

Selanjutnya adalah mitokondria sebagai organel yang memproduksi energi di tingkat selular, yang juga menjaga keseimbangan oksidasi dari radikal bebas, serta ekspresi genetika.

Maka fungsinya sangat penting dalam metabolisme dan kesehatan juga penuaan, jika terganggu mitokondrianya maka selain bisa kelebihan berat badan juga terkena penyakit kronis seperti diabetes, atherosclerosis, kanker, autoimun, sakit saraf, letih, dan banyak lagi.

Akhirnya, tiroid yang merupakan salah satu kelenjar endokrin terbesar turut mengatur metabolisme, menjaga detak jantung dan suhu tubuh dengan beragam sinyal hormonalnya.

Hampir semua sel-sel di dalam tubuh dipengaruhi oleh master hormon tiroid ini, juga penting dalam pertumbuhan dan beragam proses fisiologis, selain soal metabolisme dan mengontrol pembakaran lemak.

Untuk memperbaiki metabolisme agar optimal, kita perlu menjaga kesehatan hati, menambah mitokondria dan menguatkannya, menyeimbangkan kinerja tiroid kita.

Caranya adalah dengan berpola makan yang memberikan nutrisi penting untuk hati, mitokondria, dan tiroid serta memperbaiki gaya hidup yang mendukung kesehatan ketiga fundamental bagi metabolisme ini.

Yang biasa dan sudah diketahui umum adalah dengan olahraga yang cukup (tidak berlebihan juga), sama seperti tidur juga cukup, minum atau hidrasi juga yang cukup, selanjutnya kelola stres, makan untuk nutrisi bukan memenuhi nafsu saja alias menjaga asupan kalori tidak tinggi tapi maksimalkan gizi, hindari anti nutrisi, juga polusi atau racun serta bahan aditif tambahan dan zat-zat kimia yang merugikan di makanan maupun produk-produk lainnya.

Yang penting juga adalah protein, coq10 (banyak di daging & organ), phyto-nutrients (ada di buah & sayuran), elektrolit; di garam kalium juga magnesium, ada juga PQQ: Pyrroloquinoline (yang ada di air susu ibu, banyak juga terdapat di coklat) dan banyak zat gizi lainnya, seperti beberapa jenis vitamin serta mineral penting dari makanan alami bukan makanan ultra-prosesan yang miskin nutrisi tapi gendut kalorinya.

Untuk saran spesifik dengan isu yang khusus silahkan konsultasi ke dokter juga tenaga kesehatan atau pakar gizi, boleh japri saya untuk yang bermasalah metabolismenya.

Salam Pantang Diet jangan lupa baca ebooknya yang terbaru yaa!

#pantangdiet

Iklan