Pantang Diet Memberikan Keseimbangan dan Kebebasan

Saya jarang mendengar orang yang membahas kestabilan dari diet atau pola makan, Anda bukanlah obyek yang kaku melainkan mahluk hidup yang berada di dalam ruang dan waktu yang dinamis, selalu maju dan berkembang dalam siklus.

Siklus itu ada musim, perbedaan cuaca setiap hari, ada siang dan malam, semuanya tidak sama.

Tapi ilusi kendali paling mudah adalah dengan mendoktrin orang lain bahwa kehidupan itu hitam putih, benar-salah.

Padahal hidup ini adalah soal adaptasi, menyesuaikan diri pada perubahan tapi tetap bisa seimbang.

Banyak diet yang tidak seimbang, tidak bisa stabil karena bergeser sedikit dari aturannya langsung gagal, kelebihan sedikit karbo/gula maka ketosis secara alami berhenti.

Alam sudah memberikan tanda, kita harusnya berpola makan yang bisa fleksibel; apakah suatu ketika bisa kelebihan di karbohidrat sedikit atau lemak/protein lebih banyak, itu tidak masalah, itulah diet/pola makan yang stabil, bisa bertahan jangka panjang.

Kebanyakan diet terlalu naif dengan perhitungan, ukuran, itu adalah salah! Sangatlah tidak mungkin bisa menjalankan rumusannya yang kaku kepada dunia yang dinamis, dimana kita selalu berinteraksi pada orang lain, lingkungan sekitar bahkan pada pikiran kita sendiri yang bervariasi.

Kita tidak seharusnya makan makanan yang sama atau jumlah kalori/karbohidrat/dll yang konstan setiap hari karena tidak semua hari itu sama, ada kalanya kita lebih aktif ada kalanya ritme hormonalnya sedang berubah mengikuti alur siklus sirkadian dan bulanan.

Alam itu memiliki kecerdasan dan kita diberkahi dengan intuisi untuk merasakan kapan saatnya makan dan rasa mau berpuasa itu akan ada secara alami, maka mestinya nafsu makan kita juga bisa mengatur input kalori dengan otomatis tanpa perlu mengingat aturan diet yang ribet atau mesti menghapal semua makanan yang dipantang, hingga mengukur atau menghitung-hitung.

Pantang Diet membebaskan Anda untuk makan makanan apapun termasuk yang berkarbohidrat atau bahkan gula, juga yang berlemak atau berminyak, tak ada diet lain yang memberikan kebebasan ini.

Yang penting ada waktunya makan, ada saatnya juga beristirahat, tidak makan berat, biarkan tubuh aktivasi detoksifikasi dan autophagy, tapi tanpa perlu menyiksa diri dengan berpuasa total menolak makan apapun juga yang malah bisa membantu sistem pencernaan lebih siap, produksi enzim-enzim dengan makanan kecil untuk makan besar.

Jadi pertama-tama adalah coba pola makan yang membebaskan, berpantang diet, cukup kurangi frekuensi makan dan akhirnya porsi makanan berkurang otomatis karena nafsu makan yang terkoreksi, dengan konsumsi makanan yang cukup gizi serta mengutamakan protein hewani.

Selanjutnya tinggal atur perilaku yang meningkatkan metabolisme pembakaran kalori lebih tinggi dan mengelola stres dengan psikologia yang terkendali, baca semua empat tekniknya di ebook Pantang Diet 4.0 (Pesan WA087878105050)

Iklan