Penelitian Terbaru tentang Manfaat Puasa (2019)

Dalam riset meta-analisis terbaru tahun 2019 yang mereview secara sistematik 70 penelitian puasa khususnya bulan Ramadhan (https://www.mdpi.com/2072-6643/11/2/478/htm) hasilnya adalah:

Penurunan berat badan khususnya di bagian kadar lemak, serta perbaikan profil kolesterol.

Periode puasa (konsumsi kalori nol) bervariasi tergantung iklim/musim dan sahur/tidak, sekitar 10 jam hingga 20 jam, dan makan di saat maghrib/senjahari juga sebelum fajar/sahur, dengan aktivitas normal bukan atlit yang diteliti.

Pola makan juga beragam, makan bebas apa saja tetap terjadi defisit energi (yang diasup lebih sedikit dari yang dibakar metabolisme) sehingga terjadi penurunan berat badan secara mudah, karena aturan tidak terlalu ketat harus diet/berpantang.

Pada studi bhiksu Buddha juga diamati pola makan yang utamanya sarapan di pagi hari dan biasa sehari makan sekali atau dua kali dengan porsi yang kedua lebih kecil serta berhenti makan dari siang sampai malam tidak konsumsi kalori tinggi, sampai besok pagi sarapan lagi.

Biasanya biksu ini berjalan kaki dulu di pagi hari sebelum makan, lalu seharian duduk bermeditasi dan belajar selain melakukan aktivitas pekerjaan rumah/biara bersih-bersih.

Kesimpulannya, puasa itu bisa menjaga kesehatan dan berat badan agar ideal, menurunkan kadar lemak serta kolesterol jahat.

Yang berpuasa di bulan Ramadhan banyak turun beratnya karena biasanya malas bangun sahur jadi puasa bisa hingga 20 jam dan makan besar sekali sisanya makan kecil pas berbuka dan sebelum tidur.

Jadi intinya, untuk menurunkan berat badan itu adalah dengan mengurangi kalori yang dimakan, yaitu dengan pembatasan frekuensi alias berpuasa atau mengecilkan porsi (seperti pada diet-diet lain).

Akan tetapi kesulitannya adalah ada pada kepatuhan, seberapa kuat orang yang ingin menurunkan berat badan itu bisa berdisiplin dan konsisten dalam jangka waktu lama.

Diet-diet dengan aturan ketat, yang mesti berpantang total jenis makanan tertentu, yang repot menghitung, menimbang, mengukur itu biasanya akan berakhir kegagalan.

Testimoni-testimoni before-after itu kebanyakan hanya di awal-awal masa diet, tapi after-after alias setelah 5 tahunan, banyak yang beratnya naik kembali.

Dan dari puluhan atau bahkan ratusan yang sukses dietnya dan menunjukkan hasilnya, ada ribuan bahkan jutaan orang yang diam-diam gagal dan kesulitan.

Makanya adalah penting untuk menguatkan motivasi dengan keyakinan kuat dan interaksi sosial karena pengaruh lingkungannya kuat (seperti pada bulan Ramadhan dan biksu-biksu di dalam biara).

Kalau mau turun berat dengan efektif bisa memanfaatkan Coaching yang intensif.

Dari tingkat yang paling intens adalah pertemuan langsung secara rutin, lalu efektivitas selanjutnya adalah via alat komunikasi dengan monitoring dan evaluasi, terakhir hanya via pesan pengingat (WA).

Walau semua orang tahu ilmunya sudah dimengerti, belum tentu bisa menjalani dengan tantangan yang berbeda, kondisi serta kebutuhan juga keadaan dan tujuan personal.

Untuk itu, selain membaca ilmunya di pantangdiet.com dan pesan ebooknya Pantang Diet 4.0, mesti mentoring, bisa dengan bertemu langsung atau berhubungan via WhatsApp 087878105050 juga aktif berinteraksi dalam komunitas PD.

Untuk inspirasi bisa menonton video YouTube dan Instagram TV serta mempelajari materi-materinya juga.

*silahkan berdiskusi di grup Facebook, Telegram, ikuti juga page FB, Twitter serta Instagram @pantangdiet yaa! Salam Sehat

Iklan