Anda Defisiensi Vitamin B12

Hampir semua orang kekurangan vitamin B12, vitamin yang amat sangat penting untuk DNA, otak dan saraf, juga kesehatan jantung serta darah hingga keseluruhan tubuh kita.

Defisiensi vitamin B12 prosesnya bisa bertahun-tahun tidak ketahuan.

Awalnya bisa sekedar merasa mudah lelah, sering lupa, susah konsentrasi, gampang stres dan sedih, suka emosi hingga depresi.

Gejalanya bisa seperti anemia, tapi bukan kurang zat besi karena vitamin B12 juga penting untuk darah selain saraf, maka gejala lain termasuk kesemutan, perasaan kebas, kaku, panas/dingin di kulit, juga ada titik kecoklatan di kulitnya.

Beberapa literatur juga menganjurkan untuk mengecek bagian putih setengah lingkaran yang ada di pangkal kuku kita.

Jika warnanya kurang putih, samar atau bahkan hilang, bisa jadi ciri defisiensi nutrisi khususnya vitamin B12 ini.

Kalau warnanya agak ungu, merah tua, atau bahkan hitam itu sudah parah dan berpotensi penyakit dalam, yang jelas kalau kukunya kurang bagus, kasar bergaris-garis, itu sudah tanda defisiensi vit B12.

Cara lain mengetahui kekurangan vitamin B12 adalah ataxia, kedutan, daya refleks kurang atau berlebihan, kesulitan berjalan lurus, gangguan keseimbangan (khususnya ketika mata ditutup), rasa bergetar atau setruman kecil di punggung, rasa hangat di paha, gusi berdarah, mata buram, pendengaran kurang, nyeri tulang atau sakit saat menstruasi, mudah capek, bingung, suka lupa, ketidaksuburan dan keguguran, serta depresi atau malah apatis (kurang bisa empati, perasaan hampa), otot lemas atau kejang, konstipasi atau diare dan gangguan pencernaan lainnya, rambut rontok, nafas pendek-pendek, bau badan pucat, ngilu, radang, sakit kepala.

Dan banyak lagi, walau bisa juga diperiksakan secara medis di lab walau tetap bisa kurang akurat.

Yang jelas 80~90% orang kekurangan vitamin B12 ini, dan tidak ada kasus kelebihan (beda dengan vitamin A yang bahaya jika berlebihan, vitamin B12 tidak diketahui batas atasnya) tapi yang kekurangan hampir semuanya.

Bukan hanya masalah vegan atau vegetarian/sayuranis (karena B12 ada di dalam protein hewani saja).

Tapi yang makan daging juga bisa defisiensi vitamin B12 bukan karena kurang konsumsi tapi pencernaan yang tidak optimal menyerap B12.

Untuk mencerna dan mendapatkan vit B12 dengan optimal, memerlukan sistem cerna dengan asam lambung yang memadai beserta enzim-enzim serta faktor intrinsik di usus untuk mengurai protein dan mendapatkan vitamin B12 (beserta mineral ‘cobalt’ yang penting juga, jadi nama lainnya vitamin B12 ini adalah: cobalamin)

Yang suka konsumsi obat pereda nyeri, obat maag, obat diabetes, laksatif, juga antibiotik serta yang suka minum alkohol akan rentan juga dengan masalah pencernaan protein dan penyerapan vitamin B12.

Sumber utama vit B12 adalah dari protein hewani; daging, telur, susu (tidak ada sumber nabati), kegiatan memasak mengurangi kadar aktifnya hingga 70%

Selain penting untuk pikiran (mood, otak, dan saraf) B12 juga vital bagi metabolisme energi pembakaran lemak, protein, serta karbohidrat untuk tenaga.

Gangguan metabolisme akibat malnutrisi vitamin B12 berpotensi resiko kena penyakit kanker juga.

Jadi solusinya bukan sekedar makan daging, namun juga menyembuhkan gangguan di sistem cerna serta kalau perlu: suplemen.

Baca juga solusi pencernaan yang bermasalah di ebooknya Pantang Diet seri Sembuhkan GERD

Silahkan pesan via WhatsApp087878105050

Iklan