Duduk Sebabkan Sakit Diabetes

Perkembangan teknologi beberapa dekade terakhir membuat banyak perubahan dalam kehidupan.

Orang jadi banyak duduk di kursi kendaraan, bangku sekolah, kuliah hingga kantor, juga sofa di rumah.

Semakin lama orang duduk di jalan sekarang dengan adanya komputer, media hiburan seperti televisi dan video games, moda transportasi otomotif, duduk bisa berjam-jam.

Bahkan restoran siap saji, warung nasi, dan kafe membuat orang jarang berdiri dan bergerak untuk masak, lebih banyak duduk-duduk untuk makan dan bersosialisasi.

Padahal semua yang kita makan itu naikin gula darah, karbohidrat menjadi glukosa, protein juga bisa jadi gula oleh hati dalam proses glukoneogenesis, lemak atau trigliserida dipecah jadi tiga rangkai asam lemak dan gliserol (setengah molekul gula), mestinya semua gula-gula ini menjadi tenaga, dijadikan bahan bakar otot untuk bergerak, manusia itu dirancang untuk banyak berdiri dan bergerak.

Gula darah akan turun sangat cepat bahkan setengahnya jika kita bergerak atau jalan kaki setelah makan, tapi jika duduk-duduk saja, gula darah meningkat terus dan lama turunnya butuh banyak insulin.

Mayoritas orang duduk setelah sarapan dan makan siang kembali ke kantor, gula darah selama sejam tinggi dan insulin pun secara alami dikeluarkan organ pankreas untuk menurunkan kadar gula darah ini.

Karena otot jarang bergerak pas duduk, gula darah itu tidak dibakar dan menjadi lemak badan, bikin perut makin buncit (saat duduk, enzim pemecah lemak turun 90%)

Padahal kalau bergerak, otot akan menyerap gula darah dengan cepat tanpa butuh hormon insulin banyak.

Insulin yang sering tinggi lama-lama membuat tubuh tidak terlalu sensitif lagi alias resistensi insulin, akhirnya gula darah pun susah turun dan jadi pradiabetes lalu pasti diabetes!

Penyakit Diabetes ini menjangkit hampir semilyar orang di dunia seiring juga kenaikan angka orang kegemukan, kena sakit jantung, dll.

Semua penyakit kronis meningkat seiring obesitas, padahal asupan kalori tidak banyak berubah malah konsumsi karbohidrat dan gula juga menurun, pusat kebugaran (fitness center, gym, sarana olahraga) makin menjamur, tapi orang yang obesitas dan jumlah diabetesi makin tinggi.

Banyak orang sudah berusaha untuk diet atau menjaga pola makan sehat dan berolahraga lebih, tapi satu hal yang tidak banyak berubah dalam beberapa dekade ini; orang lebih banyak duduk dan kurang bergerak.

Manusia dirancang untuk bergerak, namun perkembangan teknologi menciptakan kenyamanan, bahkan untuk berjalan saja sudah jarang.

Terlalu lama duduk akan membuat pembuluh darah kaku, sirkulasi dan sistem imun melemah, tulang-sendi keropos, kecerdasan dan memori menurun, semuanya ciri penuaan.

Kurang banyak gerak memicu kegemukan karena menurunkan metabolisme pembakaran lemak, menghambat hormon kenyang leptin yang menekan nafsu makan, dan meningkatkan lemak di darah (trigliserida) dan di organ (hati)

Solusinya bukan olahraga walau sehari sekali sejam-dua jam saja, tapi sisanya sepanjang hari jangan duduk-duduk, bergerak dan banyak melangkah, berdiri serta jalan kaki.

Kalaupun terpaksa harus duduk, duduklah dengan tegak dan setiap 15~20 menit coba bangun berdiri serta lakukan peregangan sebentar.

Namun berolahraga silahkan saja jika suka, yang penting tingkatkan aktivitas yang diluar olahraga alias NEAT (Non Exercise Activity Thermogenesis) gerakan-gerakan dengan intensitas rendah, seperti pada kegiatan sehari-sehari itulah yang paling signifikan bakar lemak!

Baca info lebih lanjut untuk cara meningkatkan metabolisme pembakaran lemak badan dengan teknik mengatur perilaku dan psikologis di ebooknya Pantang Diet 4.0 Empat Teknik Setel Nafsu Makan, pesan via WhatsApp087878105050 #pantangdiet #pantang #diet #neat

Iklan