Sebab Kegemukan: Bukan Karbohidrat Tapi Kursi (Kebanyakan Duduk)

Menurut penelitian dari ilmuwan di NASA; efek duduk dan tiduran lama tidak bergerak sama seperti astronot yang kelamaan di luar angkasa:

Seperti aliran darah kurang lancar, pembuluh kaku, sirkulasi terganggu, otak dan saraf serta sistem cerna bermasalah, stres serta peradangan meningkat saat sistem imun malah tertekan.

Kepadatan tulang juga berkurang, rawan tulang keropos, otot juga atropi, jadi lemah serta lemak masuk dan menumpuk juga di hati.

Enzim lipoprotein lipase yang memecah lemak di darah juga terhambat, lemak darah atau trigliserida juga jadi naik.

Tubuh menjadi kurang sensitif pada hormon insulin, menahan stabilitas gula di darah juga produksi insulin menjadi meningkat.

Trigliserida dan insulin yang tinggi akan menghalangi kerja leptin sebagai sinyal kenyang sehingga nafsu makan besar membuat makan berlebihan alias kegemukan.

Tapi jaman sekarang banyak yang menyalahkan karbohidrat sebagai penyebab kelebihan berat badan (termasuk saya salah satunya yang pernah salah)

Padahal banyak orang sedunia yang tetap makan karbohidrat tapi langsing dan sehat seperti di kawasan bluezones di dunia.

Semua populasi yang berumur panjang dan tidak kelebihan berat badan itu hidup aktif, jarang duduk.

Bayangkan petani kurus yang banyak makan nasi, minumannya teh manis kebanyakan karbohidrat daripada protein dan lemak (lauk/ikannya sedikit dan dibagi-bagi lagi)

Tapi seharian aktif bekerja di ladang, beda dengan karyawan kantoran yang kerja di kursi, duduk-duduk aja.

Pagi berangkat ke kantor duduk di kendaraan, seharian duduk di depan komputer, pulang duduk dalam kemacetan, di rumah duduk sambil konsumsi hiburan sampai ketiduran.

Perbedaan pembakaran kalori per hari antara pekerja kantoran dengan petani itu bisa hingga 2000 kalori!

Olahraga saja kalau rajin seminggu tiga kali sejam dua jam hanya bakar rata-rata 100 kalori per hari saja.

Diet pun kalau ketat sampai harus menahan lapar dan craving maksimal hanya 500 kalori per hari.

Memang kalau diet rendah karbohidrat bisa saja menurunkan berat badan karena adanya pengurangan kalori dari beberapa jenis makanan yang dipantang itu.

Tapi jika berlebihan konsumsi lemak atau proteinnya, atau suka Cheating, maka berat badan akan sulit turun.

Dan akan amat sulit untuk terus berdiet dan memantang karbohidrat setiap hari seumur hidup, kalau bisa silahkan saja (bisa bagus untuk penyakit epilepsi dan diabetes)

Daripada susah diet dan olahraga berat (walau olahraga itu tetap bagus untuk kesehatan) lebih baik coba kurangi waktu duduknya.

Banyak orang duduk sehari lebih dari 8 ~ 10 jam, bahkan belasan jam! Sangat berbahaya dan menumpuk lemak di badan.

Jika terpaksa harus duduk, jika sudah kelamaan, tiap 20~30 menit coba berdiri minimal cukup semenit.

Juga jangan berdiri tapi diam/konstan, namun mesti banyak gerak, beraktivitas, dan berjalan kaki.

Dengan aktif bergerak, selain membakar banyak kalori; glukosa dan lemak darah akan menurun, sensitivitas insulin meningkat, serta sinyal hormon kenyang leptin sampai di otak, nafsu makan terjaga.

Solusi lebih lengkap untuk menyetel nafsu makan bisa baca di ebooknya Pantang Diet 4.0 (empat teknik setel nafsu makan) plus konsultasi privat ke nomer WhatsApp087878105050.

Iklan