Manfaat Sehat Puasa Ramadhan Menurut Penelitian Terbaru 2019

Berpuasa dari fajar hingga matahari terbenam (maghrib) selama 30 hari meningkatkan kadar protein tertentu yang penting untuk memperbaiki masalah resistensi insulin juga bisa melindungi terhadap risiko dari diet junk-food yang (tinggi lemak/minyak dan tinggi karbohidrat serta gula) menurut penelitian terbaru di 2019.

Studi ini, yang berdasarkan pada puasa bulan Ramadhan, praktik spiritual bagi umat Islam, berikan pendekatan therapeutic yang berpotensi untuk kondisi terkait obesitas, termasuk sakit diabetes, sindrom metabolik seperti kolesterol dan trigliserida tinggi, hipertensi, perut buncit dan penyakit hati yang bengkak karena lemak (Fatty Liver).

Timing makan dan durasi lamanya waktu berpuasa secara signifikan memengaruhi cara tubuh mengelola protein khusus yang bisa membantu mengurangi resistensi insulin dan mempertahankan berat badan yang sehat untuk melawan sakit obesitas.

Protein Tropomyosin (TPM 1, 3, 4) memiliki peran dalam menjaga kesehatan sel dan perbaikan sel penting untuk respons tubuh pada insulin, sehingga meningkatkan sensitivitas insulin, supaya sel-sel tubuh menggunakan glukosa darah lebih efektif menurunkan gula darah.

Berpuasa dari fajar hingga matahari terbenam (maghrib) meningkatkan kadar protein jenis ini memberikan intervensi yang hemat biaya alias murah bagi mereka yang berjuang dengan kondisi terkait obesitas.

Obesitas, diabetes, dan sakit hati yang berlemak terkait erat dengan resiko kematian akibat penyakit jantung koroner, stroke, dan kanker.

Referensi: Digestive Disease Week. (2019, May 21). Dawn-to-sunset fasting suggests potential new treatment for obesity-related conditions: Study of 30-day Ramadan fast shows promising implications for timing and duration between meals #pantangdiet #puasa #tipsehat #pd

Iklan