Makanan ‘Ultra-Prosesan’ Bisa Sebabkan Sakit Jantung

Dua penelitian besar dari Eropa yang diterbitkan oleh BMJ baru-baru ini menemukan hubungan kuat antara konsumsi makanan olahan yang terlalu diproses (‘ultra-prosesan’) dengan risiko sakit kardiovaskular yang menyebabkan kematian.

Makanan ultra-prosesan ini termasuk makanan yang diolah dari tepung dan snack atau makanan ringan, minuman manis bersoda yang tinggi gula, sereal dengan gula tambahan, makanan siap saji pabrikan yang mengandung zat tambahan, junk-food dengan pengawet industri, dan produk olahan dari daging atau ikan dengan banyak tambahan, biasanya mengandung tambahan gula, minyak, lemak, dan garam, tinggi kalori tapi minim gizinya alias kurang bernutrisi.

Studi-studi sebelumnya telah mengaitkan makanan ultra-olahan ini dengan risiko obesitas, tekanan darah dan kolesterol tinggi, serta beberapa jenis penyakit kanker.

Dalam riset terbaru ini menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi makanan ultra-prosesan juga menimbulkan kenaikan tingkat penyakit kardiovaskular, seperti sakit jantung koroner dan stroke.

Jadi, sebaiknya tingkatkan porsi dan utamakan konsumsi makanan yang diolah minimal atau masih alami, demi kesehatan dan umur yang panjang.

#pantangdiet #eatrealfood #tipsehat

Referensi Jurnal Ilmiahnya:

Bernard Srour, Léopold K Fezeu, Emmanuelle Kesse-Guyot, Benjamin Allès, Caroline Méjean, Roland M Andrianasolo, Eloi Chazelas, Mélanie Deschasaux, Serge Hercberg, Pilar Galan, Carlos A Monteiro, Chantal Julia, Mathilde Touvier. Ultra-processed food intake and risk of cardiovascular disease: prospective cohort study (NutriNet-Santé). BMJ, 2019; l1451 DOI: 10.1136/bmj.l1451
Anaïs Rico-Campà, Miguel A Martínez-González, Ismael Alvarez-Alvarez, Raquel de Deus Mendonça, Carmen de la Fuente-Arrillaga, Clara Gómez-Donoso, Maira Bes-Rastrollo. Association between consumption of ultra-processed foods and all cause mortality: SUN prospective cohort study. BMJ, 2019; l1949 DOI: 10.1136/bmj.l1949
Mark A Lawrence, Phillip I Baker. Ultra-processed food and adverse health outcomes. BMJ, 2019; l2289 DOI: 10.1136/bmj.l2289

Iklan