Sekilas Insulin dan Diet Keto (bagian 1)

Insulin berasal dari bahasa latin insula artinya Island atau pulau..

Di pankreas kita ada sel-sel berbentuk pulau (disebut pulau langerhans) ada sel alfa yang hasilkan glukagon, sel beta yang hasilkan hormon insulin, sel Gamma, Delta, dll.

Kali ini kita membahas hormon insulin bag. 1 dulu..

1. Orang makan,

2. Makanan dicerna di lambung, karbohidrat jadi gula, protein jadi asam amino, lemak jadi asam lemak, vitamin dan mineral juga diserap pencernaan..

3. Kebanyakan makan karbohidrat, apalagi yang indeks glikemix tinggi, naikin gula darah..

4. Gula darah tinggi tidak baik, bahaya, harus diturunkan agar normal..

5. Abis makan, gula darah naik, picu pankreas rilis hormon insulin untuk turunkan gula darah ini..

6. Insulin mengantarkan gula dari darah ke sel-sel, untuk dimetabolisme jadi energi atau disimpan dulu.

7. Insulin seperti kunci yang membuka pintu sel-sel untuk menyerap gula dari darah..

8. Itulah fungsi hormon insulin secara sekilas (fungsi lainnya, banyak).

9. Penderita diabetes tipe 1, sel-sel beta pankreas nya rusak karena otoimun atau sebab lain, membuat hormon insulinnya ga ada atau amat sangat sedikit, jadi perlu suntik insulin.

10. Diabetesi tipe 2, itu sel-sel yang resisten, menolak, kurang responsif dengan hormon insulin, jadi akhirnya butuh suntik insulin juga sebagai tambahan insulin (keroyokan) untuk mendorong sel-sel menerima glukosa.

11. Mayoritas orang yang diabetes itu tipe 2, dan banyak orang pra-diabetes khususnya yang kegemukan..

12. Beberapa tahun (bahkan puluhan tahun) sebelum kena diabetes, seseorang bisa saja memiliki gula darah normal padahal sebenarnya insulin sudah ketinggian dan sel-sel mulai resisten (kecuali sel-sel lemak yang masih responsif dengan sinyal dari insulin)

13. Insulin turut membantu pertumbuhan sel-sel lemak (insulin hormon anabolic) orang gemuk yang bertambah gemuk karena bertambah jumlah sel-sel lemaknya, masih berasa sehat.

14. Sel-sel lemak dapat menampung lemak dari makanan sebagai bahan bakar energi, jumlahnya bisa berkilo-kilogram (nambah berat di kadar lemak) mengandung kalori yang cukup untuk tenaga untuk beberapa hari atau minggu, bahkan bisa berbulan-bulan kalau obesitas!

15. Tapi yang menampung karbohidrat sebagai glikogen (atau kumpulan glukosa) untuk bahan bakar tenaga juga hanya beberapa ratus gram disimpan di hati dan otot, kalorinya hanya cukup beberapa jam saja, maksimal tak sampai sehari.

16. Maka tubuh manusia lebih prioritaskan membakar gula jika kebanyakan glukosa masuk sebagai karbohidrat supaya tidak berbahaya karena gula darah ketinggian harus cepat diserap (dibantu insulin) dan dibakar jadi energi.

17. Insulin juga menahan pemecahan lemak, lemak tetap utuh tersimpan di sel bahkan bertambah jika konsumsi lemak berlebihan (misal bareng makan karbohidrat dan gula juga).

18. Jadi, orang yang konsumsi tinggi karbohidrat, gula, juga lemak serta minyak, sel-sel lemaknya akan bertambah besar terisi banyak lemak (juga kelebihan glukosa bisa diubah jadi lemak)

19. Makin banyak sel-sel lemak ini, akan makin tinggi insulin (hyperinsulinemia), insulin yang tinggi, menurunkan gula darah, bikin orang kelaparan, lalu makan lagi, dan disimpan lagi kelebihan kalori, begitu terus sampai kegemukan..

20. Lama-kelamaan, sel-sel lemak ini bengkak, sudah kepenuhan lemak, jadi meradang, inflamasi, sakit, dan mati, lemaknya bocor ke organ, otot (ectopic fat)

21. Organ, otot, dan sel-sel lemak yang kebanyakan lemak ini akan menolak sinyal insulin, merasa sudah kepenuhan, tak ingin dibuka dan didorong masuk kalori, penolakan ini disebut resistensi insulin.

22. Reaksi terhadap penolakan sebagian insulin ini, tubuh akan produksi dan sekresi lebih banyak lagi insulin kalau perlu orang akan suntik insulin, supaya gula darah tidak tinggi.. Padahal kenyataannya insulin sudah berlebihan.

23. Gangguan insulin ini (hyperinsulinemia dan resistensi insulin) menyebabkan banyak penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung dan sakit kanker. Dimulai dari sindrom metabolik (cirinya gula, lemak, dan tekanan darah tinggi, dll.)

24. Penyakit kronis adalah penyebab kematian yang terbanyak, selain bencana, kecelakaan dan keracunan.

25. Sebab dari masalah insulin ini adalah malnutrisi, rakus kepada karbohidrat dan ketidakaktifan/malas.

26. Selain itu, faktor seperti kurang tidur, kortisol naik memicu glukoneogenesis (produksi gula di hati), peningkatan glukosa ini juga akan picu insulin, sementara hormon leptin dan melatonin berkurang, sehingga mudah lapar..

27. Kurang gerak atau olahraga juga memperparah gangguan insulin ini, oleh karena sel-sel otot yang berkontraksi ketika aktif bergerak dan berolahraga, tidak butuh insulin untuk menyerap gula dari darah.

28. Tapi faktor yang paling signifikan tetap, dari makanan. Karbohidrat tertinggi memicu insulin makanya minimalisir, protein juga bisa tapi diimbangi dengan sinyal hormon glukagon makanya moderat/secukupnya aja, kalau lemak tidak picu tinggi insulin tapi kalau berlebihan dan banyak, juga tetap menahan insulin dan bikin sel-sel resisten kepada insulin (baca poin-poin yang sebelumnya di atas), kalau berpuasa di atas belasan jam akan turunkan insulin.

29. Insulin yang menahan lemak untuk dimetabolisme juga menekan produksi keton, makanya target diet ketogenik adalah kondisi ketosis, sehingga insulin mesti diturunkan (berbeda dengan ketoasidosis yang berbahaya bagi diabetesi tipe 1, itu tanpa insulin dan keadaan gula darah tinggi).

30. Solusi agar insulin bisa terjaga normal agak rendah adalah dengan kurangi konsumsi karbohidrat, makan protein secukupnya sesuai kebutuhan, boleh makan lemak sesuai tujuan, berpuasa sebisanya aja, dan banyak aktif bergerak atau olahraga serta cukup tidur..

Iklan